<strong>Sakhrah atau Batu Melayang, Mana Batu Pijakan Nabi yang Benar?</strong>

Pada peristiwa bersejarah Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW naik ke Sidrah Al-Muntaha setelah perjalanan dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsa. Saat akan menuju langit ketujuh, beliau memulai perjalanan tersebut di atas sebuah batu. Kisahnya, ketika beliau akan berangkat, batu pijakan Nabi Muhammad SAW berdiri ingin ikut terbang bersama beliau ke langit. Akan tetapi, Nabi tidak memperbolehkannya.

Dari kisah singkat tersebut, ada dua pendapat batu mana yang menjadi pijakan Nabi Muhammad SAW sebelum melakukan Mi’raj. Yang pertama, banyak yang mengatakan batu pijakan Nabi tersebut ialah batu melayang yang terletak di sebuah desa sebelah timur Arab Saudi bernama Al-Tuwaitsir.

Dari liputan6.com, pengguna Facebook bernama Berita Terbaru mengunggah foto batu besar berwarna coklat agak putih pada tahun 2019. Batu itu tampak melayang sekitar 10 sentimeter dari permukaan tanah. Akun tersebut juga mengaitkan batu melayang itu dengan peristiwa Isra’ Mi’raj. Oleh karena itu, banyak warga net yang percaya bahwa batu inilah yang menjadi pijakan Nabi saat akan melakukan Mi’raj.

Namun, tak sedikit juga yang menganggapnya palsu. Hingga pada akhirnya, ada forum diskusi berbahasa Arab yang membahas batu ini. Ada seorang anggota forum tersebut yang tinggal di daerah Al-Tuwaitsir. Ia menyatakan batu tersebut tidak pernah melayang, tetapi ada penyangga di bawahnya yang membuatnya tampak terbang.

Kesimpulannya adaah gambar batu melayang tersebut palsu dan bukan batu pijakan nabi tatkala Mi’raj. Mereka yang mengunggah batu tampak terbang telah mengeditnya dengan aplikasi digital. Mereka menghapus bagian penyangga di bawah batu tersebut sehingga tampak melayang. Bahkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia menyatakan dalam wibesite-nyabahwa batu melayang yang terletak di Arab Saudi itu hoax. Lalu mana yang asli?

Sakhrah, Batu Pijakan Nabi Sesungguhnya

Masjidil Aqsa, tempat batu pijakan nabi yang asli tatkala mi’raj berada

Batu pijakan Nabi Muhammad SAW yang asli saat hendak melakukan Mi’raj ialah Sakhrah. Batu ini memiliki bentuk yang tidak beraturan dan berada di dalam sebuah bangunan berkubah emas segi delapan yang disebut Qubbat As-Sakhrah, Dome of The Rock, atau Kubah Batu. Kubah tersebut terletak di area kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Palestina.

Dalam kisahnya, batu Sakhrah ini ingin ikut beliau berangkat ke Sidrah Al-Muntaha. Namun, Nabi Muhammad SAW melarangnya sehingga batu Sakhrah tidak jadi ikut. Akhirnya batu tersebut tetap berada di sana hingga saat ini.

Dari intisari.grid.id, pasalnya Sakhrah merupakan batu yang berasal dari surga selain Hajar Aswad. Sebagaimana tercantum dalam hadis riwayat Anas bin Malik, “Sesungguhnya surga merindukan Baitul Maqdis, Shakhrah Baitul Maqdis berasal dari surga, dan ia adalah pusat bumi.” Selain itu, di sekeliling batu Sakhrah dalam Qubbat As-Sakhrah terdapat kaligrafi surah Yasin yang mengelilinginya.

Selain itu, batu Sakhrah adalah bagian paling suci di dunia ini. Ada hadis dari Tsaur bin Zaid mengatakan, “Bagian tersuci bumi adalah Syam, bagian tersuci Syam adalah Palestina, bagian tersuci Palestina adalah Baitul Maqdis, bagian tersuci baitul Maqdis adalah bukit (tempat Al-Aqsha berada), bagian tersuci bukit adalah Masjid, dan bagian tersuci dari Masjid Al-Aqsha adalah Shakhrah.”

Sumber:

https://cimahi.pikiran-rakyat.com/khazanah/pr-513805891/kisah-pijakan-batu-rasulullah-saat-isra-miraj-turut-melayang-begini-penjelasannya

https://intisari.grid.id/read/032700774/misteri-sakhrah-di-masjid-al-aqsa-batu-pijakan-nabi-muhammad-saw-saat-miraj?page=all

https://www.al-habib.info/review/batu-terbang-palestina-isra-mikraj.htm

https://www.kominfo.go.id/content/detail/19426/hoaks-batu-tempat-duduk-nabi-muhammad-sampai-sekarang-melayang-di-udara/0/laporan_isu_hoaks

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4005922/cek-fakta-batu-yang-diduduki-nabi-muhammad-saat-isra-mikraj-masih-melayang-benarkah

(Riki Mahendra Nur C/Mediatech)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2026 Mediatech An-Nur II