annur2.net – Magrib pada Senin, 8 Desember 2025, bus An-Nur yang membawa jemaah Ziarah Rasul kembali dari Makkah dan tiba di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”. Usai melaksanakan ibadah umrah, dengan para santri SMA juga mahasantri menyambut jemaah di pelataran masjid.
Kegiatan Ziarah Rasul kali ini berjalan lancar, yang dimulai sejak 26 November. Walau hanya terdapat sedikit halangan yang juga merupakan hikmah dari kegiatan ini, sebut Bapak H. Hanafi, S.Pd., M.Pd., pada wawancara bakda acara sambutan. Beliau merupakan ketua rombongan ini, sekaligus kepala sekolah di SMA An-Nur Bululawang.
Ziarah Rasul kali ini merupakan hadiah spesial kepada para pengajar di pendidikan formal yang ada di pondok pesantren ini. Total jemaah dengan istri serta anak mereka yang berjumlah 31 dari MI, SMP, hingga SMA An-Nur Bululawang.
Hadiah yang berasal dari Pondok Pesantren ini juga memberikan fasilitas dan pelayanan yang terbaik yang sama baiknya dengan kegiatan lainnya. Bapak Hanafi mengatakan, bahwasannya pelayanan di sini sangat bagus.
“Salah satunya sebelum berangkat itu, jadi apa namanya, manasiknya empat kali, tiga kali di pondok dan keempat manasik di hotel.” Ucap Bapak Hanafi. Beliau juga menyebutkan terdapat pelayanan travel dan kamar yang khusus, dan semua kegiatan perjalanan telah diurus dengan aman terkendali.
Pesan dari Bapak Hanafi, “Sehat di sini belum tentu sehat di sana, kalau di sini belum sehat di sana malah sehat.” Beliau berpendapat bahwasanya kalau sudah sehat kita juga harus memohon kepada Allah secara batin untuk diberi kesehatan. Kita tidak cukup menjaga kesehatan dengan hal rasional, tapi juga perlu pertolongan Allah.
“Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘aẓīm. Jadi tiada perbuatan kecuali datangnya dari Allah. Anda sehat, begitu sampai sana terkena sedikit sakit saja sudah merasa terganggu. Tapi kalau di sini merasa sehat, tapi dengan prinsip, ‘lahaula wa la quwata saya mudah-mudahan sehat,’ itu sudah hebat.” Kesan beliau Bapak Hanafi.
Pesan terakhir dari beliau, ketika akan melaksanakan ibadah haji atau umrah sangat harus disiapkan betul segala hal, dari ilmu, kesehatan dan mental. Dengan begitu, setelah melaksanakan kegiatan ibadah tersebut dan mempersiapkan hal yang diperlukan maka akan berhasil baik dan lancar.
(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)
