Silaturahmi Jajaran Pengasuh An-Nur II ke Batu

Silaturahmi Jajaran Pengasuh An-Nur II ke Batu

Ahad, 29 Januari 2023, Keluarga Ndalem Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” bersilaturahmi dengan IKSAN (Ikatan Santri Alumni An-Nur II) Batu. Kegiatan ini berlangsung di Abundacio Cafe & Resto, Jl. Raya Tegalweru, No. 14 Bulurejo, Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. 

Sekiranya semua hadirin telah berkumpul, MC (Master of Ceremony) membuka acara silaturahmi ini dengan pembacaan surah Al-Fatihah. Setelah itu, acara berlanjut ke penyampaian beberapa sambutan. 

Untuk yang pertama, Ketua Koordinator Wilayah IKSAN Batu Ustaz Rifki Ali menyampaikan sambutan. Selanjutnya, sambutan dari salah satu wali santri IKSAN Batu Ustaz Fian Indriani. Ustaz Fian mewakili santri dan wali santri mengucapkan terima kasih atas kehadiran keluarga pengasuh Pondok An-Nur II dan meminta maaf 

Sambutan yang ketiga datang dari perwakilan jajaran pengasuh Pondok An-Nur II Kiai Zainuddin Badruddin. Dalam sambutan beliau, Kiai Zainuddin menyampaikan, “Harapannya silaturahmi ini bisa memperpanjang umur dan melancarkan rezeki seperti yang didawuhkan Kanjeng Nabi.”

Selanjutnya, sesi berpindah ke pembacaan istigasah. Dalam hal ini, Kiai Syamsul Arifin memimpin pembacaan istigasah sekaligus doa. Usai pembacaan istigasah, sesi acara berlanjut ke mauizah hasanah dari Pengasuh Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” Dr. KH. Fathul Bari S.S., M.Ag.

Hadapi Ujian dengan Istigfar

Kiai Fathul Bari mengawali tausiah dengan memaknai nama tempat lokasi silaturahmi itu, “Abundacio adalah bahasa Latin yang artinya kaya dan makmur, seperti majelis IKSAN Batu pada siang hari ini.” Setelah itu, beliau memperkenalkan seluruh jajaran masyayikh An-Nur II kepada wali santri dan alumni IKSAN Batu.

Kemudian, Kiai Fathul Bari membahas permasalahan ekonomi saat ini. “Tahun 2023 akan terjadi resesi global atau kelesuan di bidang ekonomi,” ucap beliau. Oleh sebab keadaan ini, Kiai Fathul Bari menghimbau hal yang kemungkinan akan terjadi, “Pada akhirnya banyak kasus seperti perdagangan atau penculikan anak.”

Kiai Fathul Bari menyebutkan bahwa problem tersebut adalah ujian kehidupan sebagaimana ungkapan beliau, “Sebagai santri dan orang Islam yang punya keyakinan, bahwa hidup ini adalah ujian.” Pasalnya, Allah SWT berfirman bahwa Ia akan menguji manusia dengan ketakutan, kelaparan, berkurangnya harta, bahkan kematian orang yang tercinta 

Untuk menghadapi hal tersebut, Kiai Fathul Bari mengingatkan agar tidak lupa melakukan salat. “Sesibuk apa pun kesibukan, jangan sekali-kali meninggalkan salat,” tutur beliau. Dalam keadaan genting seperti ini, ada dua pilihan ucap beliau: salat atau disalati. 

Selain itu, Kiai Fathul Bari mengatakan, “Dadi uwong jo terlalu ngandalno pikiran (Jadi orang jangan mengandalkan pikiran),” terutama dalam rezeki. Tambah beliau, sebagaimana ucapan Imam Ghazali, “Pikiran itu seperti pandangan, dan pandangan itu ada batasnya.” Apalagi jika akal tidak mampu, jalan satu-satunya adalah berdoa kepada Allah SWT.

Selain salat, beliau juga menyarankan agar memperbanyak istigasah dan istigfar terutama supaya mendapat pertolongan dari Allah. “Rezeki melulu bukan gaji, maka Allah akan menolong orang-orang yang melanggengkan istigfar,” ucap Kiai Fathul. “Perbanyak istigfar, Insya Allah, Allah akan segera menolong kita semua,” pungkas beliau.

Usai penyampaian tausiah, acara pun berakhir. Agus Dr. H. Hairuddin, Ak., M.Si., dan Agus Dr. Didik Nur Ahsani membaca doa penutup sebagai penghujung acara.

(Riki Mahendra Nur C/Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU