Waktunya Perpulangan Santri Luar Malang Tiba, Mushafahah Gelombang Kedua

mushafahah santri luar malang an-nur ii

annur2.net – Hari kedua mushafahah santri Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”. Senin sore, 9 Maret 2026 seluruh santri luar Malang Raya berkumpul di Masjid An-Nur II. Barisan mereka mencapai pelataran berkeramik motif batu timbul. Mereka siap menyambut liburan Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Bakda Asar, seorang santri melantunkan kasidah Burdah sembari para santri berdatangan dari asrama masing-masing. Setelah semuanya berkumpul, Kiai Zainuddin Badruddin, M.M., selaku Pengasuh Pondok Pesantren Putra An-Nur II menduduki mimbar di depan para santri. Beliau memberikan pesan untuk para santri sebelum liburan.

“Di antaranya ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dilakukan, dan ilmu yang telah dikuasai kemudian dilakukan.” Pembukaan pesan beliau. Kiai Zainuddin mengharapkan para santri mengamalkan ilmunya selama di rumah. Lebih tepatnya ilmu berbakti kepada orangtua atau birrul walidain.

Beliau melanjutkan, “Dan ini adalah bagian daripada ilmu yang wajib kita lakukan adalah berbakti kepada kedua orang tua.” Tentu berbakti kepada orangtua menjadi kewajiban bagi seorang anak, terutama santri yang mempelajari adab secara mendalam.

Sabda Nabi Muhammad saw., “Rida Allah ada pada rida orangtua, dan amarah Allah ada pada amarah orangtua,” menjadi landasan seorang anak wajib birrul walidain. Bagi Kiai Zainuddin, berbakti kepada orangtua adalah salah satu tanda ilmu yang bermanfaat.

“Percuma belajar tinggi-tinggi, kemudian orang yang pernah mengajarimu berbicara sekarang kamu ajari.” Pesan beliau. Kiai Zainuddin mencegah para santri merasa lebih pintar dan berilmu daripada orangtuanya, meskipun memiliki keterbatasan dalam menuntut ilmu. “Karena mungkin karena keterbatasan kedua orang tua dalam menuntut ilmu.” Jelas beliau.

Kiai Zainuddin tidak ingin ada orangtua yang dijadikan seperti karyawan atau pembantu untuk anak. Justru anak lah yang harus mandiri dan membantu orangtua mengerjakan pekerjaan mereka. Itu adalah tanda orang berilmu. “Orang berilmu adalah orang yang memuliakan kedua.” Pesan beliau.

Setelah itu, sesi mushafahah dilaksanakan dengan pembacaan surah Yasin dan Tahlil di raudah KH. Muhammad Badruddin Anwar. Para santri ramai-ramai langsung berpindah tempat memadati area raudah. Usai pembacaan, para santri kembali ke kamar masing-masing untuk persiapan.

Jadwal Perpulangan Santri Luar Malang Raya

Para santri luar Malang An-Nur II dijadwalkan pulang pada Selasa, 10 Maret 2026. Terdapat dua metode: penjemputan oleh orangtua atau wali dan pemberangkatan dengan bus yang An-Nur II sediakan.

Terdapat dua gelombang pemberangkatan dengan bus:

  1. Gelombang pertama berangkat pukul 06.00 WIB untuk santri asal Surabaya, Gresik, Pasuruan, Pandaan, Madura, Probolinggo, dan Lumajang.
  2. Gelombang kedua berangkat pukul 14.00 WIB untuk santri asal Sidoarjo, Pasuruan (turun di titik Mbah Hamid), Pandaan (turun di Masjid Ceng Ho), dan Blitar.

(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)

Mushafahah Luar Jawa

 Ditranskripsi oleh TurboScribe. Tingkatkan ke Tanpa Batas untuk menghapus pesan ini.

Selamat datang di kuliah saya. Kita selalu ingin menampilkan hasil. Semoga kita semua mencernyam semuanya berkaitan dengan kegiatan yang bermanfaat.

Di antaranya ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dilakukan, dan ilmu yang telah dikuasai kemudian dilakukan. Dan ini adalah bagian daripada ilmu yang wajib kita lakukan adalah berbakti kepada kedua orang tua.

Ridhallah fi ridhal walidain wa sukhtullah fi sukhtil walidain.

Rida Allah terletak kepada ridanya orang tua, dan kebencian atau kemurkaan Allah juga ada pada kemurkaan kedua orang tua.

Oleh karena itu, ada salah satu cerita juga orang ingin pergi berjihad. Kemudian ditanya apakah sudah ijin kepada kedua orang tua? Apakah Anda masih punya kedua orang tua? Masih punya harga yang belum …? Kembalilah, rawatlah kedua orang tua. Dan orang tua ini adalah termasuk hal besar yang menjadikan kita masuk surga.

Tentunya orang masuk surga itu adalah hal besar. Begitu juga kesuksesan. Seseorang akan bisa sukses ketika patuh, ketika dia tidak melawan kepada kedua orang.

Oleh karena itu, bapak saya telah lama berkongsi dengan bapak saya di sini. Ini adalah waktu saatnya, menumbuhkan …

Dan itu adalah ilmu yang bermanfaat. Termasuk tandanya adalah berbakti kepada kedua orang tua. “Percuma belajar tinggi-tinggi, kemudian orang yang pernah mengajarimu berbicara sekarang kamu ajari.”

Yang ini adalah orang tua. Karena mungkin karena keterbatasan kedua orang tua dalam menuntut ilmu. Sehingga kita bisa, lebih mengetahui. Kemudian orang tuanya digunakan atau dianggap sebagai karyawan atau pembantu. Orang berilmu adalah orang yang memuliakan kedua.

Semoga orang tua panjenengan sehat wal afiat. Panjang umur. Dan nanti kalau pulang jangan lupa Sampaikan salam kami kepada wali. Kedua orang tua. Semoga semua ini panjang umur dan malafiat.

Yang ini adalah bermanfaat. Pulang dalam keadaan selamat. Kembali ke garansi depan waktu.

Semoga juga puasa yang lancar sampai abad. Amin. Semoga berjaya.

Assalamualaikum. Assalamualaikum Wr Wb.

 Ditranskripsi oleh TurboScribe. Tingkatkan ke Tanpa Batas untuk menghapus pesan ini.

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU