Usai Jadi Tuan Rumah LBM PWNU, An-Nur II Kembali Menjadi Tuan Rumah LBM IKASAMA

annur2.net – Selasa, 10 Februari 2026, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” menjadi lokasi pelaksanaan Bahtsu Masail IKASAMA. Bertempat di aula kantor lantai 3, para maha santri Ma’had Aly dan tamu undangan peserta bahtsu masail se-Malang Raya berkumpul. Sesi pertama, Seminar Ilmiah diisi oleh KH. Muhammad Hamim Khudori. Hingga bakda zuhur, pelaksanaan Bahtsu Masail IKASAMA hingga sore hari.

“Alhamdulillah kita bisa hadir di An-Nur II kembali yang dulu juga sudah pernah melaksanakan Bahtsu Masail PWNU Jawa Timur alhamdulillah juga sukses.” Testimoni Kiai Hamim yang dulu juga menjadi musahih dalam Bahtsu Masail Syuriah PWNU di An-Nur II. Dari itu, beliau berharap, “Dan mudah-mudahan kali ini juga sukses seperti yang dahulu.”

Latar belakang terpilihnya An-Nur II menjadi tuan rumah cukup panjang. Alasan pertama adalah saran dari Ustaz Fuad Amin, alumni Pondok An-Nur II dan Ma’had Aly An-Nur II yang kini melanjutkan studi di Ma’had Aly Lirboyo. “Pertama saya dapat saran dari Bapak Fuad.” Ungkap Ustaz Muhammad Farih Ramadhan, ketua pelaksana LBM IKASAMA tahun ini.

Kedua, panitia dari IKASAMA Lirboyo menerangkan karena beberapa pertimbangan, An-Nur II menjadi tuan rumah IKASAMA tahun ini. “Karena ke depannya niku jatahnya di Malang sebelah utara, di Batu, akhirnya An-Nur bisa direalisasikan tahun sekarang.” Tambahnya. Mereka mengakui An-Nur II sebagai salah satu pondok yang memiliki basik musyawarah.

Selain itu, kepercayaan mereka kepada pada An-Nur II pada perencanaan acara. Bagi mereka, An-Nur II mampu menata acara dengan detail dan rinci. “An-Nur II kalau bikin event-event kan pastinya tertata. Saya pernah lihat beberapa hasil laporan pertanggungjawaban itu sangat rinci.” Tutur Ustaz Farih. Hal ini juga memotivasi mereka untuk membuat perencanaan yang lebih matang.

Pelaksanaan di An-Nur II ini merupakan penyelenggaraan LBM IKASAMA tahun keempat, sekaligus Seminar Ilmiah tahun ketiga. “Untuk yang tahun ini alhamdulillah sudah bahtsu masail keempat dan alhamdulillah untuk agenda seminar ini sudah tahun ketiga.” Jelas Ustaz Farih.

Ustaz Muhammad Ahsani Taqwim, S.F.U., ketua pelaksana LBM IKASAMA dari pihak An-Nur II, pun berterima kasih dan merasa terhormat menjadi tuan rumah pondok pesantren yang terkenal bahtsu-nya. “Kesannya satu, sangat berterima kasih kepada Lirboyo khususnya IKASAMA. Merasa terhormat bisa menjadi tuan rumah di acara LBM IKASAMA.” Jelasnya.

Konsep Seminar Ilmiah Sebelum Bahtsu Masail

Seminar Ilmiah oleh KH. Hamim Khudori dalam acara LBM IKASAMA di Pondok An-Nur II

Pada rangkaian pertama, Seminar Ilmiah dengan tema, “Rekontekstualisasi Manhaj Ber-bahtsul Masail. Optimalisasi Pemahaman Ta’bir dalam Turas.” Kiai Hamim menjelaskan perihal dasar-dasar dalam memahami mazhab Imam Syafii. Terutama dalam menjaga dan melestarikan bahtsul masail.

Kiai Hamim berkesan, “Alhamdulillah kesempatan tadi telah mengisi pengantar memahami mazhab Syafii sebagaimana upaya dan ikhtiar kita dalam menjaga dan melestarikan bahstu masail, supaya sesuai dengan aturan di dalam bermazhab, lebih-lebih dalam mazhab Syafii.”

Beliau berharap para santri bisa mengambil hukum dengan cara yang tepat. “Sehingga hierarki kutub, hierarki keulamaan, dan bagaimana cara mengambil hukum dengan ibarat-ibarat atau nas-nasnya para fukaha itu sesuai aturan di dalam bermazhab.” Jelas beliau.

Ustaz Farih juga memaparkan alasan adanya seminar sebelum bahtsu masail. Ia mengatakan, “Kami ingin nggak hanya mengajarkan bahtsul masail yang di situ terkesan kayak-kayak ya itu Cuma saling adu argumen. Kami ingin kadang benar-benar bisa menyampaikan wawasan ilmiah secara utuh. Akhirnya diadakan seminar ilmiah itu.”

Tema seminar ini pun usulan dari pihak An-Nur II sendiri. Ustaz Farih menyatakan, “Untuk tema seminar yang kali ini usulan dari tuan rumah.” Tujuannya jelas, “Agar kita tahu bagaimana cara untuk melakukan bahstul masail. bagaimana cara untuk menyelesaikan sebuah problem keagamaan dengan cara yang benar.” Tambahnya.

Bahtsu Masail IKASAMA setelahnya pun berjalan lancar. Membahas persoalan target program MBG (Makanan Bergizi Gratis). IKASAMA mengambil permasalahan yang dekat dengan masyarakat agar orang-orang bisa memanfaatkan hasilnya.

“Kami ingin membahas permasalahan yang waqiiyah sekiranya manfaatnya itu bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.” Ungkap Ustaz Farih. Pesertanya pun sekitar 150 orang dari berbagai lembaga: PCNU, MWC NU, delegasi pondok pesantren, forum musyawarah, dan himpunan santri.

Suasana LBM IKASAMA di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”

Pelaksanaan yang Memuaskan dan Mengagumkan

Sebab pelaksanaan LBM IKASAMA di An-Nur II ini, Ustaz Farih mengaku puas. Bahkan beberapa kendala pada pelaksanaan sebelumnya terselesaikan. “Alhamdulillah dengan kami mengadakan bahtsu masail di An-Nur II beberapa kekurangan-kekurangan kemarin yang sempat dilaksanakan di bahtsu-bahtsu sebelumnya, sedikit banyak bisa terkoreksi.” Ungkapnya.

Ustaz Farih juga terheran pada partisipasi An-Nur II meski tengah sibuk. “Cuma yang saya kagum, An-Nur dengan kegiatan yang sepadat itu masih mau memberikan waktunya, masih mau memberikan fasilitas sedemikian rupa untuk IKASAMA, saya sangat berterima kasih.”

(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex