Terbaru

Seperti Apapun Orang Tua, Anak Wajib Hormat

By on 10 Maret, 2013 0 27 Views

Bila dilontarkan pertanyaan kepada kita, SIAPA ORANG YANG PALING BERPERAN DALAM HIDUP KITA? SIAPA ORANG YANG PALING BERJASA DALAM KEHIDUPAN KITA? SIAPA ORANG YANG PALING BANYAK BERKORBAN UNTUK KITA? Pasti akan kita jawab dengan tegas, YAITU AYAH DAN IBU yang telah mengandung, melahirkan, merawat, memelihara dan membiayai kita hingga saat ini.

Bila demikian, lantas siapa orang yang paling berhak kita sayangi dan hormati? Tentu orang tua kita, bukan teman dan sahabat yang baru kenal dan tidak berkorban apa-apa untuk kita. Yang paling berhak kita beri hadiah adalah ayah dan ibu. Yang berhak terhadap nyawa dan harta kita adalah orang tua kita. Sebab dari merekalah kita dilahirkan dan wujud di dunia ini.

Karena peran yang begitu besar itulah, Allah memposisikan Ayah dan Ibu dalam posisi kedua setelahNya. Allah menyandingkan kewajiban kita untuk beribadah dan bersyukur kepadaNya dengan kewajibab kita untuk berbuat baik dan berterima kasih kepada kedua orang tua.
Ada beberapa ayat yang secara lugas menjelaskan tentang hal ini, di antaranya:
واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا وبالوالدين إحسانا…
Dan sembahlah Allah dan jangan pernah kalian menyekutukanNya dengan apapun dan BERBUAT BAIKLAH TERHADAP KEDUA ORANG TUA.

وقضى ربك ألا تعبدوا إلا إ ياه وبالوالدين إحسانا…
Dan Allah mewajibkan agar kalian tidak menyembah kecuali kepadaNya dan BERBUAT BAIKLAH KEPADA KEDUA ORANG TUA…

Senada dengan hal itu, Ibnu Abbas ra. menyatakan bahwa ada tiga ayat yang turun bersamaan dengan tiga ayat lainnya. Sehingga bila satu paket ayat itu hanya dilakukan satu aspek saja dengan mengabaikan satu aspek lainnya, maka tidak diterima oleh Allah.
Ayat pertama,
أطيعوا الله و أطيعوا الرسول…
Taatilah Allah dan Taatilah Rasulullah…
Siapa yang taat kepada Allah tapi ia tidak taat kepada Rasul, maka amalnya tidak diterima.
Ayat kedua,
و أقيموا الصلاة و آتوا الزكاة…
Dirikanlah Sholat dan Tunaikanlah Zakat.
Siapa yang melaksanakan sholat tetapi ia tidak membayar zakat, maka sholatnya tidak diterima.
Ayat ketiga,
أن اشكر لي ولوالديك…
Bersyukurlah kepadaku dan kepada kedua orangtuamu…
Siapa yang bersyukur kepada Allah tetapi ia tidak bersyukur kepada kedua orang tua, maka ia tidak diterima.

Lantas adakah batasan di mana kita harus taat dan hormat kepada mereka?
Ketaatan kepada mereka wajib kecuali bila mereka memerintahkan kita untuk melakukan maksiat atau melarang kita melakukan kewajiban. Di saat itulah, kita boleh tidak patuh terhadap mereka. Dan di selain kedua hal itu, kita wajib mematuhi semua perintah mereka, walau tidak sesuai dengan keinginan hati kecil kita.

Meskipun demikian, bukan berarti ketika ayah dan ibu memerintah kemaksiatan, kita boleh membentak, menghardik, mencemooh dan menghina mereka. Kita harus tetap hormat dan menghargai mereka sebagai orang yang paling berjasa kepada kita. Di saat seperti itu, kita harus mengolah rasa dan pikiran untuk menemukan jawaban cerdas untuk mengelak dari perintah mereka dengan tanpa menyinggung perasaan mereka.

Nabi Ibrahim as. adalah figur yang patut kita teladani dalam relasi orang tua dan anak semacam ini. Ayah beliau adalah seorang kafir yang berprofesi sebagai produsen berhala. Walaupun Beliau berbeda keyakinan dan agama dengan ayahnya, beliau tetap berprilaku santun terhadap ayahnya. Beliau tetap memanggil ayahnya dengan panggilan kasih sayang. Beliau tidak pernah menyebut ayahnya dengan sebutan Wahai Orang Kafir, wahai orang musyrik, dan sebagainya. Tetapi beliau tetap memanggil ayahnya dengan panggila YA ABATI ( WAHAI AYAHKU TERCINTA). Al-Quran mengabadikan kisah Nabi Ibrahim dan ayahnya dalam surat Maryam….
يا أبت لا تعبد الشيطان إنه كان للرحمن عصيا، يا أبت إني أخاف أن يمسك عذاب من الرحمن فتكون للشيطان وليا…

Ungkapan dan ajakan yang begitu santun itu kemudian direspon dengan ancaman oleh ayahnya…
قال أ راغب أنت عن آلهتي يا إبراهيم، لئن لم تنته لأرجمنك واهجرني مليا…
Tetapi Ibrahim tetap bersikap sebagai anak yang harus hormat pada ayahnya, Beliau menjawab…
قال سلام عليك ساستغفر لك ربي انه كان بي حفيا….
Maka, seperti apapun perilaku ayah dan ibu, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menghormati mereka.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: