annur2.net – Jumat, 15 Agustus 2025 tahfiz putra tengah melaksanakan acara Tasyakuran dan Wisuda Akbar ke-IV mulai 5, 15 hingga 30 juz. Bertempat di asrama tahfiz yang baru, tepatnya di timur masjid SUFIN.
Acara ini bukan hanya penghargaan untuk para Tahfiz Al-Qur’an saja, tetapi juga penghargaan Santri of The Year bidang Al-Qur’an, diniyah dan sebagainya dengan kualifikasi lebih tinggi dari santri lainnya.
Muhammad Riski Alamsyah sebagai santri of the year di bidang Al-Qur’an dan Dharman Mahfud Al-Dzaky sebagai Santri of The Year di bidang Diniyah menjadi perwakilan dari para wisudawan. Lalu para audiens mengetes mereka secara langsung di atas panggung dengan bidangnya masing-masing.
Metode Khusus Penghafal Al-Qur’an?
Sehubungan dengan tes Al-Qur’an, Tahfiz Al-Qur’an ini memiliki metode tersendiri dalam menghafal Al-Qur’an, yakni Memorizing, Marking, and Scaning (MMS). Metode ini sangat membantu para santri tahfiz dalam mengasah otak dan menghafal surat, ayat hingga letak halaman keduanya.
Memorizing yang berarti menghafal, merupakan langkah awal yang sangat wajib mereka lakukan dalam metode ini. Akan tetapi, harus juga menjaga konsistensi hafalan dengan menandai ayat, surat bahkan posisinya untuk mengasah kekuatan memori otak jangka panjang yang bernama Marking.
Setelah itu, terdapat Scanning yang berarti pemindaian. Otak akan memindai letak ayat dan surat sebagai peta visual dengan langkah ini. Disebut juga sebagai photographic memory. Seakan melihat kembali hafalannya atau otaknya sedang membayangkan hafalan itu berada di depannya dan membacanya ulang.
Acara dengan Bangunan Kamar yang Masih Tahap Pembangunan
Acara terus berjalan semestinya meski bangunan Kamar Tahfiz yang masih dalam tahap proses pembangunan. “Walaupun bangunan yang masih belum selesai ini, tapi bangunan ini termasuk bangunan tercepat yang ada.” Ucap Gus Drs. H. Hairuddin, Ak., M.Si., saat sambutan.
Peletakan batu pertama dari acara saat ini berjarak kisaran dua bulan. Istimewanya saat ini telah mencapai tahap pengerjaan lantai tiga. Lalu Gus Hairuddin melanjutkan ucapannya bahwasannya hal ini merupakan berkah dari para santri setelah menghafalkan Al-Qur’an. Ini yang membuat pembangunan tersebut menjadi lebih cepat dari lainnya.
Acara pun berlangsung hingga akhir. Sebagai penutup acara terdapat penampilan tari Zapin. Berbagai rintangan yang telah mereka hadapi dalam menghafal Al-Qur’an akhirnya telah dicapai oleh mereka.
Terlihat cepat acara berlalu, tapi tak cepat untuk menghafal Al-Qur’an. Penuh rintangan yang mereka lewati, terkadang ada lupa dan salah saat menghafal tapi mereka tetap berjuang, dengan bantuan metode yang ada yang akhirnya mereka mencapainya dan mendapatkan barakah yang ada salah satunya yakni kamar yang dapat cepat terbangun dalam waktu yang singkat.
(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)