Upacara Hari Santri Bersama Mayjen TNI

Upacara Hari Santri Bersama Mayjen TNI

Selasa pagi (22/10), di lapangan pondok pesantren seluruh santri Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo melaksanakan upacara bendera dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN). Upacara kali ini diliput oleh JTV yang disponsori oleh Indomie sekaligus menggelar acar Salam Santri.

Suara hentakan kaki dari pasukan pengibar bendera memasuki lapangan. Diikuti oleh beberapa awak media yang ingin mengabadikan momen tersebut. “Kalian sebagai santri harus bersukur karena presiden kita, Joko Widodo, telah meresmikan Hari Santri,” ujar Mayjen TNI Tri Yuniarto dalam amanatnya. “Dan dibuatnya Hari Sanri Nasional ini merujuk pada resolosi jihad yang dulu pernah ada saat penjajah masih ada di Indonesia.”

Menurutnya, pesantren adalah laboratorium perdamaian. Mengapa? Karena santri adalah salah satu orang yang bisa merawat perdamaian dunia dengan berpegang teguh pada slogan Hubbul Wathon Minal Iman. “Ada beberapa alasan mengapa santri bisa menjaga perdamaian dunia.” Inspektur upacara berujar.

Pertama, santri memiliki kesadaran harmoni dan berjiwa bangsa. Karena santri lah salah satu orang yang berani melawan pemberonatakan PKI pada zaman dahulu. Kedua, santri dididik untuk mendalami ilmu agama. Ketiga, santri memiliki jiwa yang mandiri dan solidaritas yang tinggi. Karena mereka jauh dari orang tua dan tinggal bersama teman-teman sebayanya.

Keempat, santri adalah penggerak dari komunitas seni dan sastra yang ditumbuhkan di pondok pesantren. Kelima, di dalam pesantren telah dibudayakan budaya musyawarah untuk membahas hal-hal yang besar maupun sebaliknya.

Ketujuh, santri juga adalah orang yang merawat kearifan lokal serta tradisi di masyarakat. Dan yang terkahir adalah spritual. “besyukurlah kalian menjadi santri,” ujar perwira kelahiran tahun 1968 itu di hadapan ribuan santri yang mengikuti upacara. Saat ini telah dikeluarkan undang-undang tentang penyamarataan pesantren dengan pendidikan formal. Jadi, tamatan pesantren dan non-pesantren sama saja.

“Selamat hari santri, semoga allah selalu memberikan petunjuk kepada kalain utntuk mengabdi kepada negara,” harapnya di akhir amanat. Upaca pun diakhiri dengan doa yang dibawakan oleh santri yang bernama Abror Sorianto.

“Saya ucapkan selamat hari santri,” ujar Mayjen Tri Yuniarto seakan kurang puas mengungkapkan kegembiraannya. “Sungguh saya merasa terhormat diberi kesempatan untuk berdiri disini. Sungguh saya sangat bangga dengan pelaksanaan upacara barusan.”

Selang beberapa menit, hentakan kaki Paskibra terdengar menuju ke lapangan. Kali ini mereka bukan ingin mengibarkan bendera, melainkan ingin menampilkan formasi yang diiringi oleh beberapa lagu. Untuk menampilkan formasi seperti ini merka butuh berlatih selama tiga Minggu.

Dan hasil dari latihan mereka menuai banyak rasa kagum. Karena beberapa detik setelah penampilan itu selesai para penonton berteriak dan bertenepuk tangan tanda kagum dengan penampilan tersebut. Bahkan Mayjen TNI Tri Yuniarto juga terkagum-kagum melihatnya. Terakhir, drum band omplong tak mau ketinggalan unjuk gigi.

(Ryan/Mediatech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: