Situasi Kompetisi Banjari di Festival OSMANA 5

Piala-piala berjejer di pojok kanan depan panggung. Panggung itu menjadi sebuah arena seni al-banjari se-Jawa Timur. Bertepatan pada Kamis, 24 Agustus 2023, acara itu berlangsung di lapangan utama Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”. 

Sebagai acara olimpiade dan seni, piala Festival Banjari se-Jawa Timur menjadi salah satu tujuan pada acara itu. Pada pagi hari, ketua pelaksana OSMANA memberikan sambutan dan memulai pertandingan tahunan itu.

Sebelum naik ke panggung, para partisipan lomba bersiap di gazebo samping panggung. Panitia memanggil nomor urut peserta, nama grup beserta asal daerahnya. Setelah terpanggil, mereka lantas naik ke panggung. 

Pada awal penampilan, setiap grup melantunkan lagu yang mereka modifikasi sendiri untuk memberikan sambutan. Setelah itu, peserta menampilkan lagu Islami pilihan mereka.

Antusias Peserta Banjari dalam OSMANA

“Hirzul Jausyan,” sebut salah satu anggota grup partisipan lomba setelah Tim Mediatech bertanya nama grup mereka.

Grup satu ini datang dari Kediri dan merupakan delegasi dari Pondok Pesantren Lirboyo,  jelas salah satu anggotanya. “Awalnya dari IG (Instagram) Banjari Story,” kisah bagaimana mereka mengetahui adanya olimpiade ini. “Ada hastag OSMANA 5,” tambahnya meneruskan cerita.

Mengetahui informasi tersebut, grupnya lantas mengajukan diri agar menjadi delegasi pesantren Lirboyo untuk berpartisipasi dalam lomba ini.  Pihak ponpes menerima ajuan itu, mereka pun menjadi partisipan dalam kompetisi ini. Untuk perlombaan OSMANA, mereka mengaku masih pertama kali. “Pertama kali,” jelas salah satu anggota kepada Tim Mediatech.

Jauh-jauh dari Kediri, mereka berangkat pada pagi hari menuju Malang. “Berangkat dari pagi karena jauh,” terang anggota tadi. Namun baru saja tiba di Ponpes An-Nur II, mereka langsung mendapatkan panggilan dari panitia. Mereaksi panggilan itu, salah satu temannya langsung berlari kepada panitia untuk meminta sedikit waktu. “Minta toleransi 5 menit,” tutur orang yang sama.

Kisah yang seragam juga datang dari grup Ar Riyash, Probolinggo. Nama grup Ar Riyash adalah singkatan dari kata Riyadlus Sholihin yang merupakan nama sebuah Pondok Pesantren tempat mereka belajar.

Tak sama seperti Hirzul Jausyan yang berangkat pagi, grup dari Probolinggo ini berangkat pada waktu sore, “Berangkat (jam) empat sore, datang (jam) setengah tujuh,” ungkap Ustaz Syamsul Huda selaku perwakilan dari grup Ar Riyash.

Terkait adanya OSMANA, mereka mendapatkan informasi dari panitia. “Dihubungi oleh panitia, ada yang menghubungi CP (Contact Person) kami,” terang Ustaz dari Probolinggo itu.

Beliau juga menjelaskan bahwa grupnya telah berpartisipasi dalam OSMANA sebanyak dua kali: pada 2017 dan 2023. 

Ustaz Huda juga berpendapat bahwa acara OSMANA terbilang megah. “Dibanding fesban lain yang ada sekarang, termasuk ageng (besar),” tutur delegasi Ponpes Riyadlus Sholihin itu.

Tujuan utamanya bukanlah untuk berebut piala, melainkan, “Syiar sholawat (dan) mengimbangi musik non Islami yang viral” bayan beliau.

(Moch. Athoillahil Qodri/Mediatech An-Nur II)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2026 Mediatech An-Nur II