[polor_menu]
[polor_menu]

Selawat: Memuji Ciptaan Allah yang Paling Mulia

Ada sebuah amalan yang sangat gampang kita lakukan tapi pahalanya besar. Melakukan amalan ini tak perlu dalam keadaan suci, tidak harus menghadap kiblat, dan dalam gaya apapun, Allah tetap akan menerima amalan ini. Amalan ialah selawat kepada Nabi SAW, sosok mulia yang sangat menyayangi umatnya.

Perintah selawat muncul di bulan Syakban tahun kedau Hijriah. Melalui surah Al-Ahzab ayat 56, Allah memerintahkan umat Islam saat itu untuk berselawat kepada Rasulullah. Sosoknya yang mulia dan merupakan kekasih Allah, Allah beserta malaikat juga berselawat kepada beliau.

Begini bunyi ayat tersebut:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا         

Artinya, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Turunnya ayat ini menjadi sejarah datangnya perintah selawat untuk seluruh umat beliau. Setelah ayat ini turun, salah dari sahabat bertanya bagaimana lafaz selawat. Nabi pun membacakan selawat Ibrahimiah, umat muslim biasa membacanya di akhir tasyahud.

Ayat ini menegaskan bahwa bukan hanya manusia yang berselawat kepada Nabi, melainkan juga malaikat dan bahkan Allah. Manusia seharusnya malu jika tidak berselawat kepada beliau, Allah yang menciptakan dunia ini pun ikut berselawat.

Akan tetapi muncul pertanyaan. Selawat artinya secara dasar ialah mendoakan. Hanya saja, Allah ikut berselawat, apakah maksudnya Allah mendoakan Nabi? Akan tetapi, doanya Allah menuju ke siapa?

Kemudian, jika Allah yang memberikan rezeki ke seluruh makhluk-Nya dan malaikat, makhluk yang sangat patuh kepada Allah memberikan selawat kepada Nabi, lalu kenapa orang-orang yang beriman masih menerima perintah berselawat?

Ayat ini menyimpan bayak misteri beserta jawabannya. Sebab jika selawatnya Allah memiliki makna bahwa Allah mendoakan beliau, kemudian ada pihak ketiga yang mengabulkan doa Allah, jelas mustahil. Allah tidaklah butuh kepada apapun, karena Allah adalah Tuhan seluruh alam.

Makna Selawat Dari Allah, Malaikat dan Manusia

Lalu apa maksud yang sebenarnya? Artinya-menurut Imam Al-Qurtubi-Allah berselawat kepada Nabi ialah pemberian rahmat dan rida-Nya untuk beliau. Selawat adalah salah satu bentuk cinta-Nya kepada Nabi SAW.

Sedangkan makna selawatnya malaikat untuk Nabi ialah memintakan pengampunan, mendoakan, dan bentuk pengagungan kepada Nabi. Berdoa kepada Allah agar selalu tercurahkan rahmat dan berkah-Nya untuk Nabi.

Kalau maknanya umat mukmin berselawat kepada nabi, ialah mengagungkan beliau. Lantaran beliau memiliki banyak jasa untuk umat muslim dan telah mengantarkan ke ajaran yang benar. Selain itu, selawat kepada Nabi adalah meminta syafaat beliau ketika di akhirat nanti.

Semua perbedaan makna selawat itu memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menunjukkan betapa agungnya Nabi dan mulianya kedudukan beliau. Sebab beliau adalah makhluk termulia di dunia ini.

Walaupun Nabi sudah sangat mulia dan terjamin kehidupan akhirat beliau, orang mukmin tetap membaca selawat. Bukan berarti, Nabi membutuhkan selawatnya mukminin. Hanya saja, para mukmin yang membutuhkannya sebagai sarana mendapat pahala dari Allah. Sesuai hadis Nabi:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى الله عَلَيْهِ عَشْرًا

Artinya, “Barang siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah berselawat kepadanya sepuluh kali.”

(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex