Temu Kangen dan Halal Bihalal Mengobati Kenangan Alumni

annur2.net – “Kangen.” “Kangen banget.” Begitulah ungkapan beberapa alumni dalam acara Temu Kangen dan Halal Bihalal Santri Alumni dengan Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”. Acara ini menjadi sarana para alumni melepaskan rasa rindunya, baik kepada pondok pesantren, jajaran pengasuh, maupun teman lama. 

Reuni dengan tajuk Temu Kangen dan Halal Bihalal Santri Alumni dengan Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” diselenggarakan pada Ahad, 20 April 2025 di area Masjid Utama. Alumni tahun 1979-2024 berkumpul di satu tempat.

Objek kerinduan mereka bermacam-macam karena banyaknya pengalaman selama masih di pondok pesantren. Rata-rata mereka rindu dengan kebersamaan semasa di pondok. “Kumpul-kumpul, mergane lek wes ndek njobo iku, kumpul-kumpul iku golek ane uangel (karena jika sudah di luar, sangat sulit mencari perkumpulan),” ungkap Mukhlis Abid Muzahim, alumni tahun 2020.

Kebersamaan bersama teman di pondok pesantren benar-benar tidak pernah lepas. Berbincang, bercanda, jalan-jalan, mengaji, makan, bahkan mengantri pasti bersama mereka. Bahkan selama bertahun-tahun. 

Mesti lek nang pondok iku, suwe… iku yo jagongane. Mergane kangen jagongane. Kumpul ambek konco. La piye pirang tahun campur (Pasti ketika ke pondok itu lama karena berbincang. Karena kangen bercanda. Berkumpul bersama teman. Bagaimana lagi, sudah beberapa tahun bersama),” jelas Abid yang telah mondok selama sepuluh tahun.

Rindu Setelah Setahun Menjadi Alumni

Ahmad Irfan, alumni tahun 2024 asal Druju, Sumber Manjing Wetan, juga berpendapat sama. Ia mengaku kangen dengan kebersamaan selama di pondok. “Mangan bareng, ngajine, karena kegiatan seng wes dilakoni bendino. Setelah boyong kan nggak tahu ngaji. Ndek njobo nggak tahu ngaji,” ucap Irfan.

Bahkan kebersamaan saat wisuda juga menjadi momen yang dirindukan. “Wisuda, kan iso petuk wong kabeh sak angkatan. Lek ndek omah wes ono kegiatan dewe-dewe,” ungkap Hafidz Dhoifullah, alumni tahun 2024 dari Panjer, Turen. Kesibukan setelah keluar dari pondok pesantren mengurangi kesempatan mereka bersama teman-teman. 

Kegiatan kajian dan maknai kitab menjadi momen rindu yang tidak bisa Kavin lakukan setelah keluar pondok pesantren. Kavin Hidayatullah, alumni tahun 2024 asal Segaran, Gedangan, Malang. “Maknai. Ndek jobo jarang-jarang iso moco kitab. Moco Al-Qur’an lek nggak pendak Ramadan, jarang-jarang iso. Kebanyakan kesibukan. Kerjo, podo kuliah,” ungkap Kavin.

Kavin juga sangat merindukan momen menjadi anggota tim Multimedia Pondok Pesantren An-Nur II. Ia menjadi anggota divisi fotografi selama satu setengah tahun di organisasi tersebut. “Tapi lek iki pribadi, seng paling tak kangeni iku pas nugas nek multimedia. Iku momen paling tak kangeni.” Ungkap Kavin.

Kavin, Irfan, dan Hafidz adalah santri seangkatan di Pondok Pesantren. Kini, Kavin menjadi tim multimedia di sebuah pondok pesantren dan akan melanjutkan pendidikan ke universitas. 

Ia bersyukur karena pengalamannya menjadi anggota multimedia saat mondok menjadi bekalnya berorganisasi di dunia luar. Kavin mengungkapkan, “Aku bersyukur dadi MM ndek pondok enek manfaate ndek njobo.

Irfan bekerja di sebuah pabrik madu, dan Hafidz mengajar ekstrakurikuler pencak silat di beberapa sekolah. Sebagaimana Kavin, Hafidz menjadi pengajar pencak silat di luar pun setelah menjadi anggotanya saat mondok. 

Oleh karena kesibukan masing-masing, sulit bagi mereka untuk berkumpul bersama seperti di pondok pesantren. Setidaknya, pengalaman-pengalaman selama di pondok pesantren menjadi bekal hidup di lingkungan masyarakat luar.

Berkumpul Kembali Berbagi Pengalaman

Adanya acara Temu Kangen dan Halal Bihalal di Pondok Pesantren An-Nur II menjadi kesempatan besar para alumni menyembuhkan segala rasa rindunya. Mereka bisa bertemu dengan teman seperjuangan, berkumpul dan bercanda lagi seperti waktu mondok. 

Mangkane ketika ono momen koyok halal bihalal, koyok IKSAN (Ikatan Santri Alumni An-Nur II), iku seng iso nggarai kumpul maneh. Cuma kan nggak semua.” Ungkap Abid. Meskipun tidak semua alumni bisa datang, setidaknya bertemu dengan beberapa teman sesama alumni bisa mengobati rasa rindu. 

Tidak hanya itu, reuni dalam acara seperti Temu Kangen bisa mereka gunakan untuk bertukar pengalaman. Pengalaman tidak harus dari diri sendiri, tapi bisa dari orang lain. “Mangkane pengalaman kan nggak mungkin teko awake seng ngelakoni dewe. Terutama pengalaman sesama teman iku kan pengalaman masihan,” tutur Abid. 

Maka dari itu, biasanya alumni pondok pesantren mampu mengatasi berbagai masalah dengan persiapan yang matang. Tentunya mereka mendapatkan solusi dari cerita dan pengalaman temannya ketika reuni. 

(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU