CUACA DINGIN

aphelion, CUACA DINGIN, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri RA bahwa Nabi SAW berkata:

الشِّتَاءُ رَبِيعُ الْمُؤْمِنِ

“Musim dingin terasa seperti musim semi bagi orang beriman.[HR. Ahmad]

Catatan Alvers

Beredar broadcast di medsos pada awal tahun ini “Kita sedang mengalami FENOMENA APHELION, dimana letak Bumi akan sangat jauh dari Matahari. Kita tidak bisa melihat fenomena tsb, tapi kita bisa merasakan dampaknya. Ini akan berlangsung sampai bulan Agustus. Kita akan mengalami cuaca yang dingin melebihi cuaca dingin sebelumnya, yang akan berdampak meriang flu, batuk sesak nafas dll”. 

BMKG menilai informasi keliru, karena sebenarnya fenomena Aphelion ini adalah fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli. Aphelion berasal dari bahasa Yunani, yang mana ‘apo’ yang berarti menjauh, dan ‘helios’ merupakan nama untuk Dewa Matahari Yunani. Secara harfiah, artinya planet bumi yang sekarang ditempati manusia sedang menjauh dari Matahari.[mediaindonesia.com]

Sekarang ini justru kita berada pada periode dimana bumi letaknya lebih dekat dengan matahari atau yang dikenal sebagai Perihelion. Sebagai informasi, periode fenomena astronomis Aphelion puncaknya terjadi pada bulan Juli, sedangkan puncak Perihelion terjadi pada bulan Januari ini. Dan faktanya, penurunan suhu yang menyebabkan cuaca atau suhu dingin) di masa pergantian tahun banyak disebabkan faktor di luar itu. [kompas com]

Terlepas dari perkiraan penyebab cauca dingin yang disebabkan oleh fenomena alamiah dari sudut pandang ilmiyah, maka dari sudut dogmatis ada penyebab yang sesungguhnya. Nabi SAW bersabda :

اشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ يَا رَبِّ أَكَلَ بَعْضِى بَعْضًا. فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِى الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِى الصَّيْفِ فَهُوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الْحَرِّ وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الزَّمْهَرِيرِ

“Neraka berkata; ‘Ya Rabbi, kami memakan satu sama lainnya, (maka izinkanlah kami untuk bernapas!)’ Maka Allah mengizinkan untuk bernapas dua kali, napas ketika musim dingin dan napas ketika musim panas. Hawa yang amat panas, itu adalah dari panasnya neraka. Hawa yang amat dingin, itu adalah dari dinginnya (dingin bekunya) neraka. [HR Bukhari]

Tidak hanya cuaca panas yang dapat menjadikan kita tidak nyaman bahkan terganggu kesehatannya, cuaca dingin pun demikian. Banyak orang mengeluhkan cuaca panas ataupun terlalu dingin seperti sekarang ini. Umru’ul Qays, Seorang Penyair berkata :

يتمنى المرءُ في الصيف الشتاء :: فإذا جاء الشتاء أنكره

فهو لا يرضى بحال واحد :: قتل الإنسان ما أكفره

Ketika musim panas seseorang berharap datangnya musim dingin tetapi saat musim dingin ia pun mengingkarinya. Ia tidak senang dengan satu keadaan. Terlaknatlah manusia (kafir) apakah gerangan yang membuat mereka kufur? [Faidlul Qadir]

Lain halnya bagi seorang mukmin sebagaimana hadits di atas, cuaca panas ataupun dingin tidaklah merubah kondisi dan suasana hatinya sebab ia terus ingat kepada sang pencipta keduanya yaitu Allah SWT. Ketika panas, seorang mukmin teringat bagaimana panasnya neraka karena panas itu pada hakikatnya berasal dari neraka. Rasul SAW bersabda :

فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

Sesungguhnya (cuaca) panas yang menyengat itu berasal dari hembusan neraka Jahannam.[H.R. Bukhari – Muslim]

