Ziarah Rasul: Acara Pelepasan Jemaah Umrah

Ziarah Rasul: Acara Pelepasan Jemaah Umrah

Matahari belum terbit, yaitu sekitar jam 04.30 Bapak Muhammad Suki bersama istri berangkat menuju Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” (Pesantren Wisata). Langit masih petang dan perutnya itu masih belum terisi oleh nasi. Meski begitu, di dalam hatinya ia merasakan rasa senang dan rasa bahagia.

Setelah zikir salat subuh yang biasa santri-santri An-Nur II terlaksana, mereka langsung beranjak menuju pelataran Masjid An-Nur II. Ada yang berbeda dengan hari ini, Senin (10/10/2022) dengan hari biasanya. Di hari-hari normal, para santri melaksanakan pengajian bersama pengasuh, Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. Namun untuk hari ini, santri-santri akan melepas para Jemaah Ziarah Rasul ke-16 An-Nur II.

Maka, dengan adanya acara ini, santri-santri membaca burdah untuk selagi menunggu para seluruh Jemaah datang. Sedangkan di sisi lain jembatan menuju Masjid An-Nur II para Jemaah masih memarkirkan kendaraan mereka. Kerabat mereka turut datang untuk melepas kepergian mereka. Selain memarkirkan kendaraan, mereka juga menurunkan barang-barang seperti koper dan saudara-saudaranya.

Barang-barang mereka itu mereka taruh di kantor pusat An-Nur II yang nantinya para panitia akan membawanya ke dalam bagasi bus. Para Jemaah juga menuju kantor pusat untuk keperluan lainnya, seperti mengurusi administrasi yang belum tuntas atau sekedar berbincang dengan keluarga sebelum keberangkatan mereka.

Agenda Jemaah Ziarah Rasul Sebelum Menuju Bus

Setelah selesai mengurusi kepentingan yang ada di kantor, para Jemaah naik melewati jembatan menuju ndalem yang terletak di samping Masjid An-Nur II. Mengikuti mereka, Ustaz Farkhi yang mengurusi administrasi Ziarah Rasul membawa mafela warna biru yang bertulisankan “An-Nur II”. Sehingga ketika Jemaah keluar di leher mereka menggantung syal biru tersebut.

Mereka keluar menuju makam pengasuh pertama, Al-Maghfurlah Romo KH. Badruddin Anwar. Di sana mereka membaca tahlil berharap perjalanan lancar dan berkah. KH. Zainuddin selaku ketua rombongan Ziarah Rasul yang berjumlahkan 24 ini memimimpin bacaan tahlil. Untuk bulan ini jemaahnya berjumlah 24 dan bulan depan, November berjumlah 29.

Selepas dari makam, para Jemaah menuju panggung yang terletak di depan Masjid An-Nur II. Bersamaan dengan hal itu bacaan burdah mencapai bait-bait terakhir. Kemudian sekiranya para Jemaah duduk, MC, Ustaz Yusuf Rizqullah bertindak. Ia membacakan kegiatan-kegiatan yang akan terlaksana dan sekaligus membuka acara dengan Surah Al-Fatihah.

Kegiatan kedua, sambutan-sambutan. Sambutan pertama, Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag selaku perwakilan majelis keluarga kebagian mandat untuk menyampaikan sambutan. Awal sambutannya beliau berkata seperti ini, “Sekarang kalin yang melepas keberangkatan Jemaah, semoga nantinya kalian yang dilepas.”

Masih dalam sambutannya , beliau mengatakan jika Ziarah Rasul di An-Nur II terbatasi kuotanya. Pembatasan ini guna kenyamanan bersama, agar setibanya di Baitullah para Jemaah tidak kececeran. Karenanya semisal ada kelebihan orang saat pendaftaran, bulan depannya lagi An-Nur II kembali melaksanakan ziarah rasul.

Beliau juga mengatakan bahwasannya pergi umrah meski belum haji tidak usah berkecil hati. Banyak orang desa tidak tahu, jika haji dan umrah ini sama-sama wajibnya. Jadi, tidak masalah melakukan umrah walau belum pernah haji. Apalagi di Indonesia ini sekarang mengantre haji sekitar 70 tahun.

Terakhir, beliau mengatakan enaknya ikut rombongan An-Nur II. Yaitu mendapatkan doa dari ribuan santri. Sehingga peluang doa mustajab itu lebih besar. Lalu, beliau juga menitipkan pesan dari An-Nur II untuk Rasulullah kepada Jemaah. Sambutan beliau selesai dan berlanjut sambutan dari KH. Zainuddin selaku ketua rombongan.

Acara mencapai klimaks. KH. Syamsul-salah satu dari mejelis keluarga An-Nur II selain KH. Zainuddin yang ikut-kebagian untuk berdoa. Beliau memimpin doa dan santri-santri serta Jemaah ikut mengamini. Acara pun selesai.

Para Jemaah pun berdiri dan beranjak menuju bus. Sambil berjalan menuju bus, para Jemaah saling berangkulan dengan keluarga mereka. Para santri berdiri membentuk jalan untuk mereka. Momen saling merangkul itu menjadi momen yang mengharukan dan menjadi momen pelepasan terakhir sebelum akhirnya mereka naik ke bus.

BNI a/n An Nur 2 : 4321-1979-02

(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU