Waspada saat Berpuasa
Siapa kira puasa itu hanya menahan lapar dan dahaga? Salah besar itu.
Dalam menjalankan ibadah, seorang muslim tentunya dituntut untuk melakukannya sesuai dengan kaidah yang berlaku. Mulai dari prasyarat sebelum melakukannya (syarat wajib, syarat sah, dan sebagainya), hal-hal yang perlu dikerjakan (wajib), hal-hal yang perlu dihindari (haram), juga adanya perkara yang bersifat bonus jika dilakukan. Tak cukup sampai di situ, terkadang ada juga beberapa praktik yang berbeda menurut beberapa ulama, meski ini tidak perlu sampai menjadi bahan perdebatan.
Dalam hal ini, puasa juga tidak mendapatkan pengecualian. Adanya prasyarat semacam siapa saja yang dikenai kewajiban berpuasa, hal-hal yang harus dipenuhi selama berpuasa, dan juga hal yang perlu dihindari agar puasa tidak batal. Tak ketinggalan pula sunah-sunah yang bisa dilakukan untuk menunjang diterimanya puasa.
Akan tetapi, selain itu semua, ada beberapa hal yang perlu diketahui jika ingin puasanya bukan sekadar lapar dan dahaga saja. Sebab, sesuai dengan apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad bahwa kebanyakan orang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya berupa lapar dan dahaga. Menurut Nabi, ada beberapa hal yang berpotensi menghilangkan pahala puasa. Gampangnya, puasanya tetap sah tapi pahalanya tidak ada.
Sebelum itu semua, ada baiknya kita mencari tahu pengertian puasa. Tentu ini agar menjadi landasan tentang hakikat puasa. Sehingga bisa membantu kita menemukan apa yang sebenarnya dituju dalam puasa.
Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga
Dinukil dari kitab Umdatul Qori`, puasa itu berarti menahan diri dari makan, minum, berhubungan suami-istri, dan semua hal yang menyerupainya. Proses menahan diri ini dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Sedangkan ada qoul (pendapat) ulama yang mengatakan bahwa puasa itu bermakna meninggalkan makan, minum, nikah, dan banyak bicara. Sehingga bisa disimpulkan bahwa berpuasa itu berarti menahan diri dari nafsu dan sebagainya.
Perkara yang Merusak Pahala Puasa
Seperti yang sudah disinggung di atas, pahala puasa bisa hilang sebab beberapa hal. Sehingga . Hal ini sempat disinggung oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabda beliau.
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الظَّمَأُ وَكَمْ مِنْ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلاَّ السَّهَرُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa, tidaklah memperoleh apa-apa baginya dari puasanya selain lapar, dan betapa banyak orang yang mendirikan salat, tidaklah memperoleh apa-apa baginya dari salatnya kecuali lelah. (HR. Ad-Darimi).”
Lebih lanjutnya, Nabi memberikan lima perkara yang bisa menghilangkan pahala puasa jika dilakukan. Dalam hadisnya, beliau bersabda, “Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa, yaitu (1) berdusta, (2) bergibah, (3) mengadu domba, (4) bersumpah palsu, dan (5) memandang dengan syahwat. (H.R. Dailami).”
Penjelasan di atas kiranya cukup menggambarkan bahwa selain menahan nafsu, ada hal-hal lain yang perlu dihindari agar puasa kian sempurna. Tentu kesal rasanya jika sudah lelah dan capek ketika berpuasa, tapi malah tidak mendapat apa-apa. Wallahualam.
(Nabil Abdullah Alghifari/Lingkar Pesantren)