Menjunjung Semangat Kedaerahan, untuk Menimbun Persatuan

Semangat, Menjunjung Semangat Kedaerahan, untuk Menimbun Persatuan, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo

Sebagai pemupuk persatuan, kiranya sangat perlu untuk memupuk semangat persaudaraan bagi tiap santri di masing-masing daerah. “Insya Alllah, alumni An-Nur II ada di setiap provinsi di Indonesia,” ucap Ustaz Bika Al-Kavi dalam sambutannya pada kegiatan SSD (Silaturrahmi Santri Daerah) di masjid Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo. Lantaran banyaknya alumni Ponpes yang tersebar di seluruh penjuru negeri, agaknya membuat kegiatan penyambung silaturrahmi antar santri di masing-masing daerah sangat penting untuk diadakan.

                Kegiatan yang dilakukan selama lima belas hari itu, tepatnya mulai tanggal 15 November sampai 1 Desember 2021, memang khusus ditujukan sebagai bentuk sosialisasi dan validasi pendataan santri yang mengikuti dengan daerah asalnya. Selain bertujuan untuk sosialisasi dan validasi data santri, kegiatan ini juga menjadi upaya pesantren untuk menjaga keberlangsungan IKSAN (Ikatan Santri An-Nur) dalam ukhuwah dan rasa persaudaraan.

                “Sebetulnya ini adalah program yang diindikasi dari dawuh kiai dan sudah lama terpikirkan,” tutur Ustaz Khoiruddin, ketua pelaksana SSD. Dalam kesempatannya bersama kru Mediatech, beliau sempat bercerita tentang asal-usul terbentuknya IKSAN. Ustaz Khoiruddin bercerita bahwa dulu Kiai pernah berkata jika beliau sangat menginginkan alumni-alumni pesantren dapat berkumpul dan menjadi satu untuk saling menjaga tali silaturrahmi. dari perkataan Kiai itulah, pihak asatiz pondok pesantren berinisiatif untuk membuat program sosialisasi dan validasi data santri.

Selain memiliki keuntungan untuk mewujudkan keinginan pengasuh, program ini juga diharapkan dapat menjadi wadah pembangun tali persaudaraan antar anggota IKSAN di masing-masing daerah. Utamanya, diharapkan program ini dapat menjadikan santri aktif yang berada di pondok sebagai penerima manfaat terbesar dari realisasi kegiatan tersebut. Hal ini, dimaksudkan agar para santri dapat saling mengenal dan saling kontak saat kelak telah menjadi alumni.   

Untuk persiapan, rupanya tak sedikit kendala yang menimpa. Mulai dari cuaca yang tak sesuai harapan, sampai dari waktu pelaksanaan. Namun, karena kegigihan niat panitia, program kegiatan ini tetap bisa dilakasanakan. “Karena kegiatan pondok yang begitu padat, jadi kami mengambil hari Senin dan Rabu sore selama tiga minggu untuk waktu pelaksanaannya,” ujar Ustaz Bika.

                Berlokasi di masjid An-Nur II, kegiatan ini diawali dengan pengumpulan santri dari daerah-daerah yang telah ditentukan sesuai jadwal. Setelah terkumpul, Ustaz Bika Al-Kavi pun diberi kesempatan untuk memberikan sambutan dan pengenalan kegiatan kepada para santri.

Setelah itu sesi kegiatan pun dilanjut dengan pengelompokan para santri per daerah yang dikoordinator oleh santri STIKK (Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning) dan santri Ma’had Aly An-Nur II. Tak lama kemudian, sosialisasi antar santri pun dimulai.

                Banyak dari mereka saling berbincang-bincang dengan serunya. Bertanya tentang nama, alamat dan lain sebagainya. Ketika itu, tiap santri saling memberikan interaksi satu sama lain. Jembatan silaturrahmi seperti inilah yang menjadi pokok tujuan diadakannya program tersebut.

                “Dari kegiatan ini, agaknya kita bisa bisa menggali kesolidan lalu mengaplikasikan rasa kekeluargaan tersebut saat di luar pesantren,” kesan Dani Farhan, santri asal Blitar kelas tiga SMA. Baginya, kegiatan ini dapat menjadi permulaan yang baik untuk saling merekatkan ukhuwah antar santri.

                Selain itu, dalam prosesi wawancara dengan Mediatech An-Nur II ia juga berpesan. “Harapnya, kegiatan seperti ini dapat diberikan waktu khusus yang cukup panjang kedepannya.” Bagi Dani, kegiatan tersebut memiliki dampak yang cukup besar dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap pesantren. Hal ini dikarenakan karena kegiatan tersebut dapat menjalin hubungan yang baik sesama santri tanpa mengenal batas usia. Dan yang penting, manfaatnya dapat berlaku sampai kapan pun, maupun di mana pun.

                Sebagai kegiatan sosialisasi IKSAN terhadap santri aktif yang pertama, rupanya Ustaz Khoiruddin selaku ketua pelaksana kegiatan tersebut tak lupa untuk memberikan harapan dalam investigasinya bersama Mediatech An-Nur II. “Sebagai awal dari terealisasi program sosialisai IKSAN pada santri aktif ini, tentunya saya sangat berharap program ini dapat menjadi kegiatan rutinan untuk kedepannya.”

#KEPESANTRENAN

(M. Arif Rahman Hakim/ Mediatech)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: