Wisuda SMA An-Nur: Bekal Wisudawan untuk Masa Depan
“Kami wisudawan SMA An-Nur dengan ini berjanji…” Kumandang ikrar janji wisuda telah terdengar. SMA An-Nur Bululawang menggelar acara wisuda tahun ajaran 2022/2023 untuk pelepasan siswa-siswanya pada Ahad pagi, 21 Mei 2023 di Aula Ya Qowi.
Sejak pagi, tim Banjari telah menyambut para wisudawan dan wali wisudawan di area Aula Ya Qowi. Sembari menunggu acara mulai, wisudawan dapat bersama orangtua terlebih dahulu. Kemudian mereka menuju tempat duduk yang tersedia.
Permulaan wisuda, grup BASPARA (Basis Santri Pengibar Bendera) masuk ke ruangan melakukan kirab wisuda. Beberapa berformasi pedang pora dan sebagian lagi meletakkan bendera. Beberapa guru SMA An-Nur juga ikut ke atas panggung. Setelah itu, semuanya menuju tempat masing-masing.
Selanjutnya menyanyikan lagu Indonesia Raya. MC mempersilakan para hadirin untuk berdiri. Kemudian seorang dirigen menuju ke panggung memimpin bernyanyi bersamaan dengan instrumen.
Selesai bernyanyi, acara berpindah ke pembacaan ayat suci Al-Quran oleh seorang santri. Acara selanjutnya yaitu pembacaan surat keputusan wisuda oleh Bapak Syaichu Rohman Arif, S.Pd.I. Usai pembacaan surat keputusan, menuju acara inti yaitu prosesi wisuda.
Saat prosesi wisuda, para wisudawan dari barisan depan memberikan kertas namanya kepada panitia. Lalu panitia memanggil nama-nama mereka satu per satu. Wisudawan yang telah terpanggil menuju ke panggung dua-dua. Ketika penyematan, salah satu penyemat memindah tali toga dari kiri ke kanan dan penyemat yang lain memberikan tabung wisuda.
Para hadirin kembali berdiri dan menyanyikan lagu Mars An-Nur. Pada saat menyanyikan lagu ini, para wisudawan kompak melambaikan tangannya ke atas.
Setelah sesi tersebut, acara berganti ke pemberian penghargaan bagi wisudawan-wisudawan berprestasi. Prestasi yang di sini sebagai berikut: Siswa yang mendapat tempat pertama tiap jurusan di kelas idaman, juga siswa yang di kelas regular, dan siswa penghafal 30 juz.
Setelah itu, acara pun berpindah ke pembacaan janji wisuda oleh Kiai Husni Mubarok. Selepas pembacaan janji wisuda, sesi selanjutnya yaitu sambutan-sambutan. sambutan pertama dari Kepala Sekolah SMA An-Nur, H. Hanafi, S.P., M.Pd.I. Beliau menyampaikan bahwasanya ada 779 siswa-siswi yang purna tahun ajaran 2022/2023 ini.
Sambutan kedua dari perwakilan wali wisudawan Bapak H. Ibnu Imam. Dalam sambutan tersebut, beliau menyampaikan, “Kami mengucapkan beribu terima kasih sehingga (anak kami) bisa belajar di Pondok Pesantren An-Nur II ini.” Di akhir sambutan, beliau berpesan, “Kami berharap di mana pun kalian berada jangan sampai almamater (santri) kalian hilang.”
Yang terakhir, Kiai Zainuddin Badruddin mewakili majelis keluarga menyampaikan sambutan. Pertama, beliau menyampaikan terima kasih kepada para wali wisudawan yang telah memondokkan anaknya ke An-Nur II.
Lalu, beliau menuturkan perkataan seorang ulama, “Seorang anak bisa menjadi sukses sebab doa dan dukungan orangtua. Begitu juga orangtua bisa sukses sebab amal baik anaknya.”
Menutup sambutan, Kiai Zainuddin menyampaikan beberapa pantun berisi pesan-pesan yang memecah suasana wisuda. “Kalau mencari ikan, jangan lupa dimakan. Kalau mencari ilmu, jangan lupa diamalkan,” salah satu pantun beliau.
Beberapa Wejangan untuk Wisudawan
Sehabis penyampaian sambutan-sambutan, menuju acara selanjutnya yakni orasi ilmiah dari Pengasuh Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”, Dr. KH. Fathul Bari S.S., M.Ag. Beliau mengucapkan, “Selamat kepada wisudawan dan para santri yang telah diwisuda.”
Lalu, beliau berpesan, “Santri kalau pulang jangan lupa WISATA.” Kata WISATA adalah singkatan dari Al-Waqiah, Istigasah, Selawat, Asmaulhusna, Tahlil, dan Amal saleh yang merupakan filosofi dari kata Pesantren Wisata, julukan An-Nur II.
Selain itu, Kiai Fathul Bari menyampaikan nasehat bagi wisudawan yang akan masuk perkuliahan. “Jadikan perkuliahan sebagai sarana bukan tujuan.” Beliau mengimbau agar berpikir dulu apa yang para wisudawan lakukan setelah kuliah atau cita-citanya. Kalau tidak sesuai dengan cita-citanya, kuliah empat tahun itu akan rugi.
Kemudian Kiai Fathul Bari berpesan, “Santri tatkala pulang jangan menganggur.” Kalaupun belum bekerja atau kuliah, mestinya ‘ngelembur’. Maksudnya ialah beribadah di malam hari bukan bergadang untuk perkara duniawi. “Insyaallah, tidak lama akan ditunjukkan jalan yang terbaik untuk kerja atau kuliah kalian,” jelas beliau.
Terakhir, beliau juga berpesan, “Jangan PHP kepada orangtua.” Jangan sampai di pondok bermalas-malasan, sering tidur, dan jarang belajar. Padahal sudah lama mondok, tetapi ketika pulang ia tidak mendapat apa-apa.
Selesai orasi ilmiah, santri bernama Andika Setyawan naik ke atas panggung. Ia menyanyikan lagu Syaikhona Badruddin dengan instrumen yang membarenginya. Setelah itu, menuju acara terakhir yaitu penutup dan doa dari Kiai Syamsul Arifin.
(Riki Mahendra Nur C/Mediatech An-Nur II)
