Rutinitas Masyarakat Indonesia di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan, Apa Saja Kebiasaan Orang Indonesia?

Saat ini, kita sedang menjalani puasa Ramadan tahun 1444 Hijriah. Waktu telah berjalan tanpa kita kira dan tak terasa sudah memasuki bulan Ramadan lagi. Kita mesti bahagia dan bersyukur akan kedatangan Ramadan itu sebab tidak semua orang yang bisa bertemu dengan bulan ini.

Kita pasti tidak hanya menunggu bulan Ramadan yang datang. Justru yang kita tunggu adalah sensasi-sensasi yang ada di dalamnya. Malahan sensasi ini menjadi hal yang unik, terutama di Indonesia. Ada banyak hal yang masyarakat Indonesia lakukan ketika bulan puasa bahkan tidak ada di negara lain. Berikut ini adalah sensasi-sensasi unik yang kita rindukan ketika bulan Ramadan di Indonesia.

  1. Membangunkan Orang untuk Sahur

Kegiatan ini pasti tak tertinggal oleh masyarakat terutama kaum permuda. Ada banyak cara mereka untuk membangunkan orang-orang sahur. Cara tradisionalnya adalah memukul kentungan atau tiang listrik yang terbuat dari besi pada waktu sahur. Dentangan besi ini membuat telinga orang tidur, sehingga mereka bisa beranjak dari kasur dan sahur.

Apalagi sekarang, caranya lebih banyak. Ada yang menggunakan mikrofon masjid, atau berkeliling kampung bersama orang banyak dengan membawa panci, wajan, maupun ember untuk membuat suara berisik sambil berteriak, “sahur, sahur”. Bahkan ada yang berkeliling bersama menaiki mobil pick-up sambil membawa sound besar untuk mengumandangkan kata “sahur” atau memutar lagu.

  • Ngabuburit Menunggu Berbuka

Menunggu berbuka pasti membosankan. Untuk mengatasi itu, orang-orang akan keluar dan bersenang-senang ke suatu tempat atau ngabuburit. Biasanya mereka pergi ke pasar atau toko makanan untuk mencari takjil buka puasa. Kalau pun waktu berbuka belum tiba, mereka akan menongkrong di pinggir jalan depan rumah atau pos desa. Ketika sudah waktu berbuka, mereka pun pulang ke rumah dan berbuka.

  • Berbuka dengan Kolak

Setelah ngabuburit, orang-orang akan berbuka puasa. Jika anjuran berbuka puasa dengan manis-manis, masyarakat Indonesia justru berbuka dengan kolak, entah dari kacang hijau, pisang, singkong, maupun nangka. Selain rasanya yang manis, kolak lebih melegakan dahaga setelah menahan makan dan minum seharian. Bahkan kolak tidak hanya menyejukkan tenggorokan, tapi juga mengenyangkan perut karena isinya mengandung karbohidrat dan protein. Jadi jangan banyak-banyak kalau berbuka dengan kolak. Sisakan ruang makanan di dalam perut.

  • Bermain Petasan dan Perang Sarung

Saat salat tarawih, hal yang tak ketinggalan adalah anak-anak kecil yang main petasan dan perang sarung di luar masjid. Banyak anak yang suka main petasan terutama saat bulan-bulan raya seperti Ramadan. Apalagi saat bermain perang sarung atau bahkan sajadah, anak-anak pasti berimajinasi seolah-seolah jadi superhero favorit mereka. Memang terasa mengganggu bagi orang yang salat, tapi ini yang membuat masjid dan malam Ramadan ramai.

  • Buka Bersama

Sensasi buka bersama yang sesungguhnya hanya ada di bulan Ramadan. Saat bulan Ramadan, biasanya sekolah-sekolah libur, orang-orang yang merantau pulang, sehingga suasana kekeluargaan itu kembali. Momen yang paling bermakna saat itu adalah buka bersama, entah bersama keluarga, teman dekan ataupun teman yang jauh. Bahkan bisa kita sebut reuni. Makan bersama saat berbuka puasa tidaklah biasa, justru sangat menyenangkan.

  • Tasyakuran dan Takbir Keliling

Di Indonesia terutama di pulau Jawa, tradisi tasyakuran atau selamatan tidak bisa lepas karena memang adat tradisional. Sebelum memasuki bulan puasa ada “Megengan” yang berupa memberi sedekah berkat kepada para kerabat ataupun warga sekitar. Ada juga tasyakuran untuk memperingati khatam tadarus Al-Quran di masjid-masjid pada malam 27 Ramadan. Terakhir ada takbir keliling oleh anak-anak dan para remaja di suatu desa. Biasanya mereka berkeliling kampung sambil membawa obor dan membaca takbir bersamaan dengan pembagian zakat fitrah.

  • Tadarus Al-Quran di Masjid

Amal yang utama saat bulan Ramadan adalah memperbanyak membaca Al-Quran. Oleh karenanya ada kegiatan tadarus Al-Quran di masjid selama Ramadan. Bahkan setiap waktu akan ada yang membaca Al-Quran di mikrofon masjid, entah anak kecil, remaja, dewasa, maupun orang tua. Yang paling berkesan adalah bacaan Al-Quran dari anak-anak kecil. Biasanya suara mereka terngiang-ngiang di mana pun, alih-alih membuat orang tua mereka bangga sebab anaknya sudah berani membaca Al-Quran di mikrofon masjid meski kurang lancar.

(Riki Mahendra Nur C/Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU