Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” mengenang 1000 hari Ning Hj. Sakhiyah Dzurriyah (Ning Yaya) binti KH. Ghozi Nurhasan Sidogiri, istri Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., pada Ahad sore, 24 Maret 2024. Acara ini bertempat di area Raudah KH. M. Badruddin Anwar dan makam Almarhumah Ning Yaya berada di sebelah barat makam Kiai Badruddin.
Mulai pagi, ustaz-ustaz hafiz mengkhatamkan 30 juz Al-Quran di Raudah. Selain itu, para santri juga mendapat bagian mengkhatamkan Al-Quran. Pembacaan Al-Quran di Raudah berakhir sebelum waktu salat Asar.
Semenjak sebelum Asar, majelis keluarga Pondok Pesantren Sidogiri dan alumni berangsur-angsur berdatangan. Bakda salat Asar, tim Al-Banjari memainkan serangkaian rebana dan melantunkan selawat-selawat untuk menyambut para tamu.
Setelah para jemaah banyak yang datang, masyayikh An-Nur II dan Sidogiri serta seluruh tamu menuju pelataran sebelah barat Raudah. Sekiranya sudah siap, Kiai Fathul Bari membuka sesi acara. Sebagai kalimat pembuka, Kiai Fathul Bari mengucapkan, “Tak terasa beliau, Almarhumah Ning Hj. Sakhiyah Dzurriyah, hari ini, telah 1000 hari kembali menghadap Sang Pencipta, Allah subhanahu wa ta’ala.”
Rangkaian Acara 1000 Hari Ning Yaya
Selanjutnya beliau menyampaikan selamat datang kepada hadirin. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada mereka karena telah meluangkan waktu untuk kirim doa bersama kepada Almarhumah Ning Yaya. Tak lupa, beliau menyampaikan permintaan maaf atas kekurangan-kekurangan dalam menyambut kedatangan para hadirin.
Setelah itu, Kiai Fathul Bari memaparkan susunan acara dan mempersilakan memulai pembacaan. Pembacaan tawasul oleh Drs. Gus H. Khairuddin Ak., M.S.I. Lalu pembacaan surah Yasin dari Gus Zidan Irfany, putra sulung Kiai Fathul Bari dan Almarhumah Ning Yaya. Kiai Fathul Bari berharap pembacaan dari Gus Irfan bisa menjadikan putra-putri beliau selalu berbakti dan mendoakan orangtuanya, serta mengingat Sang Ibunda, Ning Yaya.
Berlanjut ke pembacaan tahlil oleh Gus H. Mashuri, kakak ipar Almarhumah Ning Yaya, yang datang dari Sidogiri. Prosesi pembacaan berjalan dengan khusyuk di antara seluruh hadirin. Terakhir, Kiai Achmad Syamsul Arifin M.Pd.I., membacakan doa tahlil dan Drh. Gus H. Didik Nur Ahsani, M.Pd., membacakan doa khatm Al-Quran.
Setelah seluruh pembacaan usai, Kiai Fathul Bari kembali mengisi sesi acara. Beliau pun menyampaikan, “Terima kasih atas panjatan dan bacaan panjenengan semuanya. Semoga kebaikan panjenengan semuanya dibalas oleh Allah dengan berlipat ganda.” Beliau juga kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh hadirin.
Sambil menunggu waktu berbuka puasa, tim Al-Banjari kembali menunjukkan kemampuannya untuk menghibur hadirin. Panitia juga membagikan takjil dan sepiring makanan kepada setiap tamu untuk berbuka bersama. Tak lama kemudian, azan Magrib berkumandang dan para jemaah pun menikmati makanannya. Sesi ini sekaligus menjadi penutup acara Mengenang 1000 Hari Ning Sakhiyah Dzurriyah.
(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)

