annur2.net – Jami’iyyah Pengajian Muslimah Nurudh Dhiya’ Gresik baru saja menyelenggarakan Ziarah dan Safari Wisata, secara tidak langsung Ketua Rombongan menyebut seperti itu, ke Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” yang berjulukan Pesantren Wisata, Ahad, 18 Mei 2025.
Jami’iyah Pengajian Muslimah Nurudh Dhiya’ merupakan sebuah organisasi pengajian di Dusun Bugudoyok, Kelurahan Tlogopatut, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik. Kegiatannya berupa pembacaan surah Yasin, Tahlil, dan Al-Mulk; kasidah Burdah; Ratib Al-Hadad; dan selawat Nabi setiap minggu berganti-ganti.
Pada hari-hari besar Islam, seperti Maulid Nabi dan Isra Mikraj juga mengadakan kegiatan untuk memperingatinya. Bulan Muharam pula mengadakan santunan anak yatim. Ada pula kegiatan setahun sekali untuk berziarah ke makam para wali.
Sedangkan agenda ziarah tahun ini cukup berbeda daripada sebelumnya, yaitu ke pondok pesantren. “Baru kali ini ada silaturahmi ke pondok pesantren. Jadi ini adalah kegiatan baru bagi kami.” Ungkap Ibu Dwi Ernawati selaku ketua Jami’iyah Pengajian Muslimah Nurudh Dhiya’.
Sebenarnya Jam’iyah Pengajian Muslimah Nurudh Dhiya’ ingin datang ke An-Nur II pada pagi hari. Namun, An-Nur II kedatangan kunjungan dari Majelis Taklim Nurul Hidayah Surabaya pada pagi itu. Akhirnya, rombongan Nurudh Dhiya’ datang pada sore hari dan mampir ke Batu terlebih dahulu.
Kali Pertama Ziarah dan Berwisata di Pesantren Wisata
Kedatangan rombongan Muslimah Nurudh Dhiya’ dalam rangka bersilaturahmi dan mendapatkan nasihat. “Dalam rangka mendapatkan nasihat-nasihat, mendapatkan pitutur-pitutur, amalan-amalan yang menjadi wawasan bagi kami dari beliau Romo Kiai Fathul Bari.” Tutur Ibu Ernawati.
Di sisi lain, tujuan kunjungan ini untuk berziarah ke Raudlah Al-Maghfurlah R. KH. Muhammad Badruddin Anwar. Ziarah adalah salah satu rutinan tahunan di organisasi mereka. “Mudah-mudahan kita mendapatkan keberkahan dari Romo Kiai Badruddin Anwar dan juga Ning Sakhiyyah Dzurriyyah.” Lanjutnya.
Mereka memilih berziarah Kiai Badruddin karena kebetulan putri Ibu Ernawati mondok di Pondok Pesantren An-Nur II. Ibu Ernawati menjelaskan, “Kebetulan putri saya di sini, Mas. Putri saya ada di Pondok Putri, keponakan saya ada di Pondok Putra.”
Ibu Ernawati memandang An-Nur II sebagai pondok yang modern dan bagus dari segala aspek. “Bagus secara bangunan, penampilannya bagus, prestasinya bagus, kemudian manajemennya saya kok melihat bagus begitu lho.” Kesan Ibu Ernawati kepada An-Nur II saat wawancara bersama tim multimedia. “Jadi kepingin tak ajak jamaah ini. Akhirnya ke sini.” Lanjutnya.
Julukan Pesantren Wisata untuk An-Nur II menjadi hal yang unik menurut Ibu Ernawati. “Apalagi dari nama Pesantren Wisata ada keunikan sendiri. Jadi selain kita wisata itu juga menyambung ke Pesantren Wisata.” Ucapnya. “Biasanya jamaah hanya ziarah saja, ini saya tambahi wisata. Nanti kalau ditambahi ‘wisata’ sekalian mampir ke Pesantren Wisata.” Lanjutnya sambil tertawa.
Para rombongan berencana keliling Pondok Pesantren An-Nur II. “Nanti kalau ada waktu, kami safari pondok An-Nur II ini.” Ucapnya saat sambutan. Namun karena waktu tidak mencukupi dan waktu sudah mulai malam, safari pondok pun batal.
Usai kunjungan, Ibu Ernawati berharap agar silaturahmi dengan An-Nur II tetap bersambung. “Harapannya silaturahmi ini tidak berhenti sampai di sini. Jadi tetap nyambung, baik pada anaknya, atau ada silaturahmi selanjutnya, nggeh.” Ungkap Ibu Ernawati di akhir wawancara.
(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)
