Wisuda dan Ikhtitam: Metode Al-Miftah Kunci Pondasi Ilmu Salaf
annur2.net – Senandung nyanyian santri yang merdu nan penuh makna menutup puncak perjalanan menuntut ilmu Al-Miftah. Dua lagu mereka persembahkan kepada guru, Kiai, dan wali murid di Aula Yaqowi Pondok Pesantren Putri An-Nur II “Al-Murtadlo”. Kamis, 05 Juni 2025, acara Wisuda dan Ikhtitam Ad-Darsi Al-Miftah Lil Ulum: Al-Miftah Kunci Pondasi Ilmu Salaf
Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” memiliki 198 santri yang lulus sesuai standar Pondok Pesantren Sidogiri yaitu hingga bab jemaah dan Pondok An-Nur II yakni hingga bab istinja’ dari kitab Fath Al-Qarib Al-Mujib. Pondok Sidogiri akan mengeluarkan sertifikat resmi bagi santri yang mencapai standarnya, begitu juga Pondok An-Nur II. Sedangkan 380 santri yang sudah menamatkan pembelajaran metode Al-Miftah di Pondok Pesantren An-Nur II.
Pada tahun ini metode pembelajaran asal Pondok Sidogiri ini telah berumur 13 tahun. Rancangan Al-Miftah sudah ada sejak 2008. Tetapi baru mendapat izin dari majelis keluarga Sidogiri lima tahun kemudian. Metode ini sudah mendapat banyak kepercayaan dari Sidogiri hingga pesantren lainnya.
Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” salah satu pesantren asal Malang yang percaya dengan metode ini. Meski beberapa kali pengurus Mifda (Al-Miftah Lil Ulum Daerah) Malang kebingungan mengatasi masalah berupa kurangnya tenaga kerja dan waktu yang ada di An-Nur II. Di Pondok Sidogiri setiap pengajar hanya bersama 15 santri. Sedangkah An-Nur II setiap pengajar bersama 30 santri.
Waktu pembelajaran di Sidogiri untuk Al-Miftah delapan jam sehari. Sedangkan An-Nur II hanya dua jam perhari, dalam satu minggu hanya empat hari untuk pembelajaran Al-Miftah. Tetapi dengan keteguhan dan kesabaran para pengurus, An-Nur tetap menghasilkan santri-santri yang berkualitas dengan menggunakan metode ini.
Salah satu pengajar Al-Miftah An-Nur II mengungkapkan agar santri tidak malas belajar atau agar lebih memperhatikan guru juga harus aktif. Seperti bernyanyi nyanyian Al-Miftah bersama. “Kita jangan hanya menyuruh santri aktif. Sampean sendiri sebagai pengajar harus aktif juga. Dalam menyanyi ikut nyanyi!” Salah satu tips dari Ustaz Iqbal, pengajar An-Nur II.
Mifda Malang juga melakukan evaluasi dan bimbingan ke seluruh pengajar yang ada di An-Nur II setiap satu bulan sekali. Demi menjaga metode yang tetap dan mudah pemahamannya. “Namanya metodekan ya harus satu arahkan.” Jelas Ustaz Iqbal.
Figur Metode Al-Miftah dalam Pesantren
Di Pondok Pesantren Sidogiri, Al-Miftah adalah nama sebuah rumah metode pembelajaran. Saat ini, mereka mengemban amanah baru untuk merancang metode baca Al-Qur’an Qur’ani Sidogiri yang sebelumnya bukan tugas bagi Al-Miftah.
Al-Miftah juga memiliki rancangan kitab metode pembelajaran ilmu Balaghah atau gramatikal bahasa Arab. Perlu diketahui mereka hadir bukan untuk menggeser, menggantikan, bahkan menghapus kitab-kitab karangan ulama salaf seperti Matan Al-Jurumiyah, Alfiyah ibnu Malik, ‘Imrithy dan sebagainya. “Tidak ada tujuan Al-Miftah itu sama sekali untuk menggantikan, menggeser, bahkan menghapus kitab-kitab salaf yang terdahulu.” Ungkap Ustaz Ahmad Junaidi, Pembina Al-Miftah An-Nur II.
Mereka hadir untuk memberi “jembatan” bagi para santri agar mendapatkan pemahaman dasar-dasarnya. Kemudian dengan ini para santri mudah untuk mempelajari dan memahami kitab-kitab terdahulu.
Selain menjembatani untuk memahami kitab kuning, Al-Miftah juga ingin santri lebih mudah memahami hadis Nabi Muhammad saw., dan ayat ayat Al-Qur’an. “Karena sebenarnya tujuan utama, yang pasti tujuan kita itu dalam mencari ilmu bisa memahami, bisa mengerti kandungan dari ayat-ayat Al-Qur’an.” Jelas Ustaz Ahmad Junaidi.
(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)