Gelar Wisuda Akbar SMP dan SMA An-Nur Putra

wisuda, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo

Sebanyak ratusan siswa yang tergabung dari dua lembaga pendidikan di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”, SMP dan SMA An-Nur resmi diwisuda pada Sabtu, 4 Juni 2022. Bertempat di Aula Yaqowi, acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati Probolinggo, Drs. H. A. Timbul Prihanjoko dan Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S. rektor Universitas Brawijaya tahun 2014-2018.

            Prosesi wisuda kali ini berbeda dengan wisuda beberapa tahun sebelumnya. Putra-putri tidak disatukan, dibedakan waktu pelaksanaannya. Wali murid yang diperboleh memasuki area wisuda hanya satu orang saja untuk menghindari kerumunan lebih banyak.

            Acara dibuka oleh MC pukul 08.30 WIB, kemudian dilanjut pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan pembacaan SK Wisudawan oleh Bpk. Hadikul Ikhwan, perwakilan dari Komite SMP dan SMA An-Nur. Selanjutnya penyemata para wisudawan dilakukan secara bergilir dimulai dari wisudawan SMP.

            Setelah penyematan wisudawan terakhir, Bpk. Hasyim naik ke atas panggung untuk memimpin pembacaan Ikrar Wisuda yang berisi kesanggupan wisudawan untuk berbakti kepada guru, orang tua, agama dan negara. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa baiat wisuda oleh KH. Ahmad Damhuji. Setelah itu para wisudawan menyanyikan Mars An-Nur bersama.

            Usai bernyanyi bersama, MC pun membacakan nama-nama wisudawan yang mendapatkan gelar ‘Wisudawan Terbaik’ dan meminta mereka untuk naik ke atas panggung. Wisudawan terbaik ini dipilih menurut program kelas mereka masing-masing untuk SMP, sedangkan untuk SMA dipilih menurut program jurusan.

*Moral sebagai penjaga identitas bangsa*

Udara di luar ruangan semakin panas, namun mereka yang berada di area wisuda tetap duduk tenang mengikuti acara yang sudah sampai pada sesi sambutan dari dari perwakilan kepala sekolah yang kali ini disampaikan oleh Bpk. H. Hanafi selaku Kepala Sekolah SMA An-Nur. beliau berterimakasih kepada segenap wali murid yang telah mempercayakan buah hatinya untuk menimba ilmu di SMP atau SMA An-Nur.

            Dalam kesempatan yang sama, Drs. H. A. Timbul Prihanjoko, Bupati Probilonggo, memberikan sambutan mewakili wali wisudawan. Beliau berpesan kepada segenap orang tua untuk mengajarkan budi pekerti yang luhur kepada anak sejak dini. “Yang berperan sebagai penjaga identitas bangsa bukan hanya akal dan budaya, moral juga berperan penting dan aktif dalam hal tersebut,” tutur pria 54 tahun itu.

*Santri bisa apa saja!*

            Kiai Ahmad Zainuddin juga memberikan sambutan sebagai perwakilan majelis keluarga pengasuh pondok pesantren. Beliau berpesan agar para wisudawan dan para orang tua tidak khawatir perihal akan menjadi apa para wisudawan kelak.

            “Gus Dur itu santri, Yai Ma’ruf Amin itu santri, Pak Timbul ini juga santri,” ujar beliau seraya tertawa kecil. Artinya, santtri bisa menjadi apa saja, tidak hanya sebagai guru agama yang mengajari anak kecil cara membaca Al-Qur’an. Santri juga bisa dan layak bersaing di bidang lain, tidak perlu berkecil hati hanya karena menjadi seorang santri.

*Cara merawat ilmu*

            Pengasuh An-Nur II, Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya merawat ilmu yang kita miliki. “Manusia bisa menjadi manusia mulia karena mulianya tujuan penciptaannya,” ucap beliau mengutip keterangan dalam kitab Ihya’ Ulumuddin.

Manusia menjadi mulia bukan karena kekuatannya, karena jelas masih kalah dengan Unta. Bukan juga karena ukuran badannya yang besar, karena jelas masih kalah dengan gajah. Tetapi manusia bisa menjadi mulia karena kal yang ia miliki. Ia menjadi mulia karena tujuan penciptaannya, untuk beribadah. Ibadah pun jelas membutuhkan ilmu.

Ilmu adalah titipan dari Allah, yang harus kita rawat dan kita jaga. Bagaimana cara menjaganya? Sudah pasti dengan mengamalkannya. Dalam mengamalkan ilmu, kita tidaj boleh tergoda oleh hasutan atau godaan duniawi.

*Peran santri bagi lingkungan*

            Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S. mantan rektor Universitas Brawijaya, dalam orasinya menyampaikan, santri adalah khalifah di bumi dan pemegang peran dlama penjagaan lingkungan.

            “Santri itu harus berilmu, tidak boleh berhenti mencari ilmu, harus sampai doktor.” Ucap beliau dalam orasinya. Dengan memiliki ilmu santrui akan tau pentingnya lingkungan sekitar, terlebih air, bagi kehidupan umat manusia. Selanjutnya beliau menjelaskan bagaimana pentingnya air di bumi ini.

            70% tubuh manusia berisi air, jadi air merupakan amanat dari Allah yang harus kita jaga. Bumi pun berisi air, maka wajib bagi kita untuk menjaga lingkungan sekitar kita agar tidak sampai kehabisan sumber air. Beliau menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan sekitar demi keselamatan umat manusia.

Pukul 13.30 WIB acara pun usai. Para wisudawan berhamburan keluar menemui keluarga mereka yang hadir dalam momen sakral di dunia pendidikan ini.

(Abror Suriyanto/Mediatech An-Nur II)

Home
PSB
Search
Galeri
KONTAK