annur2.net – Hujan gerimis Kamis sore tanggal 20 November 2025, Semaan Al-Qur’an Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab berhenti sementara. Rangkaian bacaan Yasin dan tahlil terdengar dari area raudah Almaghfurlah KH. Muhammad Badruddin Anwar. Ini pertanda Tahlil 40 Hari menyambut Haul ke-9 beliau telahmencapai garis akhirnya.
Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., sebagai Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II duduk memimpin bacaan tawasul. Para pengurus, santri kelas 3 SMA, dan maha santri STIKK serta Ma’had Aly duduk memenuhi lantai raudah Almaghfurlah KH. Muhammad Badruddin Anwar membaca surah Al-Fatihah.
Setelah itu, salah satu santri membaca surah Yasin diikuti santri lainnya. Sebagiannya membaca surah Yasin di buku panduan Awrad Santri dan ada yang langsung melantunkannya tanpa melihat buku. Mereka membaca dengan khidmat.
Setelah bacaan Yasin selesai Ustaz Sholihin memimpin bacaan tahlil. Bacaan berlanjut sama khidmatnya. Bacaan tahlil terdengar harmonis saat para santri membaca laa ilaaha illallah.
Sampai bacaan terakhir, Kiai Fathul Bari kembali memegang mikrofon membacakan doa tahlil beriringan bacaan aamiin dari para santri. Setelah pembacaan doa tahlil selesai, Kiai Fathul Bari melanjutkan dengan doa Ya Rabbi bil Mushtafa. Lantunan tersebut menghidupkan suasana pembacaan Tahlil 40 Hari terakhir.
Setelah itu, pembacaan surah Al-Fatihah menjadi penutup dan para santri kembali dari raudah. Sebelum pulang ke kamar, para santri mendapatkan kudapan soto daging. Mereka mengantre dan mendapatkan semangkuk. Lalu kuah panas dituangkan ke mangkuk soto daging yang mereka pegang. Uap kuah melayang di atasnya.
Mereka duduk-duduk dan makan bersama. Sendok demi sendok soto di dalam mangkuk berkurang. Baunya semerbak di area mereka makan. Kehangatan pertemanan membumbui suasana makan bersama itu. Setelah selesai, para santri kembali ke kamar masing-masing.

Momen Berkumpul Bersama Teman dan Kiai
Muhammad Ilham Fahreza merasa senang tapi juga sedih Tahlil 40 Hari ini berakhir. “Yang tak rasakan itu sedih, senang, campur semua.” Katanya. Ia senang karena pembacaan tahlil ini telah dijalani bersama. Namun ia sedih karena tidak bisa ke raudah bersama teman-teman sekaligus kiai setiap hari. “Sekarang mungkin bisa ke makam, mungkin personal.” Tambahnya.
Ia menyadari berakhirnya Tahlil 40 Hari menjadi tanda Peringatan Haul Kiai Badruddin akan dilaksanakan esok. Farel berharap acara berjalan lancar dan berkah. “Semoga acaranya bisa berjalan dengan lancar, membawa keberkahan.” Harapannya.
(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)
