Wisuda MI An-Nur: Pelepasan Wisudawan-Wisudawati MI

Wisuda MI An-Nur: Pelepasan Wisudawan-Wisudawati MI

Kepala Sekolah MI NU (Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama) An-Nur menyemat 71 wisudawan dan wisudawati. MI NU An-Nur mengadakan Wisuda Pelepasan MI NU An-Nur tahun ajaran 2022/2023 pada Ahad, 25 Juni 2023 di Aula Yaqowi. Para wali murid juga turut hadir di sana untuk menyaksikan pelepasan buah hatinya dari MINU An-Nur .

Sebagai pembuka acara, tiga siswa pengibar bendera, kepala sekolah dan dewan guru, para wisudawan dan wisudawati melakukan kirab wisuda. Lanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars MI dan Mars An-Nur. Setelah itu, pembacaan surat keputusan kelulusan tahun ajaran 2022/2023.

Selanjutnya, sesi acara menuju prosesi wisuda. Ibu Hj. Mahsusotul Rohmaniyah, M.Pd.I., Kepala Sekolah MI An-Nur, sebagai penyemat dan Bu Naswa, M.Pd.I., sebagai pemberi buku rapor menuju meja di atas panggung. Kemudian seorang guru memanggil nama wisudawan/i satu per satu.

Setelah itu, mereka berbaris di belakang penyemat. Usai penyematan, para wisudawan-wisudawati berfoto bersama dewan guru. Lalu dewan guru kembali ke tempat duduk masing-masing.

Mereka tetap duduk di barisan masing-masing di atas panggung. Penampilan pertama ialah pembacaan puisi dari satu wisudawan. Kemudian pembacaan beberapa surah juz 30. Salah satu wisudawan memimpin bacaan dan yang lain mengikutinya.

Terakhir menyanyikan lagu Selamat Tinggal Guru dan Kawanku. Salah satu wisudawati menjadi dirijen dan para wisudawan-wisudawati bernyanyi sambil melangkah ke kanan dan ke kiri. Kemudian, pembacaan ikrar wisuda. Satu siswi memimpin pembacaan tersebut dan yang lain mengulanginya.

Menuju sesi penyampaian sambutan-sambutan. Sambutan pertama dari Kepala Sekolah MINU An-Nur Ibu Hj. Mahsusotul Rohmaniyah, M.Pd.I.

Beliau juga membacakan beberapa prestasi wisudawan-wisudawati. Lalu beliau mengucapkan harapan, para wisudawan-wisudawati melanjutkan jenjangnya di pondok pesantren. Beliau juga mengucapkan, “Selamat jalan, anak-anakku. Kalian lanjutkan. Perjalanan kalian masih panjang, ke jenjang yang lebih tinggi.”

Terakhir beliau menyampaikan tiga pesan: jagalah semangat belajar, jadilah anak yang berbakti kepada kedua orangtua, dan jagalah nama baik sekolah.

Sambutan kedua dari Bapak Muhammad Khoirun mewakili seluruh wali wisudawan. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada pihak guru dan pengajar. Beliau juga menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan anak-anak mereka.

Pesan untuk Orang Tua dan Sang Anak

Terakhir, sambutan ketiga sekaligus orasi ilmiah dari Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. Beliau menyampaikan ,”Anak bisa menjadi kebanggaan orangtua.” Seorang anak yang baik bisa menjadi parfum bagi orangtuanya di akhirat sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. Beliau menambahkan, “Anak yang mendoakan orangtuanya, ketika orangtuanya meninggal, maka anak itu akan menjadi pembela orangtuanya di akhirat.”

Tetapi terkadang anak bisa jadi sebaliknya, merugikan orangtuanya. Justru hal ini tergantung pada didikan orangtuanya. Anak menjadi baik atau sebaliknya melihat cara orangtuanya mengasuh sang anak. “Anak terlahir suci dan fitrah. Yang menjadikan anak Nasrani atau Yahudi adalah orangtuanya,” kiasan dari Kiai Fathul Bari.

Beliau juga berpesan agar orangtua tidak kalah dari anaknya. “Orangtua harus bisa mengarahkan anaknya. Makanya jangan sampai kalah dalam mengarahkan anak,” ucap beliau. Selain itu, jangan sampai orangtua terlalu membanggakan kelebihan anaknya. Beliau menjelaskan, “Jika urusan dunia, pendidikan-pendidikan dunia, sesukses-sukses anak tidak akan bertahan lama.”

Setelah penyampaian sambutan dan orasi ilmiah, Bapak Miftahul Munif selaku wali kelas 6 menyampaikan nama-nama wisudawan peraih juara kelas. Terdapat enam juara: tiga wisudawan dan tiga wisudawati. Lal

Kemudian, berpindah ke sesi terakhir yaitu penutup dan doa dari Kiai Syamsul Arifin. Lalu berfoto bersama. Tak berhenti di sini, para dewan guru dan wisudawan-wisudawati keluar ke depan Aula Yaqowi. Mereka berkoreografi, para wisudawan-wisudawati membentuk lingkaran dan memegang balon biru atau putih. Lalu para guru di tengah-tengah mereka. “71 balon sudah kalian pegang. Mari kita lepas bersama dengan mengucapkan bismillahirrohmanirrahim,” mereka pun melepaskan balon-balon tersebut.

(Riki Mahendra Nur C/Mediatech An-Nur II)

Home
PSB
Search
Galeri
KONTAK