[polor_menu]
[polor_menu]

<strong>Mengenalkan An-Nur II Guna Mencari Penerus Santrinya</strong>

Subuh-subuh rombongan dari Kudus, Jawa Tengah datang mengunjungi Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” bertepatan hari Ahad Legi, 19 Februari 2023. Pak Mujianto yang merupakan alumni Pondok An-Nur II sebagai ketua rombongan mengungkapkan kunjungan ini sebagai wujud silaturahmi dan memperkenalkan pondok ini kepada rombongan.

Pak Mujianto mengungkapkan, “Yang kedua saya bercita-cita ingin mempunyai penerus supaya ada anak tetangga untuk bisa dipondokkan di An-Nur…. Ya memang silaturahmi, ke Kiai Fathul Bari. Dan memang ingin untuk memperkenalkan saja ke tetangga, ke anak-anak kepada pondok An-Nur.”

Oleh karena berangkat kemarin (18/2/2023) sore dan tiba saat fajar, mereka melangsungkan salat Subuh berjemaah di Masjid An-Nur II bersama para santri. Usai salat Subuh, mereka menuju Raudlah KH. M. Badruddin Anwar dan membaca tahlil bersama. Lalu, mereka menuju ke Pendopo Al-Badari lantai 2.

Saat mereka memasuki ruangan sudah terdapat suguhan jajanan di tempat duduk. Mereka pun menempati tempat yang telah tersedia. Setelah itu, Kiai Fathul Bari mengisi pertemuan dengan beberapa tausiah.

Di awal mauizah, Kiai Fathul Bari menanggapi perjalanan mereka yang jauh dan memakan banyak waktu. Beliau mengatakan bahwa lelah karena perjalanan yang jauh merupakan salah satu penghapus dosa. Harapannya perjalanan ini bisa menghapus dosa-dosa mereka.

Filosofi An-Nur II dalam Kata “WISATA”

Kiai Fathul menjelaskan filosofi kata “WISATA”

Kemudian beliau menjelaskan tentang julukan Pesantren Wisata bagi An-Nur II. Beliau mengatakan, “Pondok Pesantren An-Nur, kaleh kabeh tiyang disebut Pesantren Wisata.” Alasannya, Kiai Badruddin Anwar suka dengan taman-taman yang berbau wisata.

Bahkan kata “WISATA” juga memiliki filosofi pada setiap hurufnya. Berawal dari huruf W yang memiliki arti surah Al-Waqiah.  Kiai Fathul Bari menjelaskan bahwa Kiai Badruddin menyuruh santrinya membaca surah ini agar dapat membantu orang lain dengan rezekinya.

 Selain itu, beliau juga menyampaikan salah satu hadis Nabi Muhammad SAW, “Sopo wone seng ajeg moco Waqiah ora bakal ketekan kemelaratan (Barang siapa yang bersungguh-sungguh membaca Al-Waqiah tidak akan tertimpa kemiskinan).

Selanjutnya huruf I adalah kependekan dari istigasah. Kiai Badruddin Anwar telah mengajarkan bacaan istigasah khas An-Nur II kepada santrinya yang saat ini telah biasa mereka baca.

Kemudian huruf S yaitu selawat. Kiai Fathul Bari mengatakan, “Beliau (Kiai Bad) mengajarkan para santri supaya memperbanyak selawat supaya mendapat syafaat. Tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat.”

Untuk huruf A yang pertama yaitu Asma’ Al-Husna bagi Allah SWT. Beliau menerangkan bahwa Asma’ Al-Husna merupakan perantara agar doa mudah terkabulkan.

Huruf T berarti tahlil. Dan A yang terakhir yaitu amal saleh. Sebagaimana Kiai Fathul Bari menjelaskan, “Tidak cukup zikir saja tanpa beramal baik.”

Setelah itu, beliau juga menjelaskan bahwa asal mula nama An-Nur dari sama abah Kiai Badruddin, Kiai Anwar Nur, pendiri Pondok An-Nur. Kemudian ada penyingkatan pada nama beliau sehingga menjadi An-Nur. Tujuan pengambilan nama pondok An-Nur dari asma beliau memiliki satu tujuan utama.

Sebagaimana ungkapan Kiai Fathul Bari, “Niki dadi pelajarane santri supaya berbakti nang wong tuwone (Ini menjadi pembelajaran bagi santri supaya berbakti kepada orang tuanya).” Para santri berbakti kepada orang tuanya dengan membaca doa Birrul Walidain. Secara tidak langsung, ia membantu orang tuanya dari pondok pesantren.

Setelah itu, Kiai Fathul Bari juga menceritakan seputar raudah Kiai Badruddin Anwar yang bernama A517. Selain itu, beliau juga menceritakan kisah Kiai Badruddin 40 hari sebelum wafat hingga tutup usia dan kisah-kisah beliau yang lainnya. Usai tausiah, Kiai Fathul Bari membacakan doa penutup dan berlanjut ke sesi ramah-tamah. Setelah itu, mereka juga sempat berkeliling ke pasar Ahad Legi.

(Riki Mahendra Nur C/Mediatech An-Nur II)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex