Ziarah Rasul 14: Seakan Bertemu Rasul dengan Menziarahinya

Ziarah Rasul 14: Seakan Bertemu Rasul dengan Menziarahinya

Ziarah Rasul 14: Seakan Bertemu Rasul dengan Menziarahinya

Sebelum azan Subuh berkumandang terlihat beberapa mobil pengiring jemaah umrah Ziarah Rasul 14 telah terparkir rapi. Tak kalah cepat, koper-koper jemaah pun telah tersusun rapi di kantor pusat Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo sehari sebelumnya. Seakan ada keinginan jemaah yang begitu tinggi untuk cepat sampai ke tanah suci Makkah.

Ini, yang menurut Kiai Zainuddin, M.M., butuh ditiru. “Kami menghimbau para pengiring dan santri agar punya keinginan besar untuk sowan kepada Nabi Muhammad,” tutur beliau dalam sambutannya sebagai ketua rombongan di hadapan ribuan santri dan rombongan pengiring jemaah, Sabtu (1/2) pagi. 

Dalam sambutan yang digelar di depan masjid An-Nur II itu, Kiai Zainuddin juga sempat berkisah tentang keistimewaan orang yang menjalankan umrah dan bisa berziarah ke makam Rasulullah. Dikisahkan, Al-Quthibi satu saat sedang berziarah ke makam Rasulullah. Di sana, ia melihat seorang A’robiy (penduduk Arab pedalaman) juga sedang berziarah kubur.

Al-Quthbi pun mengamati apa yang dikejakan A’robiy itu. Pertama, ia membaca ayat Alquran yang berisi tentang keluasan Allah dalam mengampuni hambanya yang mendatangi Nabi Muhammad. Setelah itu, si A’robiy membaca kasidah memuji Nabi, lantas kembali setelah menuntaskannya. Sementara itu, Al-Quthbi yang sedang berzikir ketiduran. Dalam tidurnya itu, ia didatangi Rasulullah dalam mimpi. Lalu, Nabi bersabda, “Temui orang tadi, dan katakan kalau Allah sudah mengampuni dosanya.” 

Keistimewaaan lain disebutkan dinukil dari Kitab Adz-Dzakhairul Muhammadiyyah karya Sayyid Alwi Al-Maliki. Dalam kitab itu disebutkan, “Barang siapa yang haji dan umrah lalu bisa berziarah ke makam Rasulullah, maka ia seakan-akan bertemu langsung dengan beliau dalam keadaan hidup.” Kiai Zainuddin pun menutup sambutannya dengan harapan semua yang hadir dalam pengantaran jemaah Ziarah Rasul 14 ini dapat sowan ke makam Nabi Muhammad juga.

Baca juga  Menyambut Kedatangan Para Tamu Allah

Jemaah Ziarah Rasul ke-14 ini direncanakan tiba di bandara Juanda pada jam sembilan pagi. Karena, jam 12 siang sudah harus take off dari bandara langsung ke Jeddah. 35 jemaah akan berada di tanah suci selama tiga belas hari. “Semoga diberi kelancaran dan keselamatan,” tutur Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. di awal sambutannya sebagai perwakilan majelis keluarga An-Nur II.

Beliau berpesan kepada jemaah agar selalu sabar dan berperangsangka baik kepada Allah. Semisal diberi sakit, sepatutnya berperasangka baik kalau Allah akan segera menyembuhkan sakit tersebut. Karena di tanah suci pikiran harus jernih dan tingkah laku harus dipasrahkan kepada Allah. “Saya mengucapkan selamat kepada jemaah Ziarah Rasul 14,” imbuh beliau.

Pelepasan pun ditutup dengan pembacaan doa oleh KH. Fadhol Ahmad Damhuji. Sebelumnya sahabat Almaghfurlah KH. M. Badruddin Anwar itu sedikit menyampaikan pesan Kiai Badruddin, “Yang penting ibadah itu diterima (kalau dalam konteks umrah itu mabrur).”

(Mumianam/Mediatech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: