Cegah Penyebaran COVID-19 An-Nur II Berlakukan Pembatasan

Cegah Penyebaran COVID-19 An-Nur II Berlakukan Pembatasan

Tentang tindakan pencegahan penyebaran COVID-19, Dr. KH. Fathul Bari, M. Ag. mengeluarkan surat keputusan. Keputusan tersebut berisi tentang beberapa pembatasan, baik untuk santri maupun wali santri dan masyarakat umum.  Yang menjadi pertimbangan dikeluarkannya surat tersebut adalah berbahayanya COVID-19 yang sudah menyebar ke berbagai negara di dunia. Tak terkecuali di Indonesia, yang jumlah korbannya mencapai 117 orang. Untuk itu, aksi pencegahan lebih baik dari pengobatan.  Surat keputusan ini merujuk pada arahan presiden, surat edaran kementrian agama dan surat edaran gubernur Jawa Timur soal tindakan preventif penyebaran. Dan memperhatikan hasil dengar majelis keluarga, rapat terbatas dengan pengurus pada 15 Maret 2020, serta masukan dari wali santri, beberapa keputusan telah dirumuskan.  Beberapa keputusan tersebut meliputi penundaan seluruh kunjungan, ziarah, dan studi banding santri An-Nur II. Sedang permintaan kunjungan dari instasi, majelis dan lembaga pendidikan ke Pondok Pesantren An-Nur II, juga harus ditunda atau dijadwalkan kembali. Begitu pula kunjungan wali santri (sambang) sampai waktu yang telah ditentukan, kecuali dalam keadaan yang mendesak.  Akses keluar masuk pesantren pun dibatasi. Baik santri maupun tamu, wajib mengenakan masker ketika keluar dan masuk pesantren. Hal ini dijaga dan diperhatikan oleh petugas keamanan pondok pesantren.  Bentuk pembatasan, penundaan, dan penutupan tersebut berlaku mulai 16 Maret 2020 hingga hari Ahad, 29 Maret 2020 mendatang. Ini mempertimbangkan kondisi perkembangan COVID-19, sesuai arahan pemerintah. Di akhir surat, mengimbau ke pada seluruh pengurus dan santri untuk meningkatkan pola hidup sehat dan mempelajari gejala-gejala serta memperhatikan pola penyebaran COVID-19.   Meski begitu, kegiatan di pondok pesantren berjalan normal seperti biasa. Menunggu keputusan pondok pesantren, sekolah SMP, SMA, dan MI…

Lanjut Baca