Begitu pula ketika dingin, ia akan teringat betapa dinginnya neraka. Mengapa demikian? Ya karena neraka juga ada yang dingin sekali sehingga akan menyiksa penghuninya. Sebagaimana hadits zamharir diatas “Maka panas menyengat yang kalian rasakan adalah bagian dari hawa panas neraka dan dingin yang menggigil yang kalian dapatkan adalah zamharir (hawa dingin neraka)” [HR Bukhari]. Ibnu Hajar berkata:

والمراد بالزمهرير : شدة البرد واستشكل وجوده في النار ولا إشكال لأن المراد بالنار: محلها وفيها طبقة زمهريرية

Yang dimaksud zamharir adalah dingin yang sangat. Bagaimana bisa ada dingin di neraka? Hal itu tidaklah mustahil sebab neraka itu adalah nama tempatnya sedangkan di dalamnya terdapat tingkatan yang sangat dingin (zamhaririyah) [Fathul Bari]

Dengan demikian, kita akan semakin yakin bahwa api itu adalah makhluknya dan yang menjadikan panas adalah Allah swt. Jika Allah berkehendak maka bisa saja api terasa dingin sebagaimana dialami oleh Nabi Ibrahim ketika dilempar ke tengah api besar. Bahkan ada keterangan menarik, Ibnu Abbas RA berkata :

لو لم يقل : { وسلاماً } لهلك إبراهيم من البرد ولو لم يقل على إبراهيم لما أحرقت نار بعدها ولا اتقدت

Seandainya nabi Ibrahim tidak berkata “Wa salama” niscaya ia akan binasa karena kedinginan dan seandainya ia tidak berkata “Kepada ibrahim” Niscaya api tidak akan membakar dan menyala lagi setelah peristiwa tersebut. [Tafsir al-Bahrul Muhith]

Maka hendaklah demikian keadaan kita, cuaca ekstrim yang dingin ini menjadikan semakin ingat dan berdzikir kepada Allah swt. Nabi SAW bersabda : “Jika hari begitu amat dingin, maka Allah swt mendengarkan dan melihat kondisi penduduk bumi. lalu bila seorang hamba mengucapkan :

لا إِلَهَ إلاَّ اللهُ مَا أَشَدَّ بَرْدَ هَذَا الْيَوْمِ  اللهُمَّ أَجِرْنِي مِنْ زَمْهَرِيْرِ جَهَنَّمَ

 Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah begitu dinginnya hari ini. Ya Allah,  selamatkanlah aku dari dingin bekunya jahannam).

Maka Allah kemudian berfirman kepada jahannam, “Sesungguhnya di antara hamba-Ku, meminta perlindungan pada-Ku dari dingin bekumu, dan aku bersaksi padamu bahwa aku telah melindungi dari dingin tersebut.[HR Al-Baihaqi dalam Al-asma’ was Shifat]

Maka kembali ke hadits utama di atas, Rasul SAW bersabda :

الشِّتَاءُ رَبِيعُ الْمُؤْمِنِ قَصُرَ نَهَارُهُ فَصَامَ وَطَالَ لَيْلُهُ فَقَامَ

“Musim dingin seperti musim semi bagi orang beriman. Siangnya begitu singkat, maka ia gunakan untuk berpuasa dan malamnya begitu panjang, maka ia gunakan untuk shalat malam.”[HR Baihaqi]

Seperti itulah kemudahan yang ada dalam musim dingin sehingga Ibnu Mas’ud berkata :

  مَرْحَباً بِالشِّتَاءِ ! فِيْهِ تَنْزِلُ الرَّحْمَةُ

Selamat datang musim dingin, di dalamnya terdapat rahmat Allah swt [Kanzul Ummal] Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari menjadikan kita sebagai hamba yang bersyukur dalam cuaca apapun dan tidak menjadikannya sebagai penghambat dzikir dan amal ibadah kita semua.

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu (agama). [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: