annur2.net – Paska libur Ramadan, Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” mengadakan Kajian Bersama Ustaz Solmed atau nama lengkapnya Sholeh Mahmoed Nasution. Pengajian berlangsung di halaman Masjid An-Nur II pada Rabu malam, 16 April 2025.
Target jemaah kajian kali ini adalah seluruh kalangan santri putra. Kajian kali ini untuk membantu menata niat para santri agar tetap kuat dan semangat menuntut ilmu di pondok pesantren setelah liburan.
Penuntut Ilmu Mendapat Jaminan Allah
Setiap manusia memiliki kewajiban menuntut ilmu mulai dari lahir sampai terkubur. Allah dan Rasul-Nya telah menjanjikan manfaat yang begitu besar bagi setiap orang yang mau menuntut ilmu. Nabi Muhammad saw., bersabda:
من أراد الدنيا فعليه بالعلم، ومن أراد الآخرةَ فعليه بالعلم، ومن أرادهما معاً فعليه بالعلم
“Barang siapa yang menginginkan kebahagiaan dunia, maka tuntutlah ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan kebahagiaan akhirat, tuntutlah ilmu dan barang siapa yang menginginkan keduanya, tuntutlah ilmu.”
Namun, banyak orang ragu dengan masa depan anaknya jika memondokkannya. Padahal janji Allah untuk penuntut ilmu tidak patut kita ragukan. Allah pasti akan menjaga dan mengangkat derajat pencari ilmu.
Musibah Santri di Pesantren
Ustaz Solmed menceritakan pengalaman mondoknya kepada santri-santri. Beliau mengaku sering kehilangan barang-barangnya, seperti sabun, sandal, dan gayung. Menurutnya kehilangan barang-barang itu sudah menjadi cobaan besar bagi santri saat di pondok pesantren. Ujian ini melatih kesabaran dan usaha para santri saat menuntut ilmu.
Ustaz Solmed mengungkapkan, cobaan seperti itu merupakan jalan Allah membentuk mental santri yang kuat untuk menghadapi kejamnya dunia luar. Setelah keluar pondok pesantren dan terjun ke masyarakat, ada kemungkinan santri akan kehilangan apapun yang berharga bahkan orang-orang terdekatnya yakni orang tua dan sahabat.
Pondok pesantren juga bukan sekedar tempat untuk menimba ilmu agama. Pesantren memiliki fungsi yang lebih penting yaitu mengajarkan cara hidup bermasyarakat.
Kehidupan di pesantren merupakan miniatur kecil kehidupan yang sebenarnya. Pesantren mengajarkan bagaimana kita sabar dan harus berusaha menghadapi masalah dengan solusi yang tepat.
Bercita-cita Dapat Merawat Jenazah Orangtua
Ustaz Solmed juga berpesan kepada santri-santri agar memiliki cita-cita dapat merawat jenazah orangtuanya. Beliau bercerita bahwa sangat kecewa dan sedih saat kehilangan kedua orangtua dalam kurun waktu lima hari.
Kedua orang tua Ustaz Solmed meninggal saat pandemi Covid-19. Alhasil beliau tidak dapat melihat dan merawat kedua orangtuanya untuk terakhir kali, karena saat itu ada protokol yang berlaku.
Ini salah satu contoh yang diberikan Ustaz Solmed tentang kejamnya dunia luar. Kapan saja kita bisa kehilangan apapun yang berharga bagi hidup kita. Maka pondok berperan untuk melatih santrinya membentuk karakter yang kuat, sabar, dan berakhlakkarimah.
(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)