Sejarah Bumi Menurut Kitab

Sejarah Bumi Menurut Kitab

Bumi adalah makhluk bulat besar yang telah kita pijak saat ini. Seperti yang kita ketahui, bumi merupakan tempat yang sesuai untuk tumbuh berkembangnya berbagai macam makhluk hidup. Tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia hidup sejahtera. Ketika kita mengetahui fakta bahwa bumi sangat kaya akan segala sesuatu yang dibutuhkan makhluk di dalamnya, pernahkah terfikir di dalam benak tentang awal mula terciptanya bumi? Kok bisa ya bumi seperti ini? 

Di masa lampau, telah banyak ilmuwan yang berfikir tentang hal tersebut. Akhirnya, pemikiran mereka menjadi sebuah teori yang dipercaya masyarakat hingga sekarang. Beberapa teori muncul. Ada yang berpendapat bahwa di alam semesta ini terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putarannya ini sangat cepat sehingga menyebabkan beberapa terlepas dari pusatnya. Ada bagian besar yang membentuk cakram raksasa. Cakram raksasa ini meledak membentuk nebula. Nebula(asap) ini mendingin selama 4.6 miliar tahun. Dari proses ini akhirnya terbentuklah Bima Sakti. Namun, bagian-bagian kecil dari kabut raksasa mendingin dan memadat hingga akhirnya menjadi planet-planet, salah satunya bumi yang kita tempati sekarang. 

Immanuel Kant dan Petere de Laplace juga sebelumnya pernah mengemukakan teori yang disebut sebagai teori Kant-Laplace. Teori ini memaparkan bahwa langit dan tata surya berawal dari kabut. Kabut tersebut mengandung gas hidrogen. Suatu waktu, kabut tersebut berproses dan berputar dengan sangat kencang. Jika digambarkan mungkin seperti pusaran angin. Dari sana, terbentuklah bulatan besar, yang memiliki gaya gravitasi, yaitu matahari. 

Namun, bagaimana menurut ilmuwan Islam? Apakah mereka sepakat dengan teori-teori yang telah beredar itu? 

Syaikh Ibnu Iyyas menyebutkan di dalam kitab Badaiuz Zuhur, Ibnu Abbas r.a berkata ketika Allah menciptakan bumi Ia memerintahkan seluruh angin(zat gas) untuk berhembus. Maka berhembuslah angin(zat gas) itu hingga menggerakkan air(zat cair) menjadi ombak yang saling bertabrakan. Muncullah buih putih yang tertimbun lalu mengering. Hal itu terus berlanjut menjadi gundukan yang menjadi gunung. Air terus berkurang sementara buih bertambah banyak dengan kuasa Allah. Air terus berputar hingga bumi terbentuk seperti bola dan hanya memiliki 1 lapisan. Setelah itu oleh Allah membelah-belah bumi menjadi 7 lapisan seperti halnya langit yang mempunyai 7 lapisan. 

Baca juga  MENOLAK BALA'

Hal ini seperti yang difirmankan Allah  

حَىٍّ شَيءٍ كُلَّ المَاءِ مِنَ وَجَعَلنا هُما فَفَتَقنَا 
Dan kami membelah keduanya(langit bumi) dan kami menciptakan dari air sesuatu yang hidup. 

Nah, sudah tau kan teori tentang awal penciptaan bumi dari berbagai teori? Menurut kamu, mana sih yang paling mendekati kebenaran? 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: