SMA AN NUR

 

27 tahun yang silam, tepatnya pada tanggal 15 Juli 1989. Pendiri sekaligus  pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 2 meresmikan berdirinya SMA An-Nur. Jikalau MTs dan MA An-Nur berada di bawah naungan Kementrian Agama (Kemenag), maka, SMA An-Nur ini berada di bawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal yang melatarbelakangi pendirian SMA An-Nur adalah keinginan pengasuh untuk melengkapi mode pendidikan yang sudah ada, dan untuk menampung keinginan masyarakat yang menginginkan anaknya berada di jalur pendidikan umum dengan tetap berada dalam lingkup pesantren.

Di tahun awal berdirinya, SMA An-Nur dipimpin oleh Bpk. H. Nur Hasan Muslih dengan siswa sejumlah 36 putra dan 14 putri yang menjadikan asrama kamar A (depan masjid) sebagai ruang kelasnya, dikarenakan belum memiliki ruang. Selang beberapa bulan, berpindah ke sebuah gedung di sebelah timur pesantren, yang  kini ditempati oleh MI.

Pada tahun 1992, SMP An-Nur resmi berdiri dan menjadikan ruang terebut sebagai ruang kelasnya. Pada akhirnya, pihak yayasan membangunkan lagi sebuah gedung di utaranya untuk ditempati kelas SMA, yang saat ini dijadikan sebagai kantor SMP dan kelas SMP. Dalam tahun itu, bersamaan pula dengan pendirian asrama pondok putri yang mana pada sebelumnya berada di belakang Ndalem Barat.

Akhirnya, pada tahun 2000, SMA An-Nur berada dalam pengawasan IDB (Islamic Development Bank), dan mendapatkan bantuan yang sangat besar. Seperti, dua gedung berlantai 2 di sebelah barat, dan peralatan lab yang sangat lengkap yang mana pada saat itu belum semua sekolah memiliki peralatan lab selengkap dan secanggih itu, bahkan sekolah negeri pun belum tentu memilikinya.

Semenjak berdirinya hingga  saat ini, SMA An-Nur telah berganti kepala sekolah sebanyak 4 kali. Dalam periode pertamanya dijabat oleh Bpk. H. Nur Hasan Muslih (1989-2002), kedua Alm. Bpk. H. Muslichin Usman (2002-2005), ketiga Bpk. Drs. Moh. Ro’i (2005-2009), dan yang terakhir Bpk. Hanafi, SP., M.Pd.I. (2009-sekarang). Saat ini, dalam masa kepemimpinan Bpk. Hanafi, beliau banyak sekali melakukan reformasi besar-besaran. Beliau selalu berinovasi untuk memberikan pelayan yang terbaik bagi para siswa. Sebagian kecil contohnya adalah dengan memberikan LCD Proyektor dalam tiap kelasnya, penyediaan Wifi, dan bahkan dalam jangka dekat, sekolah ingin mengadakan kerja sama dengan Cambridge University, salah satu universtias bergengsi di dunia.

Beliau pun rela mengorbankan 2 jam pelajaran siswa untuk mewadahi minat dan bakat para siswa dalam kegiatan berbentuk ekstrakulikuler. Dan hasilnya pun sangat luar biasa, di awal tahun ini saja banyak prestasi –prestasi yang ditorehkan oleh para siswa dalam berbagai ajang. Antara lain,

Juara 2 Liga Santri Nusantara region 2 Jawa Timur

Juara 3 teater PMR dalam ajang ALTARA se-Jawa Timur di Universitas Kanjuruhan Malang

Juara 2 ALTARA News PMR  dalam ajang ALTARA se-Jawa Timur di Universitas Kanjuruhan Malang

Juara 1 & 3 LBB dalam memperingati HUT RI ke 71

Juara 2 Banjari Piala Wakil Bupati dalam memperingati Hari Santri Nasional se-Kabupaten Malang

Juara 3 Khitobah dalam memperingati Hari Santri Nasional se-Kabupaten Malang

Juara 1 Istima’ Gaza UIN Malang

Juara 2 Khitobah Gaza UIN Malang

Juara Harapan 1 Insya’ Gaza UIN Malang

Juara Harapan 2 Olimpiade Cerdas Cermat Pekan Arabi UM Malang

Juara Harapan 3 Banjari Malang post

Bukan hanya mengedepankan kuwantitas siswa yang mencapai ribuan, tapi kualitas pun perlu diperhitungkan. Dibuktikan dengan adanya kelas idaman yang telah menerapkan sistem pendidikan berbasis komputer. Selain itu, kelas khusus yang telah tersedia dalam 3 jurusan (BHS, IPA, IPS) ini juga telah melaksanakan program-program unggulan. Tidak diragukan lagi, kelas idamanpun dapat membuktikan bahwa SMA An-Nur tidak hanya memiliki Kuantitas yang besar, tetapi juga kualitas yang terbaik.

%d blogger menyukai ini: