Tentang OSMANA Iringi Harlah Pondok Pesantren An-Nur II

annur2.net – Ahad, 24 Agustus 2025 menjelang Harlah ke-46, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” telah menyelenggarakan OSMANA (Olimpiade dan Seni Ma’had An-Nur II). Dua perlombaan, Fesban (Festival Banjari) dan MQK (Musabaqah Qiraatil Kutub), menjadi simbol meramaikan acara puncak Harlah.

OSMANA merupakan agenda tahunan Pondok Pesantren An-Nur II yang menyajikan berbagai perlombaan baik internal maupun eksternal. Pada awalnya, OSMANA menjadi agenda iringan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Namun tiga tahun terakhir terjadi perubahan pada jadwalnya.

Sebagaimana ungkapan Ustaz Ilham Mahbubi selaku ketua pelaksana OSMANA 6, “Tapi dalam perjalanannya, khususnya tiga tahun terakhir ini, OSMANA kami integrasikan menjadi satu rangkaian kegiatan dalam peringatan Harlah Pondok Pesantren An-Nur II.”

Justru perubahan jadwal ini menjadikan Harlah An-Nur II semakin meriah. “Bagi kami, bisa menjadi bagian dari perayaan Harlah, ini  adalah sebuah kebanggaan dan bentuk dedikasi santri untuk pesantren tercinta.” Lanjutnya.

OSMANA telah memiliki reputasi yang tinggi pada kalangan pondok pesantren. “Setiap tahunnya jumlah peserta maupun peminat selalu bertambah.” Ungkap Ustaz Ilham. Ia menyatakan hal tersebut tidak lepas dari konsistensi tim, dukungan pihak pesantren, serta hadiah sebagai bentuk komersial.

“Dengan modal itu semua, OSMANA kini bisa dikatakan sebagai salah satu ajang perlombaan yang berskala besar dan dinantikan di luar Pondok Pesantren An-Nur II ‘Al-Murtadlo’.” Ucap Ustaz Ilham dengan bangga.

Oleh karena itu, skala peserta OSMANA sangat luas untuk menarik delegasi lomba. Ustaz Ilham mengungkapkan, “Tidak hanya diikuti oleh santri dari internal pesantren, OSMANA sering kali melibatkan peserta berskala besar se-Jawa Timur.” Bahkan beberapa tahun lalu, OSMANA pernah diadakan untuk peserta se-Jawa Bali.

Ini menjadi daya tarik OSMANA untuk mencapai jangkauan yang luas. Ustaz Ilham menyatakan dengan jelas, “Cakupan peserta yang begitu luas menjadikan OSMANA memiliki daya tarik tersendiri dan terasa lebih istimewa dibandingkan event sejenis di pesantren lain.”

OSMANA Menjangkau Luas Kalangan Masyarakat

Untuk mencapai jangkauan yang luas, An-Nur II mempublikasikan setiap agendanya termasuk OSMANA oleh tim multimedia pondok di berbagai platform. “Setiap kegiatan diliput oleh media pesantren, tim MM. Lalu didistribusikan melalui berbagai platform digital yang kami kelola.” Ucap Ustaz Ilham.

Tidak sebatas itu, panitia juga menjalin kerja sama dengan banyak pihak di luar pondok pesantren. Ustaz Ilham berharap, “Dengan langkah ini, kami berharap OSMANA bisa diakses dan diketahui tidak hanya oleh kalangan internal, tetapi juga masyarakat luas.”

Saking besarnya antusias para peserta, terdapat pembatasan delegasi pada OSMANA ke-6. “Untuk OSMANA keenam kali ini, peserta lomba kali ini kami batasi. Lomba MQK dibatasi maksimal 40 orang, juga untuk Festival Banjari juga dibatasi maksimal 40 grup.” Tutur Ustaz Ilham. Tujuan pembatasan ini untuk meningkatkan ketertiban, keefektifan, dan mempertahankan kualitas OSMANA.

Kesuksesan OSMANA tidak lepas dari nilai sejarah yang bernilai. Pada tahun 2014 lalu, Almaghfurlah R.KH. Muhammad Badruddin Anwar, pengasuh pertama Pondok Pesantren An-Nur II, memberikan restu nama OSMANA secara langsung. “OSMANA memiliki nilai sejarah yang sangat berarti. Nama OSMANA sendiri telah mendapat restu langsung Almaghfurlah Romo Kiai Badruddin Anwar pada tahun 2014 silam.” Ungkap Ustaz Ilham.

Sejak saat itu, An-Nur II selalu menggunakan nama OSMANA dalam setiap event perlombaan. Baik yang beriringan dengan Maulid Nabi hingga Harlah saat ini. “Hal ini menjadikan OSMANA bukan sekedar acara, tetapi juga menjadi identitas kebanggaan santri An-Nur II. Karena itulah, kami merasa ini karya kami, ini acara kami.” Kesan Ustaz Ilham.

(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU