Shahih Bukhari: Jumat, Jejak Peristiwa Besar bagi Umat Manusia

Kajian Shahih Bukhari Ahad Legi

Oleh: Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag.

Ahad, 4 Januari 2026

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ﵁ قَالَ: «كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ: ﴿الم * تَنْزِيلُ﴾ السَّجْدَةَ، وَ﴿هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ﴾»

Artinya: Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: “Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca pada hari Jumat dalam salat Fajar (Subuh): Alif Laam Miim Tanzil (Surah As-Sajdah) dan Hal ata ‘alal insani (Surah Al-Insan).” (HR. Bukhari)

Menurut periwayatan yang sahih Nabi senantiasa membaca surah As-Sajdah (30 ayat) pada rakaat pertama sesudah Al-Fatihah. Kemudian surah Al-Insan (31 ayat) saat rakaat kedua salat Subuh pada hari Jumat.

Apa Isi Kandungan Keduanya?

Bukan sekadar membaca. Nabi memiliki alasan kuat untuk istikamah membaca kedua surah tersebut. Pertama, menurut Imam As-Suyuthi hikmah pembacaan kedua surah tersebut untuk mengingatkan akan datangnya hari kiamat.

Tidak ada satupun yang tahu pasti waktu datangnya hari kiamat. Sebagaimana ruh adalah rahasia Allah, begitu pula dengan detail waktu kiamat.

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

Artinya: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.”

Untungnya Nabi Muhammad masih memberitahu sedikit informasi kepastian hari kiamat.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Artinya: Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu ia dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.” (HR. Muslim no. 854)

Hari Kiamat pasti terjadi pada hari Jumat. Tetapi tidak ada yang  tahu waktu spesifiknya. Maka di sini hikmat membaca surah As-Sajdah dan Al-Insan pada waktu Subuh untuk mengingatkan kita terhadap hari kiamat.

Penciptaan Bapak Manusia pada Hari Jumat

Kedua, isi kandungan kedua surah tersebut juga menjelaskan penciptaan Nabi Adam as., pada hari Jumat.

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

Artinya: “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (Q.S. As-Sajdah, ayat: 2)

Kemudian Nabi Muhammad memperjelas dengan sabdanya:

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ اللهِ ﷺ بِيَدِي فَقَالَ: «خَلَقَ اللهُ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ، وَخَلَقَ فِيهَا الْجِبَالَ يَوْمَ الأَحَدِ، وَخَلَقَ الشَّجَرَ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ، وَخَلَقَ الْمَكْرُوهَ يَوْمَ الثُّلاثَاءِ، وَخَلَقَ النُّورَ يَوْمَ الأَرْبِعَاءِ، وَبَثَّ فِيهَا الدَّوَابَّ يَوْمَ الْخَمِيسِ، وَخَلَقَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلامُ بَعْدَ الْعَصْرِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فِي آخِرِ الْخَلْقِ فِي آخِرِ سَاعَةٍ مِنْ سَاعَاتِ الْجُمُعَةِ فِيمَا بَيْنَ الْعَصْرِ إِلَى اللَّيْلِ»

Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah ﷺ memegang tanganku lalu bersabda:

  • Allah menciptakan tanah/debu pada hari Sabtu.
  • Menciptakan gunung pada hari Minggu.
  • Menciptakan pohon pada hari Senin.
  • Menciptakan hal-hal yang dibenci (keburukan) pada hari Selasa.
  • Menciptakan cahaya pada hari Rabu.
  • Menebarkan binatang pada hari Kamis.
  • Dan menciptakan Nabi Adam as., setelah Asar pada hari Jumat, di akhir penciptaan, pada jam terakhir dari jam-jam hari Jumat antara Asar hingga malam. (HR. Muslim No. 2789)

Pembacaan surah As-Sajdah dan Al-Insan pada Subuh Jumat adalah cara Nabi Muhammad memberikan ‘alarm’ mingguan kepada umatnya. Dengan merujuk pada hadis urutan penciptaan, kita diingatkan bahwa hari Jumat bukan sekadar hari biasa, melainkan hari di mana Nabi Adam diciptakan sekaligus hari di mana kiamat pasti akan terjadi. 

(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2026 Mediatech An-Nur II