annur2.net – Terbungkus rapi dengan balutan doa dan selawat. Ma’had Aly Pondok Pesantren An-Nur “Al-Murtadlo” kembali melepas mahasantri angkatan 3 yang telah menuntaskan pendidikan tinggi di sana.
Sebuah perhelatan yang haru menyatunya air tangis santri, guru, dan orang tua menjadi pamungkas perjalanan belajar mereka di Ma’had Aly An-Nur II. Tepat pada Minggu, 29 Juni 2025 bertempat di aula Yamatin, perhelatan haru tersebut berlangsung.
Dua puluh empat mahasantri berhasil menyelesaikan dan menuntaskan segala tugas dan rintangan yang mereka hadapi. Menghasilkan karya terbaik mereka berupa kitab dan buku sebagai bentuk pencapaian dan bukti perjalanan belajar mereka di Ma’had Aly An-Nur II.
Karya Wisudawan Angkatan 3 untuk Umat
Mereka menyajikan karya yang sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat di luar sana. Menjawab dan menyelesaikan permasalahan umum yang sering terjadi di masyarakat luar dengan menggandeng ilmu syariat.
Dua belas karya di bidang ilmu fikih baik berupa kitab ataupun buku. Salah satunya adalah membahas hukum persewaan alat pesta mencangkup sound horeg berdasarkan ilmu fikih. Judulnya Fikih Persewaan Alat Pesta: Analisis Komprehensif Fikih dalam Industri Persewaan Alat Pesta. Karangan dari Ahmad Fazabi Aufar Husni, S.Ag., yang bapaknya merupakan owner dari salah satu penyedia persewaan alat pesta, Gemilang Jaya.
Ini salah satu keunikan lulusan Ma’had Aly tahun ini. Anak mencari hukum mengenai pekerjaan sang ayah. Kemudian mereka juga menghasilkan dua karya kitab dan buku di bidang ilmu Tauhid. Salah satunya yang berjudul Khazanah Tauhid: Menyingkap Sifat Ilahi dan Risalah Nabi karya Moehammad Nurjani, S.Ag., mendapat predikat terbaik dengan nilai 95 dari penguji.
“Judulnya itu Khazanah Tauhid. Dengan perolehan nilai 95 kalau gak salah saat sidang akhir.” Ungkap Syamsul Arifin, wisudawan yang moderator demonstrasi di atas panggung.
Berikutnya karya dalam bidang kebahasaan bertotal tiga karya berupa buku dan kitab. Kemudian satu karya di bidang ilmu Tasawuf dan ilmu sejarah. Kebanyakan semua karya itu selaras yang kebutuhan masyarakat saat ini.
Sarjana Tetap Beradab
Selain itu, demonstrasi dari wisudawan untuk menunjukkan hasil belajar mereka sudah maksimal. Sesi ini di wisuda Ma’had Aly lebih menarik sebab membahas tata cara mendidik anak dengan tepat menurut ajaran agama Islam. Pembahasannya membedah hadis Nabi Muhammad saw.,
مُرُوا الصَّبِيَّ بِالصَّلَاةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِينَ فَاضْرِبُوهُ عَلَيْهَا
Intinya seorang wali dari anak harus memerintahkan anaknya untuk salat pada umur tujuh tahun dan memukulnya pada umur sepuluh tahun jika masih belum melakukannya. Tetapi, pukulannya tidak boleh menyakitkan tapi mendidik.
Spesialnya lagi saat sesi pertanyaan menampakkan hubungan keharmonisan si anak yaitu Muhammad Ahsani Taqwim A. J., S.Ag., salah satu wisudawan bersama ayahnya, Bapak Abdul Jalal. Sang ayah menanyakan hukum atau tanggapan Islam mengenai perilakunya kepada anaknya dalam demonstrasi itu.
Sang Ayah menanyakan bagaimana jika membangunkan anaknya untuk salat Subuh menggunakan cipratan air. Pertanyaan tersebut mengacu pada yang ia lakukan kepada anaknya, Ahsan, dulu. Akhirnya, si anak, Ahsan menanggapi bahwa yang ayahnya lakukan sudah sesuai dengan ajaran syariat Islam. Tidak berlebihan (melewati batas) dalam mendidiknya.
(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)