Terbaru
annur2.net

SISI LAIN BIRRUL WALIDAYN

By on 23 Maret, 2016 0 0 Views

odohONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, Rasul saw bersabda :
رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ
Keridhoaan Allah itu tergantung pada keridhoan orang tua, dan murka Allah itu tergantung pada murka orang tua”. ( HR At-Tirmidzi. Dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

Catatan Alvers

Allah dan Rasul-Nya menempatkan orang tua pada posisi yang sangat istimewa, sehingga berbuat baik pada keduanya akan mendatangkan keridloanNya. Seorang anak dituntut untuk mengingat betapa besar jasa dan perjuangan seorang ibu dalam mengandung, menyusui, merawat dan mendidiknya. Kemudian bapak, sekalipun tidak ikut mengandung tapi dia berperan besar dalam mencari nafkah, membimbing, melindungi, membesarkan dan mendidiknya, sehingga ia mampu berdiri dan mandiri bahkan sampai waktu yang sangat tidak terbatas.

Berdasarkan semuanya itu, tentu sangatlah logis jika anak dituntut untuk berbuat baik kepada orang tuanya dan dilarang untuk mendurhakainya. Disisi lain akan menjadikan lebih mulia apabila orang tua melakukan itu semua dengan tulus ikhlas dan tidak berharap imbalan apapun dari anaknya, bahkan orang tua pula membantu anaknya agar melakukan birrul walidayn (berbakti kepada kedua orangtua). Diriwayatkan dalam satu hadits:
رحم الله والدا أعان ولده على بره
Allah swt merahmati orang tua yang menolong anaknya untuk birrul walidayn (berbakti kepada orang tuanya) [HR Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf]

Al-Faqih abu al-Laits dalam tanbihul Ghafilin menjelaskan : Maksud hadits ini adalah  Orang tua tidak banyak menyuruh-nyuruh anaknya yang kemungkinan berakibat anak tersebut enggan melaksanakan sebagian besar perintah orangtua dan selanjutnya hal itu akan menyebabkan konsekwensi anak tadi berstatus durhaka. dengan tidak menyuruh-nyuruh anak, maka orangtua telah menjauhkan anak dari durhaka kepada orang tua. Ada seorang salaf sholeh (bernama khalaf bin ayyub) ia tidak pernah menyuruh anaknya untuk memenuhi kebutuhannya. Jika ia perlu sesuatu maka ia menyuruh orang lain untuk mengerjakannya. Ia ditanya mengenai hal ini lalu ia menjawab: aku khawatir jika aku menyuruh anakku kemudian ia tidak melakukannya maka anakku menjadi anak durhaka dan masuk neraka, aku tidak mau itu terjadi. makanya lebih baik aku menyuruh orang lain saja untuk membantuku. Wallahu A’lam. Semoga kita semua menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan memiliki anak yang birrul walidayn.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: