Visitasi STAI An-Nur: Sekolah Tinggi Pemenuh Harapan Walisantri

Sabtu, 24 Desember 2022, Tim Asesor Kemenag RI (Kementerian Agama Republik Indonesia) mendatangi Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”. Tujuan mereka adalah memvisitasi STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) An-Nur KH. M. Badruddin Anwar.

Sebelum itu, pengertian visitasi adalah kegiatan verifikasi dan klarifikasi isian instrumen akreditasi, instrumen pengumpulan data dan informasi pendukung (IPDIP), mengacu pada petunjuk teknis pengisian instrumen akreditasi serta observasi kegiatan pembelajaran di kelas dan kondisi lingkungan sekolah/madrasah. (bansm.kemendikbud.go.id)

Sebelum memulai visitasi, para calon dosen, tim asesor, dan majelis keluarga berkumpul di gedung kantor pusat lantai 2. Setelah beberapa waktu, MC (Master of Ceremony) membuka acara dengan pembacaan surah Al-Fatihah.

Selanjutnya, penyampaian sambutan dari Ketua Yayasan An-Nur II Al-Murtadlo Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. Beliau menyampaikan, “Dengan visitasi ini bisa membantu mana kekurangannya.” Kekurangan yang ada pada STAI An-Nur.

Beliau juga menyampaikan latar belakang pendirian STAI An-Nur. “Sebenarnya pendirian STAI An-Nur ini berangkat dari dorongan para wali santri,” ungkap Kiai Fathul. Harapannya, santri tidak perlu keluar pondok pesantren untuk melanjutkan studinya. “Kalau bisa lulus langsung nikah,” ujar beliau.

Kemudian, Prof. Dr. Syamsun Ni’am, M.Ag, sebagai perwakilan tim asesor menyampaikan sambutan kedua. Beliau berkata, “Ada beberapa yang perlu dilengkapi (di STAI An-Nur ini).” Misalnya program studi yang belum turun. Beliau juga menyampaikan syarat visitasi tepenuhi. “Itu (prodi) itu menjadi syarat mutlak adanya STAI,” ungkap Bapak Syamsun Ni’am.

Setelah itu, penyampaian sambutan ketiga dari Dr. A. Rafiq Zainul Mun’im, S.Th.I., M.Fil.l., Subkoordinator Bina Kelembagaan PTKIS. Pak Rofik menyampaikan, “Sebenarnya agenda ini saya lakukan ketika prodinya selesai.” Namun, visitasi ini terlaksana terlebih dahulu supaya tidak kesulitan pada tahun selanjutnya. “Saat prodinya keluar tahun 2023, kita tidak kesusahan,” jelas beliau. “Meskipun diajukan hari ini, tidak langsung kami terima karena program studinya belum keluar,” tambahnya.

Menuju acara inti yakni visitasi lapangan STAI An-Nur KH. M. Badruddin Anwar. Dalam hal ini, tim asesor dan para calon dosen bermusyawarah mengenai keputusan STAI An-Nur. Mulai dari prodi apa saja yang terpilih, luas lahan hingga keputusan lainnya. Sekiranya semua pihak sama-sama setuju, mereka menandatangani surat visitasi tersebut. Baik Gus Helmi Nawali, S.S., M.Ag., sebagai calon ketua STAI, tim asesor, dan subkoordiantor kelembagaan.

Setelah itu, bapak Syamsun Ni’am mengucapkan beberapa sambutan sebelum penutupan. Tak lama setelah itu, sesi acara berlanjut ke penyerahan surat berita acara kepada pihak yayasan dan cindera mata kepada tim asesor. Kemudian menuju sesi foto bersama. Dengan begitu, sesi acara pun berakhir. MC menutup sesi acara.

Sebelum menuju sesi ramah tamah, Kiai Fathul dan Gus Helmi mengajak tim asesor berkeliling area pondok pesantren menggunakan mobil golf. Setelah itu, pihak pondok pesantren dan tim asesor melakukan ramah tamah di Ndalem Gus Helmi. Sedangkan calon dosen ramah tamah di Ndalem Barat. 

(Riki Mahendra Nur C/Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU