Temu Kangen & Halal Bihalal: Teman Lama Kembali Berjumpa 

annur2.net – Ahad, 20 April 2025 langit biru pagi dengan gerombolan awan melayang di angkasa. Matahari mentereng menyorot tarup acara Temu Kangen dan Halal Bihalal Santri Alumni Putra-Putri dengan Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”. Di depan Masjid Utama An-Nur II, para alumni satu persatu memenuhi tikar berkelir merah yang telah terbentang rapi. 

Tegur sapa dan wajah berseri-seri para alumni menjadi tontonan di mana-mana. Bercengkrama bersama dengan kelakar dan canda tawa menyelimut hangat acara tersebut.

Alumni sejak tahun 1979 hingga 2024 berkumpul. Papan nama bertulisan angkatan beserta tahun lulusan menyebar mulai barisan depan hingga belakang bentangan karpet. Para alumni duduk sesuai tahun lulusan mereka.  

Tak lupa alumni dan para masyaikh memanjatkan doa bersama untuk leluhur, khususnya Almaghfurlah Romo KH. Muhammad Badruddin Anwar sekaligus istigasah. Kiai Husni Mubarok, S.Ag, M.Pd.I., berkesempatan memandu lantunan surah Yasin dan Tahlil, sedangkan Kiai Achmad Syamsul Arifin M.Pd.I., memimpin bacaan istigasah.

Serangkaiain Acara Temu Kangen dan Halal Bialal

Tepat pukul 10.03, Master of Ceremony naik ke atas panggung membuka acara dan menyambut para hadirin yang datang. MC mengutarakan rentetan acara kali ini satu persatu. Pelantunan surah Al-Fatihah menjadi permulaan acara tersebut. 

Acara berlanjut dengan sambutan kelurga ndalem oleh Ag. Drs. Hairuddin, Ak. M.Si., selaku perwakilan untuk menyambut para alumni dan berterimakasih atas kehadiran mereka.

Bulan Syawal masih tersisa, waktu yang tepat untuk bermaaf-maafan. “Kami atas keluarga ndalem, (mengucapkan) selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin,” ujar beliau mewakili keluarga ndalem.

Dalam sambutannya, beliau menginformasikan bahwa Pondok Pesantren An-Nur II menjadi tuan rumah kemah internasional Nahdlatul Ulama. Sebanyak enam ribu santri dan dua belas ketua cabang NU internasional akan hadir pada acara tersebut. Melalui kesempatan ini menjadikan An-Nur II semakin terkenal ke seluruh dunia. “Semoga An-Nur II sampai panca negara,” harap beliau.

Sebelum mengakhiri sambutan, Gus Hairuddin melontarkan sebuah pantun.

“Air murni air sumur,

sehat diminum di pagi hari.

Santri alumni An-Nur II panjang umur,

temu kangen tahun depan datang lagi.” Pungkasnya.

Mengkaji Syair Jaat Lida’

Lalu Kiai Ahmad Zainuddin Badruddin, M.M., naik ke mimbar di atas panggung yang berupa teras masjid. Beliau mengkaji kitab Al-’Umdah Fi Syarhil Burdah bersama alumni. Pada kesempatan ini, beliau mengulas bait syair Burdah Ke-73. Bait tersebut menceritakan pohon akasia yang menghampiri Rasulullah saw., kala memanggilnya. Bunyi baitnya sebagai berikut:

جَـــآءَتْ لِدَعْوَتِهِ الْأَشْجَارُ سَـاجِدَةً ۞ تَمْشِيْ إِلَيْهِ عَلَى سَاقٍ بِلَا قَدَمِ

“Pepohonan datang memenuhi panggilannya dengan sikap tunduk sopan. Berjalan menghadap kepadanya dengan batang tanpa telapak terciptakan.”

Bait itu sendiri merupakan wirid yang biasa santri An-Nur II baca khususnya setelah salat fardu. Begitu pula dengan syair Burdah yang menjadi bacaan istikamah Kiai Badruddin Anwar dan menurun kepada para santrinya. “Gak onok mendale wong seng wiritan Jaat Lida’,” terang beliau.

Beliau juga menyelingi beberapa nasihat dalam kajiannya. Salah satu nasehatnya, wiridan bukan soal berapa banyak dibaca melainkan seberapa masuk wiridan itu ke dalam diri kita. Sesekali beliau  bercerita dan mengutarakan hikmahnya. Namun, Kiai Zainuddin tidak sempat menuntaskan kitab tersebut, lantaran waktu yang memang terbatas.

Kangen dan Nostalgia 

Sebagaimana nama acara kali ini, terdapat waktu 15 menit untuk para alumni mengobrol dan melampiaskan kerinduan pada teman-teman seperjuangannya. Tampak beberapa alumni saling bergurau dan foto bersama dengan kawan lamanya. Tawa riang alumni menggaung di bawah tarup.

Langit mulai gelap oleh mendung ketika Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. mengisi tausiyah. Beliau bernostalgia An-Nur tempo dulu. Sudah banyak perubahan akan perkembangan bangunan d Pondok An-Nur II. Terangnya, sengaja menetapkan bentuk dan letak masjid An-Nur supaya para alumni yang sudah lama tak berkunjung ke pesantren tidak terlalu bingung. Masih bisa mengenal sisa-sisa bangunan zaman dulu.

Kiai Fathul Bari juga memberi ijazah kepada para alumni agar menjadi orang terhormat. Ijazah tersebut harus dibaca sebanyak seratus kali pada pagi dan petang.

Pembacaan doa penutup oleh Kiai Achmad Syamsul Arifin M.Pd.I sebagai pemungkas acara. Tepat selepas doa hujan mengguyur An-Nur II. Sejenak hujan semakin deras lalu langit menghentikan rintikan airnya. Para alumni pun melaksanakan salat Zuhur berjemaah lalu ramah-tamah

(Ahmad Basunjaya I.K.F./Mediatech An-Nur II)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex