Sarasehan MBAA: Marching Band, Salah Satu Jalan Pengabdian
“M-B-A-A,” suara salam penghormatan anggota ekstrakurikuler Marching Band An-Nur II “Al-Murtadlo” (MBAA) kepada tamu acara “Sarasehan Ekstrakurikuler Marching Band Bersama Asatid dan Pengasuh”. Acara ini terlaksana pada Jumat pagi, 27 Januari 2023 di Aula Ya Matin.
Pukul 08.00 pagi, seluruh anggota telah menempati lokasi acara. Mereka duduk membentuk barisan menyampingi panggung aula sesuai peran masing-masing. Di depan tiap anggota terdapat alat marching band yang mereka mainkan. Dari depan, mereka berbaris berurutan mulai dari pemukul marimba, trompet, tuba, dan drum perkusi. Di tepi ruangan juga terdapat alat-alat instrumen lainnya.
Tak lama setelah itu, pengasuh Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., tiba di Aula Ya Matin. Saat memasuki ruangan, empat anggota di depan pintu dan seluruh anggota marching band berdiri untuk menyambut beliau. Beliau pun menuju ke tempat yang tersedia bersama para pembina, guru, dan ustaz di depan pemain marching band.
Kemudian, MC (Master of Ceremony) membuka acara sarasehan ini dengan pembacaan surah Al-Fatihah. Selanjutnya, Kiai Fathul Bari mendapat mandat menyampaikan sambutan.
Mempromosikan Pondok dengan Marching Band
Dalam sambutan, Kiai Fathul Bari mengungkapkan, “Marching Band (ini) merupakan suatu ekstra yang dulu sangat digemari dan di-support oleh Al-Maghfurlah KH. Badruddin Anwar.” Alasannya, peran marching band bagi An-Nur II tidak hanya menjadi penghibur saja melainkan sebagai sarana promosi kepada masyarakat luar.
“Marching Band ini bukanlah tujuan. Tapi sarana dakwah untuk menarik perhatian masyarakat kepada pondok pesantren,” ucap Kiai Fathul. Beliau memperjelas, jika ada masyarakat yang anaknya masuk ke Pondok An-Nur II karena mengetahui terdapat marching band di sini, maka pemainnya mendapatkan pahala selama anak itu mondok.
Selain itu, Kiai Fathul Bari mengatakan banyak biaya yang keluar guna memfasilitasi ekstrakurikuler Marching Band An-Nur II “Al-Murtadlo” ini, “Asetnya sudah 1 miliar ditambah alat baru tadi dengan harga 340-an juta.” Harapannya, kalau alatnya sudah baik, pemainnya juga mesti baik.
Beliau juga mengatakan bahwa mengikuti marching band ini termasuk pengabdian kepada pondok pesantren. Apalagi tidak semua pondok pesantren memiliki marching band. “Marching band ini merupakan seni papan atas. Bagaimana tidak? Jarang-jarang ada marching band di pondok pesantren,” ungkap Kiai Fathul Bari.
Di dalam sambutan beliau, Kiai Fathul Bari berterima kasih kepada Marching Band An-Nur II “Al-Murtadlo”. “Terima kasih telah mengikuti marching band ini dengan rincian niatan mengabdi lewat kekompakan marching band ini,” ungkap beliau. “Maka kalian sungguh-sungguh di marching band sama dengan mempromosikan pondok pesantren,” tambah Kiai Fathul Bari.
Usai sambutan, acara beralih ke sesi tanya-jawab bagi para hadirin. Setidaknya ada tiga pertanyaan terlontarkan dan pembina MBAA pun menjawabnya. Sekiranya selesai, MC pun menutup sesi acara dengan pembacaan doa oleh Kiai Fathul Bari.
Acara selanjutnya yakni penampilan dari ekstrakurikuler Marching Band An-Nur II “Al-Murtadlo”. Dalam hal ini, MBAA menampilkan lagu permintaan Kiai Fathul Bari yaitu Narco karya Blasterjaxx & Timmy Trumpet. Pasalnya, lagu ini viral di media sosial dengan melodi trompetnya yang terkesan penuh semangat.
Setelah itu, pengasuh, pembina, ustaz-ustaz, dan pemain marching band melakukan foto bersama.
(Riki Mahendra Nur Cahyo/Mediatech An-Nur II)