Sayembara Para Raja

Sayembara Para Raja

HIKAM ZAIN

Diceritakan bahwa dahulu kala ada seorang raja yang mengadakan sayembara barang siapa yang berkata baik maka baginya hadiah 400 dinar.

Satu waktu raja tersebut bersama para punggawanya berjalan dipinggiran kota, menemui seorang petani umur 90 tahunan dan dia sedang menanam pohon zaitun. Maka sang raja pun bertanya, “Wahai petani mengapa engkau menanam pohon zaitun sedangkan pohon itu akan berbuah 20 tahun lagi dan sedangkan dirimu sudah mencapai umur 90, umur yang mendekati ajal?”

petani

Petani tua itu menjawab,  “Orang-orang tua kamilah dulu yang menanam sekarang kita yang memanen dan sekarang saatnya kami menanam dan orang-orang setelahku yang akan memanen.”
Dan raja itu berkata, “bagus sekali, ini adalah ucapan yang baik”. Maka raja itu memerintahkan pengawalnya untuk memberi hadiah sebesar 400 dinar. Petani itu mengambil dan menerima hadiahnya dan kemudian tersenyum. “Mengapa engkau tersenyum?”, tanya sang raja. “Pohon zaitun berbuah membutuhkan 20 tahun, sedangkan pohonku berbuah saat ini.” Kemudian Sang raja berkata kembali, “bagus sekali perkataanmu, ini aku tambah 400 dinar.” Sang petani itu pun mengambilnya dan tersenyum kembali dengan bahagia. “Mengapa engkau tersenyum?” tanya raja. Sang petani pun menjawab, “pohon zaitun berbuah menunggu 20 tahun, sedangkan pohonku sudah berbuah dua kali.”
Kemudian Sang raja itu pun berkata, “bagus sekali pak tani, ini 400 dinar lagi untukmu.”  Pak tani pun mengambil hadiah dan tersenyum.

Dan raja pun bergerak dengan cepat meninggalkan pak tani itu, maka ajudannya berkata, “mengapa engkau cepat-cepat berlari meninggalkan petani itu?” Raja menjawab, “kalau pun aku duduk sampai pagi hari maka akan habislah perbendaharaan harta-harta ku sebab kalimat-kalimat yang diucapkan petani yang begitu bagus itu.”

الخير يثمر دائما
Kebaikan akan selalu tumbuh dan berbuah.

Seorang bijak bestari pernah berkata;
Kata kata baik akan memunculkan sedikitnya dua sahabat, dan kata kata hoax akan menimbulkan kebencian sebanyak orang yang membacanya.

Tulislah apa apa yang akan membuatmu nikmat di alam kubur nanti. Karena tulisan adalah abadi.

Salam Takdzim
Ahmad Zain Bad.
Pondok Pesantren annur2.net Bululawang Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: