Wisuda ABADAN 33: Begini Ungkap Wisudawan Terbaik dari STIKK

Wisuda ABADAN 33: Begini Ungkap Wisudawan Terbaik dari STIKK

annur2.net – Panggung berwarna putih dan emas bertema kastil terpasang megah di panggung Aula Yaqowi. Lengkap dengan hiasan dan videotron di tengah yang bertulisan “Wisuda & Ikhtitam Kitab Fathul Mu’in Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning (STIKK)” angkatan ABADAN 33 STIKK Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “ Al-Murtadlo” yang sebanyak 69 wisudawan.

Fatuba Rizal, ketua pelaksana Wisuda Angkatan 33, mengungkapkan bahwa mereka mengambil nama ABADAN dari kitab Fath Al-Muin. “ABADAN ini kita ambil dari kitab Fathul Muin. Di kitab Fathul Muin itu ada lafaz abadan, artinya selawase.” Ucapnya.

Harapannya, mereka berteman, mengaji, dan mengabdi selamanya. “Soalnya kami ini berpegang teguh bahwa kami akan berteman selamanya, ngaji selamanya, ngabdi untuk kiai dan untuk agama selamanya.”  Ungkap wisudawan asal Sukolilo, Surabaya tersebut.

Wisuda ini menyuguhkan demonstrasi praktik keilmuan perwakilan wisudawan kepada para hadiri: majelis keluarga An-Nur II, para dosen, dan wali wisudawan. Mohammad Amiruddin Firmansyah dan Mas Zaidan Taqi Fahrezi E., mewakili demonstrasi ke atas panggung. Sedangkan Ustaz Hadi, salah satu dosen STIKK mengetes mereka.

Ustaz Hadi menjelaskan tujuan sesi demonstrasi ini, “Sehingga tujuan kami untuk memperkenalkan bahwa kitab Fath Al-Muin adalah kitab yang sangat dibutuhkan umat Islam saat ini.” Kitab ini banyak dikaji di negara-negara Islam. Di Indonesia pun banyak pondok pesantren yang menggunakan kitab ini sebagai bahan kajian.

Amir membaca dan Zaidan menjelaskan kutipan potongan kitab Fath Al-Muin di videotron. Namun, setelah mereka menyelesaikan sesi itu, Ustaz Hadi belum puas. Lalu ia berkata, “Saya kira tidak adil kalau hanya satu yang ditanya satu yang membaca.” Sehingga, sesi kedua Zaidan membaca dan Amir menjelaskan lafaznya. Hanya saja berbeda bab pembahasan.

Setelah itu, demonstran menghadap penonton untuk diberikan pertanyaan. Satu dari hadirin putra dan satu lagi dari putri. Dengan hebat, mereka bisa menjawab kedua pertanyaan itu. Para penonton bertepuk tangan.

Mohammad Amiruddin Firmansyah, Wisudawan Terbaik ABADAN 33

Mohammad Amiruddin Firmansyah menjadi wisudawan terbaik  angkatan ABADAN 33. Amir berasal dari Tuban dan telah mondok selama lima tahun sejak SMA hingga STIKK. “Soale pondok wes ngekei ilmu nang awak e dewe mosok awak e dewe nggak ngeke i opo-opo nang pondok.

Amir menuturkan dalam wawancara bahwa ia tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan itu. “Yo Alhmadulillah yo nggak nyongko. Sakdurunge aku yo ngggakk onok pikiran dadi wisudawan terbaik.” Tuturnya sambil terharu.

Amir tetap tidak melupakan jasa yang telah membantu meraih gelar wisudawan terbaik. “Nggak lepas teko tanggung jawab guru, wong tuwo, ambek kiai.” Ucapnya.

Di sisi lain, Amir juga tidak mengetahui mengapa dosen menunjuknya sebagai demonstran. “Nggak tahu. Dosen yang milih itu.” Ungkap Amir. Tetapi kesannya cukup memuaskan. Ia mengungkapkan, “Kesan saya, demo itu kesannya baik. Cuma agak ndredek sih.

Meski sudah mendapat gelar wisudawan terbaik, Amir tidak lupa untuk selalu belajar ke depannya. Alasannya karena masa belajar di STIKK tidak bisa diulangi lagi. “Nggak. Mari wisuda yo tetap muthalaah. Soale opo seng dicapai sampek saiki nggak iso dibaleni meneh. Dadi kudu tetep dimutholaah cek nggak lali.” Ucapnya.

Bu Wijayanti, ibu dari Amir juga sangat bangga melihat putranya menjadi wisudawan terbaik. “Alhamdulillah bangga sekali. Ternyata perjuangan selama ini nggak sia-sia.” Tuturnya. Apalagi perjuangan tanpa adanya sang ayah. “Soale saya sendirian, ayahnya sudah meninggal.” Tambah Bu Wijayanti.

Awal mula Bu Wijayanti memondokkan Amir di Pondok Pesantren An-Nur II karena ingin putranya menjadi anak yang paham ilmu agama. “Pengen anak e dadi anak yang lebih baik, begitu mas. Paham agomo.” Jawab Bu Wijayanti saat wawancara.

Bu Wijayanti berharap putranya bisa menjadi lebih baik lagi. “Semoga ke depannya menjadi lebih baik lagi.” Ungkapnya.

(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU