Ziarah Rasul ke-22: Umrah dan Rukun Islam Kelima
Ahad, 7 Januari 2024 prosesi pemberangkatan Ziarah Rasul ke-22 terlaksana. Pada Ziarah Rasul kali ini jemaahnya berjumlah 80 orang. Yang mendampingi mereka adalah Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., dan anak-anaknya juga Drh. Gus H. Didik Nur Ahsani, M.Pd., dengan istrinya.
Para jemaah Ziarah Rasul berkumpul bersama keluarganya di area Pendopo Al-Badari sejak subuh. Mereka di sana menunggu jemaah yang belum datang. Setelah itu, mereka masuk ke Pendopo untuk sarapan pagi dan mendengar nasehat-nasehat dari Kiai Fathul Bari.
Di luar pendopo keluarga jemaah ada yang menangis bahagia karena keluarga mereka dapat melaksanakan ibadah umrah. Sedangkan anak-anak sedih karena harus berpisah sementara waktu dengan salah satu keluarganya.
Selesai dari pendopo lanjut ke Raudlah R. KH. M. Badruddin Anwar untuk melaksanakan salat sunah Safar sendiri-sendiri, karena afdalnya dilaksanakan secara Munfarid, ucap KiaiFathul Bari sebelum salat. Sesudah salat Ustaz Muhyiddin Farkhi selaku penanggung jawab Ziarah Rasul mengabsen kehadiran para jemaah. Kemudian melanjutkan rangkaian kegiatan yakni pembacaan tahlil serta doa.
Selesai di area pendopo dan Raudlah Kiai Badruddin Anwar mereka menuju teras Masjid Utama An-Nur II untuk mengikuti prosesi pemberangkatan bersama ribuan santri putra. Di sana, seluruh santri putra telah berkumpul di pelataran masjid.
Dalam prosesi tersebut MC (Master of Ceremony) mengawalinya dengan pembukaan. Kedua pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ustaz Ibrahim. Ketiga sambutan perwakilan majelis keluarga oleh Gus Didik Nur Ahsani.
PENYEMPURNA RUKUN ISLAM
Dalam sambutan Gus Didik berharap agar Ziarah Rasul kali ini mendapat rida dan syafaat Allah dan Rasul-Nya, serta terlindungi selama perjalanan.
Beliau juga menyampaikan asal usulnya Ziarah Rasul An-Nur II. Sebelum adanya Ziarah Rasul, ada yang mempunyai keinginan untuk umrah setiap tahun. Kemudian, Kiai Badruddin memberi amalan untuk Ziarah Wali: pertama ke makam Kiai Anwar dan wali-wali lainnya seperti Sunan Ampel, sampai ziarah wali yang terakhir di makam Kiai Abdul Hamid Pasuruan. Dalam ziarah itu Kiai bad menyuruh untuk membaca surah Al-Waqiah sebanyak 125 kali di setiap makam. Setelah itu, Kiai Bad dawuh lagi bahwa tidak cukup jika hanya Ziarah Wali karena itu juga harus Ziarah Rasul. Akhirnya An-Nur II mendirikan Travel Ziarah Rasul.
“Rukun Islam ke lima yaitu haji. Dapat dikatakan Islam kita sempurna jika sudah melaksanakan haji,” tutur Gus Didik. Bagi orang yang tidak mampu haji maka ada cara lain agar dapat dikatakan Islam mereka sempurna. Pertama cukup dengan niat haji. Yang kedua Itba’ (ikut) kepada Almagfurlah R. KH. M. Badruddin Anwar yaitu membaca surah Al-Waqiah agar rezekinya lancar dan dapat melaksanakan ibadah haji maupun umrah.
Yang terakhir, Gus Didik menceritakan kisah seorang Alumni yang istikamah membaca Yasin dan tahlil. Pembacaan tersebut, ia hadiahkan kepada Almagfurlah R.K.H Muhammad Badruddin Anwar dengan mengharap berkah dari beliau. Selain itu, Ia mengharapkan rida Allah agar dapat melaksanakan ibadah haji maupun umrah.
Usai penyampaian sambutan, Kiai Syamsul Arifin mengisi sesi penutupan dengan pembacaan doa. Setelah itu, para jemaah berfoto bersama dan melanjutkan pemberangkatan menuju bis Ziarah Rasul.
(ABU RAIHAN EFENDI/MEDIATECH AN-NUR II)