Temu Kangen IKSAN Madura

silaturahim, Temu Kangen IKSAN Madura, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo

Review Bus Baru dengan Berziarah
Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” (Pesantren Wisata) memiliki armada baru berupa bus dua sit dengan kapasitas lima puluh orang beberapa hari lalu. Pagi itu, tepatnya pada Kamis, 9 April 2021 keluarga Pesantren An-Nur melaksanakan acara temu kangen di Madura. Acara ini sekaligus untuk me-review bus baru itu.

Kegiatan pertama yang mereka lakukan pagi itu sebelum pemberangkatan adalah sarapan bersama di Raudlah Al-Maghfurlah Kiai Badruddin Anwar,pengasuh An-Nur II. Setelah sarapan bersama mereka membaca tahlil sekaligus doa agar diberi keselamatan dalam perjalanan. Gus Didik lah yang memimpin pembacaan tahlil itu.

Setelah pembacaan tahlil usai, Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. menutupnya dengan doa dan beranjak dari pesantren sekitar pukul 07:30 WIB. Tujuan pertama mereka pada pagi itu adalah Makam Sunan Ampel. Butuh waktu sekitar dua setengah jam untuk sampai ke makam yang terletak di Jl. Ampel Masjid No.43, Ampel, Kec. Semampir, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Bus menyusuri jalan menuju Sunan Ampel dengan lancar dan sampai sekitar pukul 10:00 WIB. Sesampainya di sana para rombongan langsung menuju ke makam sesepuh Walisongo itu dan langsung membacakan tahlil. Setelah pembacaan tahlil usai, mereka beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju bangkalan pada pukul 11:30 WIB. Sekitar dua setengah jam para rombongan sampai di sana.

Para rombongan sampai di lokasi acara pada pukul 13:30 WIB. Acara kali ini diadakan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum dengan KH. Hasan Iroqi sebagai sahibulbait. Acara temu kangen itu diawali dengan pembacaan tawasul yang dipimpin oleh Kiai Fathul. Setelah pembacaan tawasul usai, Abah Qodir— salah satu guru di SMA An-Nur— memimpin para jemaah untuk membaca Kasidah Burdah.

Setelahnya, Mbah Ushuluddin, teman Kiai Badruddin, memimpin pembacaan Istigatsah. Disusul pembacaan tahlil dan doa oleh Gus Didik. Kiai Hasan menyampaikan sambutannya di sesi selanjutnya. Dan terakhir, pihak keluarga dalem yang diwakili Kiai Fathul. “Sekali saja menemui bulan Ramadan bisa mengalahkan pahala syahid, bagaimana jika menemuinya berkali-kali? Tentu adalah sebuah nikmat yang harus disyukuri,” tutur beliau mengingat sebentar lagi bulan Ramadan tiba.
Acara pun ditutup dengan doa dan kemudian dilanjut ziarah makam Syaikhona Kholil Bangkalan. Dari sana, bus melaju ke Mojoagung, Mojokerto. Berziarah ke makam Sayyid Sulaiman, seorang pembabat alas Sidogiri yang nantinya terlahir pesantren tempat Kiai Badruddin menuntut ilmu. Akhirnya, bus pun kembali dengan lancar dan masuk gerbang pesantren saat malam hari.

(Mediatech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: