Wisuda STIKK: Awal Dari Segalanya

Wisuda STIKK: Awal Dari Segalanya

Peci hitam bertengger di kepala berpadu dengan jas dan celana hitam sebagai pembalut tubuh. Selendang hitam dengan motif emas menambah aura elegan para mahasantri yang berbaris di depan Aula Yaqowi.

Minggu, 25 Juni 2023 sebanyak 63 mahasantri Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning (STIKK) Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” resmi diwisuda. Bertempat di Aula Yaqowi, acara tersebut tidak hanya mengundang pengurus dan walisantri, tatapi juga tuan rumah pelaksanaan Praktik Dakwah Lapangan (PDL) yang sudah terselenggara beberapa bulan sebelumnya.

Sebagai permulaan acara, sejumlah mahasantri STIKK melantunkan bait-bait nazam Alfiyah Ibnu Malik. Setelah itu para wisudawan masuk bersama rombongan kirab. Acara kemudian berlanjut menuju rangkaian menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, Mars An-Nur.

Sebagaimana lazim, acara kemudian beranjak menuju sesi pembacaan Al-Qur`an dengan metode Bil Qolam oleh 6 mahasantri. Setelah para qari` turun dari podium, lalu MC mempersilakan perwakilan dari jenjang Diploma 1 dan Diploma 2 untuk menaiki podium demi melakukan demonstrasi.

Demonstrasi ini berkiblat pada kitab Alfiyah Ibnu Malik yang menjadi fokus kajian selama diploma satu dan Fathul Mu’in di diploma dua. Diploma 1 mengeluarkan 3 perwakilan, sedangkan diploma 2 mengeluarkan dua perwakilan yang mendapat pertanyaan dari hadirin sebagai bentuk demonstrasi.

Pasca berakhirnya sesi demonstrasi, acara berlanjut menuju sesi inti, prosesi wisuda. Pada sesi ini Gus Didik dan Ust Badrus berkesempatan memberikan penyematan kepada segenap wisudawan. Backsound lagu Qod Ansoha menambah momen haru prosesi tersebut.

Momen haru masih terus hadir hingga pengumuman wisudawan terbaik. Adalah Muhammad Khoirur Rohman, mahasiswa Diploma 2 A yang berhasil meraih gelar tersebut. Setelah itu acara berlanjut menuju pembacaan janji wisudawan, Sulthon Fadhila memimpin rekan-rekannya dalam sesi tersebut.

Tidak sampai di situ, momen haru kembali hadir saat pengumuman mahasantri berprestasi dari tiap kelas. Riuh tepuk tangan terdengar selama pembacaan nama-nama mahasantri berprestasi dan masing-masing dari mereka menaiki podium.

Pesan Saat Wisuda

Setelah para mahasantri berprestasi turun, MC mempersilakan Wildan Zaka sebagai perwakilan wisudawan untuk memberikan sambutan. Dalam sambutannya dia meengajak teman-temannya sesama wisudawan yang masih memiliki orang tua di sisi mereka untuk bersyukur. Sedangkan untuk mereka yang sudah kehilangan orang tua untuk bersabar dan yakin orang tua merekaturut menyaksikan dan bangga atas prestasi dan wisuda mereka dari alam sana.

Selajutnya, Ust Qosim Bukhori berkesempatan menyampaiakn sambutan kedua. Dalam sambutannya, dia menyampaikan terima kasih kepada Majelis Keluarga dan jajaran dosen atas didikan mereka kepada wisudawan serta meminta maaf atas kesalahan wisudawan.

Sambutan berikutnya berasal dari dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning (STIKK), Kiai Jazim Ahmadi kebagian amanah untuk menyampaikan hal tersebut. Dia menjelaskan bahwa wisuda bukan akhir dari masa pencarian ilmu, akan tetapi awal dari segalanya.

Dia juga menyampaikan bahwa semua dosen pasti berharap agar semua wisudawan menjadi lebih baik dari mereka. Namun, tidak satu pun dari mereka berharap para wisudawan menjadi pribadi yang sombong karena keilmuan mereka.

Dalam sesi yang sama, Kiai Ahmad Zainuddin mengutip sebuah syair, sebagaimana sering beliau lakukan tatkala menyampaiakn sambutan. Syair tersebut memiliki arti demikian, “belajarlah kalian karena sesungguhnya seseorang tidak lahir dalam keadaan pintar”.

Setelah Kiai Ahmad Zainuddin menyampaikan sambutan, giliran Kiai Fathul untuk memberikan orasi dan pesan-pesan kepada para wisudawan. Beliau menjelaskan bahwa yang penting dalam pencarian ilmu bukan hanya durasi belajar tetapi juga khidmat/pengabdian terhadap ilmu. Beliau menjadikan Ibnu Abbas sebagai contoh, Ibnu Abbas yang belajar hanya dua tahun setengah kepada Rasulullah bisa menjadi pembesar sahabat karena pengabdian beliau terhadap Rasulullah yang ceritanya sudah masyhur.

Acara siang itu akhirnya mencapai ujung. Kiai Syamsul membacakan doa sebagai pengharapan kepada Allah agar para wisudawan mendapat ilmu yang bermafaat dan berkah, serta sebagai penutup acara siang itu.

(Muhammad Abror S/Mediatech)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU