25 September, 2018
  • 25 September, 2018

WARATSATUL ANBIYA’

By on 6 November, 2016 0 109 Views

HIKAM ZAIN

 

Setelah Rasulullah Saw. menyosialisasikan dakwahnya secara terang-terangan beliau banyak diganggu, diteror, ditentang dan dicaci-maki, tapi tak pernah sekalipun Rasulullah Saw. membalasnya. Diantara orang-orang kafir yang paling dahsyat gangguan, kedengkian dan permusuhannya terhadap Rasulullah Saw, adalah Abu Jahal. Dan diantara upaya  untuk melampiaskannya kejahatannya adalah dengan menggali lobang di jalan yang biasa dilalui Rasulullah Saw., kemudian menutupinya dengan sesuatu supaya Nabi tak melihat lubang di bawahnya dan terperosok ke dalamnya.

 

Di suatu hari digalinya lobang yang cukup besar dan dalam untuk menjebak sang Nabi, dengan tujuan ketika Nabi Saw. terperosok ke dalamnya akan kesulitan naik ke atas. Tapi dia lupa ditempat mana ia menggali. Akhirnya Abu Jahal sendirilah yang terperosok kedalam lubang (senjata makan tuan hehehe). Dia menjerit-jerit supaya ada orang yang mau menolongnya. Ternyata yang lewat adalah Rasulullah Saw.

 

Mendengar ada suara minta tolong, maka Rasulullah Saw. pun menghampiri sumber suara terbut. Setelah dilihat ternyata musuhnya yang  ada di dalam lobang tersebut. “Kenapa kamu bisa ada di dalam lubang ini?” Tanya Rasulullah Saw.
Jawab Abu Jahal, “Orang-orang yang kurang ajar, jahat dan bejat, mereka usil menggali lobang sehingga membuat orang menjadi celaka dan terperosok!”

 

Padahal Nabi Saw. mengetahui Abu Jahal sendiri yang telah menggali lobang tersebut. Tapi Nabi Saw. sama sekali tidak mencaci ataupun meninggalkannya di dalam lobang. Justru Nabi Saw. mengulurkan tangannya dan mengeluarkan dia dari lobang. Sungguh benar firman Allah Swt. tentang Rasulullah Saw. bahwa:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu (Nabi Muhammad) benar-benar berakhlak dengan akhlak yang tinggi dan agung.” (QS. al-Qalam ayat 4).

Salam Takdzim

Ahmad Zain Bad.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: