Sinergi TNI dan Santri: Upacara Peringatan HSN 2018

Danrem 083 Kolonel Inf. Bagus Suryadi Tayo, menghadiri upacara peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-murtadlo”, Senin, 22 Oktober 2018. Digelar di lapangan PP An-Nur II, ia datang Bersama Dandim 0818, Letkol. Inf. Ferry Muzawwad dan beberapa personel militer lainnya.

Bersama seluruh santri putra, seluruh keluarga pengasuh turut dalam upacara ini. Begitu pula para dewan guru SMP dan SMA An-Nur yang banyak memberikan kontribusi pada upacara hari ini. Bahkan beberapa alumni dan wali santri juga menyaksikan upacara yang diiringi Marching Band An-Nur II sebagai koor set ini.

Babak Kedua Berjalan Lancar

Formasi An-Nur II yang telah dipertunjukkan di upacara Hari Kemerdekaan yang lalu, kembali dipertunjukkan di upacara Hari Santri tahun ini. Namun terdapat perbedaan dari yang sebelumnya. Jika sebelumnya hanya melibatkan sekitar delapan puluh santri, maka sekarang melibatkan 140-an santri. “Untuk formasi kali ini, kami memakai 2 banjar”, ujar Pak Eko, pelatih pasukan pengibar bendera.

Formasi ini tergabung dari beberapa pasukan yang terdiri dari santri tingkat SMP dan SMA. Dimulai dari pasukan Alif yang berjumlah 21 orang, Lam 24 orang, Nun 27 orang, Wawu 32 orang, dan Ra’ 23 orang. Semua pasukan berjumlah 149 orang ditambah 12 orang pasukan pengibar bendera dan 1 komandan, Ustaz. Lintar Bayu.

Terlihat pula beberapa tentara yang ikut serta mengatur jalannya upacara. Sebelum upacara dimulai, Ustaz. Lintar Bayu diberikan pengarah dan latihan terlebih dahulu oleh salah satu ajudan Korem. Begitu pula di tengah-tengah upacara berlangsung, ketika terjadi sedikit kesalahan, dengan segera beberapa pengurus bersama tentara mengatasi hal tersebut. Sehingga, upacara pun berjalan dengan lancar tanpa kesalahan yang berarti.

Dalam proses pembentukan formasi ini juga terjadi perbedaan. Tidak seperti sebelumnya yang dimulai dengan baris-berbaris. Kini pasukan formasi langsung berbaur dengan peserta upacara lain. Barualah saat pengibaran bendera mereka maju 11 langkah untuk membentuk formasi An-Nur.

“Alhamdulillah, formasinya berjalan lancar”, ungkap Bhandar, salah satu anggota pasukan formasi.

Tiga santri dari anggota GERBANG (pergerakan bahasa asing) menjadi pembawa acara dalam tiga bahasa. Dimulai dari Bahasa Arab, kemudian Bahasa Inggris dan diakhiri Bahasa Indonesia. Mereka adalah Stiyaji Pamor Katon, yang membacakan dalam Bahasa Arab, Demas Jaya Pratama, Bahasa Inggris dan Muhammad Wildan Zaka, Bahasa Indonesia.

Tak mau ketinggalan, marching band An-Nur II juga mengiringi upacara sebagai koor set. Dan setelah upacara tim marching band asuhan Ust. Fathullah dan anggota teater menunjukkan bakatnya didepan ribuan santri dan para tamu undangan.

Grup musik SCA (Suryo Cahyo Al-Murtadlo) pun turut memeriahkan upacara ini. Grup musik binaan Ustadz Irfan ini membawakan lagu mars An-Nur dan dua lagu lainnya setelah upacara selesai. “Upacaranya sudah bagus. Apalagi dengan persiapan yang tidak terlalu panjang, itu sudah luar biasa”, kesan Pak Awaluddin Choiri, guru mapel Bahasa Indonesia SMA An-Nur.

(Miqdad/MFIH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: