Santri An-Nur II Cegah Corona dengan Ngaji Sambil Berjemur

Santri An-Nur II Cegah Corona dengan Ngaji Sambil Berjemur

Santri An-Nur II Cegah Corona dengan Ngaji Sambil Berjemur

Sebagai bentuk preventif menyebarnya virus corona, kegiatan pengajian kitab Ihya’ ‘Ulumuddin dan kitab Sahih Bukhari, kini dilakukan di pelataran Masjid An-Nur II. Dilakukan demikian supaya pengajian yang diikuti oleh santri dan pengurus ini, dapat dilaksanakan sambil berjemur.

KH. Fathul Bari, yang menjadi pengajar pada pengajian tersebut, yang menginisiasi pemindahan pengajian ke pelataran masjid. Diinstruksikan pada Ahad, 22 Maret 2020, kegiatan ini mulai dilaksanakan pada hari ini, Senin, 23 Maret 2020. Biasanya, pengajian yang dimulai pukul 07.00 tersebut, dilaksanakan di dalam masjid. Hal ini dilakukan karena adanya manfaat sinar matahari untuk tubuh.

Kegiatan berjemur seperti ini, juga dilakukan oleh beberapa instansi pemerintahan. Dilansir dari berbagai sumber terpercaya, Mentri Dalam Negri, Bpk. Tito Karnavian dan mantan wakil presinden RI, Bpk. Jusuf Kalla, menyarankan untuk berjemur di bawah terik matahari. Begitu pula Wali Kota Malang yang mengimbau ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk melakukan kegiatan serupa.

Manfaat Berjemur

Manfaat dari berjemur yang dipercaya dapat mencegah virus Corona ini disampaikan oleh dr. Vinci Edy Wibowo. Melalui media sosial, dokter spesialis paru tersebut mengajak masyarakat untuk berjemur. Sebenarnya, hal ini perlu dilakukan bukan untuk membunuh virus dengan paparan sinar ultraviolet. Melainkan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Dengan berjemur, salah satu manfaat sinar matahari dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Dr. Vinci menjelaskan bahwa pasiennya yang telah positif Covid-19, kurang asupan sinar matahari. “Kurangnya asupan sinar matahari dapat menurunkan daya tahan tubuh,” jelas beliau dilansir dari Tribunnews.com.

Dilansir dari Detik.com, dr. Adria Rusli dari RS Suliati Suroso mengatakan bahwa berjemur dapat membentuk provitamin D menjadi vitamin D. Dan vitamin D sendiri dapat memperkuat daya tahan tubuh. Akan tetapi tidak semua waktu dapat digunakan berjemur. Dari sumber yang sama, dr. Frans Abednego Barus menjelaskan, berjemur cukup setengah sampai satu jam saja. Terlalu banyak berjemur justru berpotensi menimbulkan kanker kulit.

Waktu yang paling tepat untuk berjemur, menurut dr. Vinci, bisa dilakukan antara pukul 07.00 sampai pukul 10.00. Karena itu, KH. Fathul Bari mengadakan pengajian pagi yang biasa dilaksanakan pukul 07.00 di pelataran masjid.

Berjemur sebagai penambahan asupan sinar matahari ini, menjadi salah satu hal sederhana yang dapat mencegah virus corona. Hal-hal lain yang menjadi aksi preventif juga harus dilakukan, seperti makan makanan bergizi, menjaga kebersihan, dan melakukan pembatasan sosial juga penting dilakukan.

Di Pondok Pesantren An-Nur II, aksi pencegahan lain juga sedang digalakkan. Sanitasi tangan (hand sanitizer) disediakan untuk cuci tangan. Begitu pula penyemprotan disinvektan juga dilakukan. Disamping himbauan pengasuh untuk meningkatkan kebersihan.

Bentuk preventif lain juga dilakukan dengan pembatasan akses keluar-masuk. Sebagaimana tercantum dalam maklumat pengasuh pada 16 Maret lalu, berbagai kegiatan kunjungan ke Pondok Pesantren An-Nur II ditunda sampai waktu yang telah ditentukan. Begitu pula penutupan kunjungan wali santri.

Civitas An-Nur II, diwajibkan untuk memakai masker ketika masuk kawasan pesantren. Selain itu juga sebelumnya harus melalui pemeriksaan suhu tubuh menggunakan Thermal Gun. Batas maksimalnya adalah 37 derajat celcius. Untuk di atasnya, tidak diperbolehkan masuk.

1 Comment

  1. Annur II Al Murtadlo Bululawang the best mugi2 Kyai asatidz/ah dewan guru dan santri2 beliau senantiasa dlm lindungan Allah SWT d jauhkan dr balak dan musibah
    Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: