“Luar biasa sekali kesan-kesan yang kami dapat di sini,” begitulah ungkap Ustaz Shobirin, S.Pd, kepala sekolah SMPIT (Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu) Al-Fateeh, Semarang yang berkunjung ke Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” (Pesantren Wisata) pada Sabtu, 26 Februari 2022.
Dihadiri oleh 50 siswa, 35 siswi dan 15 guru pendamping, kunjungan tersebut bertujuan untuk melangsungkan kegiatan studi banding rutinan sekaligus menyambung silaturahmi dengan pihak An-Nur II.
Dari Penyampaian Sambutan sampai Penyerahan Cendera Mata
Setelah rombongan datang memasuki gerbang An-Nur II dan membaca tahlil bersama di roudloh Al-Maghfurlah KH. M. Badruddin Anwar, sesi acara pun berpindah diarahkan ke gedung lantai dua Pendopo Al-Badari. Dibuka oleh MC (Master of Ceremony), acara itu bermula sekitar pukul 09.00 WIB.
Selepas dibukanya acara, Ustaz Sobirin selaku perwakilan dari SMPIT Al-Fateeh dan Ustaz Nur Kholis, M.Pd.I, kepala sekolah SMP An-Nur dipersilakan untuk menyampaikan sambutan di hadapan para siswa dan siswi SMPIT sebagai audiens secara bergantian.
Setelah penyampaian sambutan dari kedua belah pihak, acara berlanjut ke mauidloh hasanah dari DR. KH. Fathul Bari, S.S, M.Ag. Sehubungan dengan tujuan kunjungan ini diadakan, studi wisata ke pesantren wisata, beliau menjelaskan makna nama “An-Nur Al-Murtadlo” kepada para rombogan.
“Nama ‘An-Nur’ berasal dari nama kakek saya, KH. Anwar Nur yang disingkat menjadi ‘An-Nur’,” ungkap Kiai Fathul. Beliau menjelaskan, nama tersebut bertujuan supaya para santri tidak melupakan guru dan kedua orang tuanya.
Sedangkan nama ‘Al-Murtadlo’ pada penamaan pesantren diberikan, tak lain ditujukan supaya para santri dapat senantiasa menjadi orang-orang yang diridai Allah SWT.
Seusai sambutan Kiai pungkas, masing-masing dari kedua pihak lembaga pendidikan tersebut saling memberikan cendera mata—sarana perekat tali silaturahmi di antara keduanya.
Tak lama kemudian, sesi acara di ruangan itupun ditutup dengan ramah tamah yang telah disediakan panitia acara. Kemudian, para rombongan diarahkan untuk keluar ke depan area pendopo dan bersiap untuk berkeliling mengamati area SMP An-Nur.
Inti Acara: Rombongan SMPIT Mengamati SMP An-Nur
Setelah seluruh anggota berkumpul, perjalanan rombongan itupun dimulai. Mengikuti rute, kawasan pondok putri An-Nur II menjadi tujuan awal lokasi perjalanan. Setelah itu, rute perjalanan dilanjut ke arah area SMP An-Nur.
“Dari apa yang saya lihat, pondok ini sangat bagus,” ucap Radi, salah satu siswa kelas 8 SMPIT Al-Fateeh, saat ditanya oleh kru Mediatech An-Nur II.
Dalam wawancara tersebut, Radi mengaku sangat terpesona melihat penataan seluruh bangunan dan gedung lengkap dengan setiap taman yang menghiasinya. Semuanya apik, asri dan tertata rapi.
Menilai label “Pesantren Wisata” yang melekat di An-Nur II, Ustaz Sobirin juga menuturkan dalam wawancara ekslusifnya bersama tim Mediatech terkait dijadikannya An-Nur II sebagai tujuan utama program studi banding SMPIT. “An-Nur ini kami pilih sebagai sekolah percontohan di program entrepreneur di Al-Fateeh.”
(Riki Mahendra Nur Cahyo/Mediatech An-Nur)
