Rabu (16/03/22), dalam wawancara eksklusif itu, bersamaan dengan mimik yang semringahnya, Bpk. Solekhan, salah satu pengantar jemaah Ziarah Rasul ke-15 asal Blitar mengucapkan sedikit kata untuk sebelum prosesi pemberangkatan dilaksanakan. “Mudah-mudahan, (jemaah) yang ikut menjadi (jemaah) umrah yang mabrur.”
Pukul 05.15, beberapa waktu seusai Subuh. Di depan masjid An-nur II, embun pagi masih arak-arakan di setiap penjuru pesantren, dan dingin. Para santri berdatangan dan duduk mengisi pelataran masjid An-Nur II sambil membawa sebuah kitab selawat di dekapan tangannya. Lalu duduk berkumpul bersama—sembari mebaca selawat Burdah karya Syekh Bushiri. Menanti keberangkatan jemaah umrah yang ditunggu-tunggu.
Alur Pemberangkatan Jemaah Umrah An-Nur II
Selagi para santri serentak sibuk membaca rangkaian selawat dengan serentak, para jemaah Ziarah Rasul ke-15 terlebih dulu diarahkan untuk melaksanakan pembacaan tahlil dan istigasah di makam Al-Maghfurlah KH. M. Badruddin Anwar. Dipimpin langsung oleh Dr. KH Fathul Bari, S.S, M.Ag, pengasuh An-Nur II, 28 jemaah rombongan lengkap dengan para pengantarnya itupun melakukan sesi pertama acara di maqbarah dengan khidmat.
Lekas pembacaan tahlil dan istigasah, tiap-tiap jemaah menerima syal pemberangkatan Ziarah Rasul bertuliskan “An-Nur II”. Kemudian beranjak meninggalkan area makam. Berjalan di samping kumpulan santri yang menyambutnya di depan masjid sambil membaca selawat, jemaah tersebut dipersilakan untuk memasuki masjid An-Nur II dan melaksanakan salat sunnah Safar dua rakaat.
Selepas melaksanakan salat, jemaah dan pengasuh pun menempati tempat yang telah disediakan di serambi masjid. Tepat setelah itu, selaku pembawa acara, Ustaz Badri Ihya segera naik ke atas podium dan membuka acara.
Mewakili keluarga pengasuh, Kiai Zainuddin berkesempatan untuk memberikan sambutan pertama. “Hari ini, kita bisa memberikan penghormatan secara langsung kepada pera jemaah yang akan sowan ke panggilan Allah SWT.”
Dalam sambutan tersebut, Kiai zainuddin juga berpesan kepada para jemaah. Bahwasannya orang yang sowan ke kanjeng Nabi akan mendapatkan sepuluh kemuliaan. Keterangann ini disarikan dari kitab I’anatut Tholibin. Beliau pun berujar, agar pemberangkatan jemaah Ziarah Rasul itu juga senantiasa mendapat kemuliaan-kemuliaan yang dimaksudkan dalam sambutan tadi.
Setelah sambutan dari perwakilan keluarga besar pondok pesantren, sesi pun berganti ke sambutan yang akan disampaikan oleh ketua rombongan umrah tersebut, Dr. KH. Fathul Bari, S.S, M.Ag. Mengawali sambutannya tersebut, beliau turut mengucapkan rasa syukur atas terlaksananya kembali kegiatan Ziarah Rasul, setelah vakum karena pandemi Covid-19.
Tak lupa, di akhir sambutannya, Kiai Fathul pun berpesan kepada jemaah Ziarah Rasul yang akan berangkat ke tanah suci itu. Terutama, supaya mereka senantiasa mendoakan seluruh santri yang belajar di An-Nur II agar memiliki kesempatan yang sama untuk pergi ke tempat yang akan mereka tuju. Mendengar ucapan Kiai tersebut, kompak, para santri pun mengamininya dengan serentak “Amin ….”
Mengakiri acara, sesi pun ditutup dengan pembacaan yang dibacakan oleh KH. Syamsul Arifin dan KH. Fadhol Ahmad Damhuji secara berurutan. Kemudian jemaah baru dipersilakan beranjak pergib ke bus pemberangkatan.
Sekilas Momen Spesial Ziarah Rasul ke-15
“Labbaikallahumma labbaik ….” Seketika, lantunan syiir yang tak asing di dengar bagi jemaah umrah dan haji itupun terdengar dari pengeras suara. Isak haru dari tiap keluarga jemaah pun pecah. Beberapa di antaranya terlihat menitikan air mata.
Para santri dan dan seluruh jajaran asatidz serempak mengikuti jemaah Ziarah Rasul ke-15 dari arah belakang belakang menuju bus pemberangkatan. Baik para santri ataupun pengantar jemaah yang hadir, saat itu, mereka melihat prosesi kegiatan Ziarah Rasul yang spesial di An-Nur II—memorabilia yang tak tergantikan.
“Syukur alhamdulillah, hari ini saya dapat melihat seluruh prosesi Ziarah Rasul dari awal hingga akhir. Ini yang prtama kali melihatnya,” ujar Mudzi’ (18), santri kelas 2 SMA.
(Arif Rahman/Mediatech)
