annur2.net – TPQ dan Madin Subulussalam, Jabung, Malang, mengadakan kunjungan ke Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” Bululawang. Ahad, 11 Mei 2025 menjadi momen berharga bagi santri cilik untuk mengenal kehidupan dan lingkungan pesantren secara langsung.
Mereka sangat antusias sejak awal kedatangan. Mereka tampak berlari dari kendaraan menuju lokasi kegiatan utama. Sebelum kegiatan inti, para santri, pengajar, dan wali santri TPQ Subulussalam bertakziah ke makam Pendiri Pondok Pesantren Al-Maghfurlah R. KH. Muhammad Badruddin Anwar.
Pengenalan Lingkungan Pesantren
Kegiatan pengenalan kehidupan dan lingkungan pesantren bertempat di Pendopo Al-Badari. Meski Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M. Ag. berhalangan hadir, beliau menyampaikan salam dan permohonan maaf melalui Ustaz Demas. Dalam pesannya, beliau berharap kunjungan ini menjadi awal langkah untuk mempererat hubungan silaturahmi antara TPQ Subulussalam dan Pondok Pesantren An-Nur II.
Setelah itu, rombongan mendapat tayangan video profil An-Nur II sejak masa pembangunan hingga saat ini. Sekaligus untuk memperkenalkan sejarah, visi, dan kegiatan-kegiatan pesantren. Kemudian, Ustaz Demas memaparkan secara langsung sejarah pendirian An-Nur II, yang bermula dari kegiatan sosial untuk promosi hingga menjadi pesantren yang sangat luas.
Keunggulan Pondok Pesantren An-Nur II daripada yang Lain
Selain keluasan tempat, An-Nur II juga menawarkan pemandangan taman-taman bunga yang indah. Sebab itu An-Nur II memiliki branding Pesantren Wisata. Ini menjadi salah satu penyebab santri makin nyaman dan tenang mondok di Pesantren Wisata An-Nur II.
Tidak hanya unggul di sisi keindahan, An-Nur II juga mementingkan pengetahuan umum bagi santri. Maka dari itu, mereka memfasilitasi para santri dengan adanya pendidikan formal di dalam pesantren dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi S1.
Pendidikan formal di sini tidak hanya sebagai formalitas. Tetapi benar-benar mendalami ilmu umum, sebagaimana santri saat mengaji. Prestasi-prestasi para santri di sekolah menjadi bukti keberhasilannya. Mulai jenjang MI hingga program Sarjana 1 (S1) sudah menyumbang banyak gelar juara mulai tingkat kecamatan hingga nasional.
Pondok Pesantren An-Nur II juga mewadahi bakat-bakat santrinya. Bakat adalah hal yang paling penting bagi santri ketika sudah keluar dari pesantren. Pondok mewadahi bakat santri dengan menyediakan ekstrakurikuler dan organisasi yang dapat menunjang mereka
Tetapi visi utama pendiri Pondok Pesantren An-Nur II bukan memperbanyak prestasi. Melainkan adalah melahirkan generasi putra-putri yang salih dan salihah dan dapat menjadi penerus bangsa.
Setelah sesi kunjungan ini, para wali santri TPQ Subulussalam mendapat kesan yang positif. Sugeng, salah satu wali santri mengungkapkan akan memondokkan anaknya di Pondok Pesantren An-Nur II, “Insyaallah, kedepannya mondok.” Para santri juga mendapatkan nuansa memanjakan mata saat awal memasuki pondok. “Indah, besar.” Kata Davi, salah satu santri TPQ.
(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)