Tata Niat Mondok Mulai dari Tailma
Pada tanggal 12 Juli yang lalu di Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” terdapat acara yang cukup menarik. Penutupan Tailma (Taaruf Ilal Ma’had) atau pengenalan pondok pesantren bagi santri baru SMP dan SMA.
Di Tailma ini santri belajar bagaimana tata cara salat, ikamah, azan, dan wudu dengan benar. “Saya juga diajarin adab ke kiai, guru, kakak kelas, sama adab ke teman,” ucap Ibad, salah satu santri baru yang datang jauh-jauh dari Kalimantan ke Malang. “Saya juga diajarin doa-doa, baca qur’an,” tambah Ibad. Santri baru belajar dengan bimbingan ustaz dan juga musyrif (kakak pembimbing) yang merupakan kakak kelas dari santri baru.
Acara ini terselenggara di Aula Ibnu Aqil, tepatnya di sebelah ndalem milik KH. Khoiruddin. Pada penutupan Tailma tahun lalu, acaranya terselenggara di Aula Ya Qowi, tahun ini bertempat di Aula Ibnu Aqil karena di Aula Ya qowi terdapat acara penutupan Tailma bagi santri tahfiz, sedangkan di Aula Ya matin sedang ada acara MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) SMP An-Nur.
Acara ini terselenggara selama satu minggu, dan pada hari ke delapan terlaksanalah acara penutupan Tailma ini. Pada hari pertama, Musyrif atau kakak pembimbing akan mengajak santri baru untuk berkeliling pondok pesantren dan juga mengenalkan beberapa hal yang ada di pondok pesantren dan terkadang kakak pembimbing menceritakan asal-usul, sejarah, dan juga kisah dari bangunan, atau tempat-tempat tertentu.
Acara ini berjalan dengan lancar, walaupun terdapat beberapa kendala. “Kami jalankan acara ini dengan usaha sendiri, gara-gara kami juga gak diberi pembekalan,” Ujar Rafyd, salah satu panitia acara ini. “Saya juga kaget, saya ini baru jadi ustaz, langsung diberi tanggung jawab acara sebesar ini,” keluh Ustaz Faiz yang merupakan ketua pelaksana dari acara Tailma ini.
Pada acara ini terdapat penghargaan santri dan juga Musyrif terbaik. Fungsi terdapatnya penghargaan ini untuk mengapresiasi semangat santri dalam belajar di pondok pesantren, agar santri lebih semangat, dan juga sebagai ungkapan terima kasih pada Musyrif yang telah membimbing santri baru dengan sepenuh hati.
Pada saat acara berlangsung, Ustaz Faizuddin selaku Ma’hadiyah An-Nur II berpesan sebagai berikut:
إِنَّمَا اللأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ
Artinya: “Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung dari niatnya.”
Jadi tujuan ke pondok pesantren ini untuk apa? Apakah untuk menimba ilmu? Apakah hanya agar tidak terkena omelan orang tua? Intinya orang itu akan mendapat apa yang telah dia niatkan.
Jadi selama niat santri dalam menimba ilmu itu baik, maka hasilnya akan baik pula. “Maka dari itu, niatnya ditata dari awal,” Ujar Ustaz Faizuddin.
(Farkhan Wildana Soffa/Mediatech)
