annur2.net – Kamis pagi, 23 April 2026, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” menggelar tes evaluasi untuk kepala kamar dan jajaran pengurus lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas para pengurus. Selain itu, untuk mengukur kemampuan para pengurus termasuk kepala kamar perihal kesiapan mereka dalam mendidik dan mengelola pondok pesantren.
Penyelenggaraan tes ini rutin di setiap periodenya dengan mengetes kemampuan para pengurus mulai dari membaca kitab, tashih pembacaan Al-Qur’an, dan Imla. Setelah periode 2025/2026 ini berjalan, kini mencoba untuk mengevaluasi dan melakukan pembenahan mengatasi risiko kelalaian serta pengurangan nilai pengurus.
Pembukaan kegiatan sekitar pukul sembilan, foto bersama seluruh pengurus dan kepala kamar bersama Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., dan Kiai Ahmad Zainuddin, M.M. Setelah itu, terdapat sambutan dari Kepala Ma’hadiyah yakni Ustaz Zainul Arifin, S.Pd. Beliau menjelaskan dan mengingatkan betapa pentingnya tes pengurus ini.
Tanggung Jawab Melalui Surban menjadi Pengurus
Tes pengurus untuk mengevaluasi, mengontrol, dan menjadi tolak ukur bagaimana juga seberapa kemampuan setiap pengurus. Ustaz Zainul dalam sambutan mengatakan:
“Ini kan gak sejalan dengan tekad kita dulu pas dikei surban iku. Lo samean iling nopo mboten? sungkem nang kiai koyok yok-yok o, dredeg, samean status barang. Iki dadi pengurus, dadi kepala kamar arek-arek lek salim-salim, cek sungkem-sungkem ambek aku. Hubungan ambek walisantri wes moro rezeki moro lancar.”
Beliau mengingatkan kepada para pengurus ketika mereka melakukan pelantikan dan memperoleh surban. Merasakan tubuh yang bergetar karena takut tak dapat menjadi yang terbaik untuk Kiai. Saat menjadi kepala kamar atau pengurus para santri yang masih awam sangat sungkem kepada mereka dan hubungan dengan wali santri yang baik membuat mereka lancarnya rezeki. Dari hal itu, harapannya para pengurus untuk berusaha yang baik kepada pondok pesantren dan menjadi pengurus yang benar.
“Mulai detik ini, kamis kliwon niki, hapus masa jahiliahnya seng sekirane Robbi tammim bil khoir (Tuhanku, sempurnakanlah (jalanku) dengan kebaikan).” Harap beliau Ustaz Zainul. Dengan adanya tes ini, ke depannya pengurus termasuk kepala kamar dapat menjadi lebih baik. Dengan demikian tes dimulai, hingga acara ini selesai menjelang zuhur.

(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)