Wisuda Perdana Ma’had Aly An-Nur II

Wisuda Perdana Ma’had Aly An-Nur II

“SMP mondok, SMA mondok, S1 gak mondok, gak bahaya tah?” Ucap Iqbal Imami sebagai perwakilan mahasantri untuk menyampaikan sambutan. Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., menanggapi statement tersebut dalam mauizah hasanahnya, “Mondok suwi tapi gak khidmat, gak bahaya tah?”

Hari Sabtu, tanggal 24 Juni 2023 wisuda Ma’had Aly terlaksana. Bertempatkan di Aula Ya Matin, mulai dari kirab wisudawan hingga mahasantri keluar, berjalan lancar. Wisuda ini merupakan wisuda pertama di Ma’had Aly An-Nur II.

Sekitar jam delapan pagi, wisudawan mengenakan jas biru dengan kemeja putih di dalamnya dan memakai celana hitam beralaskan sepatu. Mereka berbaris di tangga menuju Aula Ya Matin.

Baspara (Basis Santri Pengibar Bendera) berada di barisan paling depan dengan membawa bendera. Berjalan di belakangnya adalah para dosen Ma’had Aly. Mengikuti mereka adalah para wisudawan.

Mereka berjalan memasuki Aula. Agenda paling awal wisuda angkatan pertama ini adalah kirab wisudawan. Setelah peletakan bendera selesai, dosen dan mahasantri menuju tempat duduknya masing-masing. Pasukan Baspara kembali keluar aula.

Video profil menjadi suguhan pertama di layar proyektor. Video ini tampil setelah pembukaan dari MC. Guna dari video ini, mempresentasikan sistem Ma’had Aly, kegiatan, prestasi, jurusan, mata kuliah, dan lain-lain.

Setelah video ini selesai, Bapak Kholili maju ke panggung untuk membacakan surat keputusan kelulusan. Wisuda ini kemudian langsung menuju ke acara penyematan dan sungkeman.

Santri akan maju bersama kedua orang tuanya. Ayah maupun ibu atau siapapun yang menjadi wali akan duduk di bagian kanan panggung jika melihat dari arah penonton. 

Mahasantri menuju ke panggung bagian kiri untuk menerima kalung dan rapor oleh dewan penyemat. lalu, mereka akan menuju ke panggung bagian kanan untuk menyalami kedua orang tua mereka. Mereka pun pergi ke backstage.

Mahasantri kembali menuju panggung. Kali ini untuk mengucapkan ikrar santri. Huda, salah satu wisudawan menjadi orang yang memimpin dalam agenda ini. Semua wisudawan akan mengikuti ikrar yang ia diktekan.

MC lalu memanggil Aza, salah satu wisudawan untuk mengkoordinasikan demonstrasi dari karya-karya yang mereka punya. Ada tujuh karya yang mereka punya dan semuanya berupa karya tulis.

Empat darinya adalah kitab berbahasa Arab yang mereka susun secara sistematis dan tiga sisanya menggunakan bahasa Indonesia. Ada delapan orang yang berada di panggung untuk mendemonstrasikan empat kitab karya mereka. 

Empat kitab tersebut: Ahadisul Ahkam yang membahas hadis, Al-Masail Al-Muqoronah yang membahas perbandingan mazhab dan metodologi pengambilan hukum, Al-Maahid Al-Fiqhiyah yang berisi proses ulama mencetuskan hukum, Al-Madkhol fi Fiqhi tasni’ yang menjelaskan teori dan dasar penyimpulan hukum yang berkaitan dengan industri.

Agenda selanjutnya ialah sambutan. Pertama sambutan dari wisudawan, yakni Iqbal Imami. Kedua dari majelis keluarga An-Nur II dalam hal ini adalah Kiai Zainuddin. Berlanjut dengan mauizah hasanah dari Kiai Fathul Bari.

Proyektor kembali beraksi. Sesi ini, sebuah video yang menampilkan para mahasantri mengucapkan minta maaf dan rasa terima kasih kepada orang tuanya yang telah membiayai dan memberi uang saku, juga dukungan.

Selanjutnya adalah orasi ilmiah. Perwakilan dari Kemenag Kabupaten Malang, Bapak Sonhaji, S. Ag., M.H. Akhir dari orasinya, beliau mendapat cendera mata berupa tujuh karya Ma’had Aly.

Terakhir ialah doa. Dalam hal ini, Kiai Syamsul sebagai pemimpin doa. Acara pun selesai.

(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2026 Mediatech An-Nur II